
PADANG, forumsumbar —- Menurut rencananya tanggal 9 Agustus 2026 mendatang, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), Yayasan Berdikari Mandiri yang bekerjasama dengan Teh Talua Centre Jo Boi 393, akan menggelar acara Lomba Bikin Teh Telur dengan tajuk “Teh Telur Kemerdekaan”.
Adapun Yayasan Berdikari Mandiri merupakan sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan. Sementara itu Teh Talua Centre Jo Boi 393 merupakan komunitas masyarakat pecinta teh telur.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana acara, Boiziardi AS, SH, MH, tujuan acara ini diangkatkan juga dalam rangka melestarikan makanan dan minuman tradisional khas Minang, khususnya teh telur.
“Teh telur adalah minuman tradisional khas Minangkabau yang menawarkan kombinasi unik antara kehangatan teh dan kekayaan rasa telur. Minuman ini dibuat dari campuran kuning telur ayam kampung atau telur bebek/itik, yang diberi gula dan dikocok hingga mengembang dan berbusa, lalu disiram dengan seduhan teh panas,” ujar Boiziardi, Selasa (9/6/2026).
“Tambahan sedikit perasan jeruk nipis seringkali menjadi sentuhan akhir yang memberikan aroma segar dan menyeimbangkan rasa gurih dari telur,” tambah Boiziardi, yang merupakan seorang pengacara ini.
Pada Lomba Buat teh telur ini, lanjut Boiziardi, akan ada dua kategori yang dilombakan, pertama yang original, dengan bahan-bahan pembuatan yang standar. Dan yang kedua itu kontemporer, sudah ada modifikasi dengan penambahan bahan lainnya.
“Supaya pembuatan teh telur sesuai dengan apa yang dimau oleh peserta, maka semua alat dan bahan dibawa oleh peserta. Sementara panitia hanya menyiapkan air panas,” ucap Boiziardi.
Ditambahkan Boiziardi, panitia akan membuka pendaftaran melalui online mulai awal Juli 2026, dengan peserta membayar inset. Dan nantinya panitia akan menyediakan hadiah berupa tropi dan tabanas.
“Di samping acara lomba membuat teh telur. Akan ada pula kesenian Minang Pantun dan Lagu, atau KIM,” terang Boiziardi.

Juri dari Kalangan Profesional dan Tokoh Masyarakat
Mengenai penilaian nantinya, disampaikan Boiziardi AS bahwa juri Lomba Bikin Teh Telur ini merupakan para profesional dan tokoh masyarakat, di antaranya; Alwis Ilyas, SH (Tokoh Masyarakat Pariaman / Pengacara), pendiri Ota Lapau Club (OLC).
OLC adalah sebuah organisasi kemasyarakatan di Pariaman yang aktif dalam upaya pelestarian seni budaya tradisional.
Melalui OLC, Alwis Ilyas secara aktif menginisiasi dan menggelar berbagai acara pelestarian budaya Minangkabau, seperti Festival Seni Tradisi Katumbak dan festival kuliner tradisional.
Turut jadi juri, Ridwan Tulus yang merupakan seorang tokoh, pakar, dan konsultan pariwisata berkelanjutan (green tour operator) terkemuka asal Sumbar.
Ia dikenal luas sebagai perancang tur (tour designer) yang mengusung konsep pariwisata berdampak positif bagi alam dan budaya lokal melalui program Green Tourism.
“Kemudian, Prof Yuliana, seorang Guru Besar Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang (UNP). Beliau ini banyak meneliti bidang gizi masyarakat, gizi keluarga dan pariwisata,” pungkas Boiziardi.
(Ika)























