Ketua MPR RI Bamsoet Terima Buku Irman Gusman soal ‘Perselingkuhan’ Hukum-Politik

JAKARTA, forumsumbar—Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menerima buku “Menyibak Kebenaran. Drama Hukum, Jejak Langkah dan Gagasan Irman Gusman” yang ditulis Pitan Daslani. Buku tersebut berisi laporan pandangan seorang wartawan yang menggunakan optik jurnalisme dan hak asasi manusia dalam merangkum berbagai peristiwa dan jejak langkah.

Buku ketiga dari serial eksaminasi terhadap putusan perkara Irman Gusman tersebut rencananya akan diluncurkan pada 20 Mei 2021 di Jakarta.

“Para generasi muda, khususnya yang berminat di bidang hukum patut mendalaminya. Sehingga bisa dijadikan sebagai bahan kajian akademik untuk studi kasus dan pembelajaran seputar mekanisme penegakan hukum,” ungkap Bamsoet, Selasa (27/4).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan dalam buku tersebut tertuang berbagai kegelisahan Irman terhadap berbagai upaya penegakan hukum yang seringkali dinilai menyimpang dari asas, norma, prosedur, dan aturan hukum yang berlaku. Irman menggarisbawahi di Indonesia masih terjadi perselingkuhan antara hukum dan politik. Perselingkuhan itulah yang membawanya dalam drama spektakuler hingga menjatuhkannya dari kursi Ketua DPD RI.

“Buku ini juga memuat renungan Irman Gusman mengenai berbagai kebijakan negara yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil, sehingga menyebabkan jurang kesenjangan sosial semakin lebar. Buku ini juga menjadi gambaran bahwa sekalipun badannya Irman Gusman berada dalam tahanan, namun pikirannya tetap terbang bebas. Tak heran jika selama dalam tahanan, ia melahirkan banyak ide dan gagasan,” ulas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, setelah bebas, sosok Irman tetap diterima dengan hangat di berbagai kalangan. Ia termasuk tokoh yang menyukseskan pencalonan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjadi Ketua DPD RI. Ia juga menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo-dan Wakil Presiden KH Maruf Amin. Ia juga aktif mengisi webinar yang dilakukan berbagai komunitas.

“Setiap orang punya catatan dan sejarah masa lalunya masing-masing. Terpenting adalah bisa mengambil hikmah. Berbagai hal yang terjadi di masa lalu, adalah pelajaran berharga dalam menghadapi masa depan,” pesan Bamsoet.

(Ika)

Sumber : news.detik.com

Tinggalkan Balasan