PADANG, forumsumbar —Kursi kosong Wakil Walikota Padang pascadilantiknya Hendri Septa menjadi walikota defenitif menyita perhatian elit parpol di Sumbar.
Bahkan para petinggi parpol di Sumbar telah mulai berkoordinasi menyamakan persepsi, dan sejumlah nama dari partai pengusung, yakni PAN dan PKS, disebut-sebut cocok untuk mengisi kursi kosong BA 2 A itu.
Pengusaha nasional putra Sumbar, yang merupakan Bendahara DPP PAN, Ekos Albar termasuk sosok yang diperbincangkan petinggi parpol.
Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade mengapresiasi sekiranya Ekos Albar yang diusulkan PAN jadi Calon Wakil Walikota Padang, dimana pemilihannya akan dilakukan oleh DPRD Padang, dan sebagaimana diketahui Partai Gerindra adalah pemilik kursi terbanyak, yakni 11 kursi.
Kini, Ketua DPD Partai Demorkat Sumbar Mulyadi mengatakan telah menjalin komunikasi soal sosok pengisi kursi Wawako Padang tersebut dengan elit parpol lainnya di Sumbar.
“Sudah saya lakukan komunikasi dengan petinggi parpol di Sumbar, seperti Pak Dt Indra Ketua DPW PAN Sumbar, juga sudah saya didiskusikan,” ujar Mulyadi, Senin (13/4) lewat pesan WhatsApp kepada media di Padang.
Bahkan sampai kemarin, infonya PAN masih membahas soal Cawawako Padang di internalnya.
“Pengusulan cawawako adalah haknya PAN dan PKS, siapa yg diusulkan kita tunggu. Ketua DPW PAN Sumbar Pak Dt Indra, sejak kampanye pilkada selalu bersama saya. Kita bersahabat, jadi koordinasi dengan beliau sangat lancar, bahkan kalau ke Jakarta kita sering ngopi-ngopi. Terkait siapapun calon wawako yg akan diusulkan oleh PAN kami menghargainya,” ujar Mulyadi.
Partai Demokrat, kata Mulyadi, adalah parpol taat asas, karena menurut aturan, kursi kosong itu hanya bisa diusulkan oleh PAN dan PKS.
“Jadi soal ini, kami hormati dan Partai Demokrat wait and see. Kami belum mengetahui siapa yang diusulkan oleh PAN maupun PKS. Baiknya kita tunggu saja, yang paling penting sosok tersebut harus betul-betul berorientasi untuk pengabdian, bukan mengejar jabatan,” ujar Mulyadi.
Demokrat dan parpol lain mungkin sama, yakni menunggu putusan PAN dan PKS, siapa nama cawawako yang diusulkan. Apakah mengusulkan calon, atau mendukung usulan cawawako dari PKS, PAN bisa Ekos Albar tapi bisa juga kader lainnya.
Menurut Mulyadi kata kunci bagi Partai Demokrat dalam mengisi kursi kosong adalah calon yang bisa bekerjasama dengan wako defenitif. Punya orientasi untuk lebih maju dan sejahteranya masyarakat Kota Padang.
Bahkan Padang sebagai ibu kota Sumbar tentu paket kepala daerahnya harus saling mengisi. “Untuk Padang lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” ujar mantan Anggota DPR RI ini.
(Rel/tim)
























