MENTAWAI, forumsumbar —Hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbahan bakar bambu sangat disyukuri oleh masyarakat Desa Saliguma Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hal itu diungkapkan mantan Kepala Desa Saliguma Amirudin kepada forumsumbar.com, Selasa (17/9) saat peresmian PLTBm oleh Menteri PPN/Bappenas Bambang Brojonegoro.
“Sudah 4 bulan ini listrik ke rumah-rumah warga di 6 dusun di Desa Saliguma didapatkan secara gratis. Tapi setelah peresmian, masyarakat membayar lagi,” ungkap Amir, demikian ia biasa dipanggil, sambil mengucapkan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan semua pihak, sehingga listrik ada di desanya.
Di Saliguma, sebut Amir, ada 11 dusun, dan saat ini baru 6 dusun yang bisa dialiri listrik, sementara 5 lagi karena letaknya agak jauh maka sedang dilakukan pengerjaan jaringan oleh PLN. “Dusun yang 5 itu, Limu, Gotab, Gulukguluk, Tinambu dan Batlappak. Mudah-mudahan pengerjaannya bisa selesai dengan cepat, dan masyarakat di dusun-dusun itu bisa pula menikmati listrik,” harapnya.
Informasinya, masyarakat di Saliguma per rumah diharuskan menanam bambu seluas kurang lebih 1 ha masing-masingnya. Bibit bambu diberikan secara gratis oleh Perusda Kemakmuran Mentawai yang mengelola PLTBm. Saat ini sudah ditanam oleh masyarakat dan bisa dimanfaatkan 3 tahun lagi.
Menjelang 3 tahun, menurut mantan Kepala Desa Saliguma periode 2008 – 2014 itu, pasokan bahan baku untuk PLTBm didapat dari batang bambu yang selama ini banyak tumbuh di hutan-hutan. “Sepertinya persoalan ini sudah diantisipasi oleh pengelola,” tuturnya.
Nantinya bambu yang ditanam masyarakat yang sudah bisa dimanfaatkan, dijual ke pembangkit, sehingganya masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomis dari bambu tadi. Uang hasil dari jual bambu tadi bisa pula untuk bayar listrik dan keperluan lainnya.
Sebelum ada listrik dari PLTBm, lanjut Amir, masyarakat memakai genset pribadi-pribadi. Bagi yang bisa membeli ya ada listrik, bagi yang tidak terpaksa pakai lampu teplok. Sejak adanya listrik dari PLTBm, masyarakat sudah menikmati listrik secara merata. Walaupun listrik tersebut hidupnya dari pukul 5 sore sampai 12 malam, tapi masyarakat Saliguma sudah merasa bersyukur.
Bukan bersyukur karena ada listrik saja, tetapi dari 40-an orang pegawai di PLTBm, 15 orangnya merupakan putera daerah. “Jadi sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang Saliguma,” tutup Amir. (Isa)























