
Oleh : Isa Kurniawan
(Koordinator Kapas / Komunitas Pemerhati Sumbar)
SEMENJAK dipimpin Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni, Kabupaten Dharmasraya, atau sering disebut dengan “Bumi Mekar Ranah Cati Nan Tigo”, pembangunannya semakin berkibar.
Keterpilihan pasangan Annisa Suci Ramadhani – Leli Arni dengan angka 69,53 persen, saat Pilkada 2024, menandakan dukungan yang kuat dari masyarakat Dharmasraya terhadap pasangan ini. Meskipun melawan kotak kosong.
Annisa Suci Ramadhani – Leli Arni –bersama masyarakat Dharmasraya tentunya– telah menorehkan sejarah baru bagi dunia perpolitikan Sumbar. Dimana, berhasil menjadi kepala daerah/wakil kepala daerah perempuan pertama di Sumbar yang dipilih melalui pemilihan langsung.
Semua tahu bahwa dalam konteks pemilihan langsung, bagi perempuan Minang untuk menjadi kepala daerah itu, tantangannya sangatlah berat.
Annisa Suci Ramadhani – Leli Arni dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto, jadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya periode 2025-2030, pada 20 Februari 2025 di Istana Negara bersamaan dengan ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia.

DNA Pemimpin
Kabupaten Dharmasraya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung. Terbentuk berdasarkan UU No 38 Tahun 2003, yang diresmikan tanggal 7 Januari 2004 –bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Solok Selatan dan Pasaman Barat.
Penjabat (Pj) Bupati pertama saat itu Ahmad Munawar dan dilanjutkan oleh Asrul Syukur, yang bertugas sampai terpilihnya bupati defenitif pada pilkada langsung tahun 2005.
Di Pilkada 2005 itu, terpilih Marlon Martua Situmeang Dt Rangkayo Mulie sebagai Bupati Dharmasraya periode 2005-2010, dengan Wakil Bupati, Tugimin. Marlon Martua tercatat dalam sejarah, sebagai bupati defenitif pertama Kabupaten Dharmasraya.
Sebagaimana diketahui, Marlon Martua Situmeang Dt Rangkayo Mulie merupakan ayah dari Bupati Annisa Suci Ramadhani. Dan saat ini menjabat Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Kabupaten Dharmasraya.
Dan juga, Bupati Annisa merupakan cucu dari dr Rafki Ismail (Kepala Kanwil Kesehatan Sumbar semasa Gubernur Azwar Anas dan Hasan Basri Durin).
Ternyata DNA kepemimpinan Annisa menurun dari kakek dan ayahnya.
Jadi ibarat kata pepatah; buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kalau Bupati Annisa ini, buah jatuh sepohon-pohonnya.

Peletak Fondasi
Sesudah Marlon Martua – Tugimin pada periode 2005-2010, Kabupaten Dharmasraya dipimpin oleh Adi Gunawan – Syafruddin R untuk periode 2010-2015. Kemudian, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dua periode, 2016-2021 dan 2021-2025. Periode pertama dengan Wakil Bupati Amrizal Dt Rajo Medan, dan periode kedua dengan Wakil Bupati Dasril Panin Dt Labuan.
Dalam pandangan saya, ketiga Bupati Dharmasraya tersebut, Marlon Martua, Adi Gunawan dan Sutan Riska, merupakan peletak fondasi pembangunan Kabupaten Dharmasraya.
Selama 20 tahun, 2005 s/d 2025, semenjak berdiri sampai berakhirnya kepemimpinan Bupati Sutan Riska, adalah fase membangun fondasi.
Sementara masa kepemimpinan Annisa Suci Ramadhani sekarang, kalau diibaratkan mendirikan rumah adalah fase membangun tonggak-tonggak.
Sampai seterusnya nanti, bisa puluhan bahkan ratusan tahun, terbentuknya “rumah” Kabupaten Dharmasraya yang kuat dan megah, yang nyaman ditempati oleh penghuninya, dengan taman-taman yang indah di halamannya.
Pembangunan di Kabupaten Dharmasraya akan terus berproses. Tapi banyak yang menilai, dari berbagai sisi, saat ini pembangunannya telah melebihi kabupaten induk dulunya, yakni Kabupaten Sijunjung.

Pembangunan yang Berdampak Kuat
Selama 1,5 tahun lebih Bupati dan Wakil Bupati, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni, memimpin Kabupaten Dharmasraya, telah banyak pembangunan yang dilakukan.
Awalnya banyak yang meragukan, tapi ke sininya, Bupati Annisa dan Wakil Bupati Leli menjawabnya dengan bukti dan kerja nyata.
Beberapa pembangunan yang berdampak kuat, dalam catatan saya di antaranya; pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 yang dana pembangunannya sebesar Rp244,32 miliar, yang terletak di Sungai Kambut di atas tanah seluas 10 hektare, dan telah diresmikan oleh Bupati Annisa pada bulan Juli 2026 lalu.
Pada tahun ajaran baru ini telah menampung sebanyak 390 anak dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar.
Untuk diketahui, SRT 3 di Kabupaten Dharmasraya ini adalah yang pertama di Sumbar.
Di tengah keterbatasan fiskal, terobosan cerdas Bupati Annisa banyak mendapat apresiasi soal suksesnya menghimpun Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp31,55 miliar sepanjang tahun 2026 dari perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Dharmasraya.
Dana CSR ini digunakan sepenuhnya untuk pembangunan daerah, khususnya membiayai pembangunan ruas jalan strategis antar nagari, dan lainnya.
Kemudian, mengusahakan 5 titik BTS (Base Transceiver Station) bagi nagari yang mengalami kesulitan sinyal (blank spot) agar masyarakat bisa menikmati akses komunikasi dan internet seluler dengan lancar.
Seterusnya rencana pembangunan Kawasan Industri Terintegrasi Sawit dan Agro Dharmasraya yang berpotensi menarik investasi hingga Rp3,2 triliun.
Prosesnya sedang berjalan. Kalau ini konkret maka akan memicu pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Kabupaten Dharmasraya.
Tidak itu saja, Kabupaten Dharmasraya yang menjadi gerbang Sumbar di bagian timur, akan menjadi episentrum kekuatan ekonomi baru di Sumatera Bagian Tengah.
Apalagi sekiranya feeder tol Dharmasraya bisa dikonkretkan. Jalan sepanjang kurang lebih 103 hingga 139 kilometer yang menghubungkan Kabupaten Dharmasraya di Sumbar dengan Rengat di Riau yang terintegrasi dengan jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera.
Dan banyak lagi program unggulan (progul) yang sudah/akan dilakukan/dikerjakan oleh Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni, meskipun baru satu setengah tahun lebih memimpin Kabupaten Dharmasraya. *)






















