PARIAMAN, forumsumbar —Menteri Pariwisata RI, yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Wilayah I Reza Fahlevi, Minggu (15/9) di Pariaman, dalam sambutannya memuji pelaksanaan Pesta Budaya Tabuik sebagai upaya mengembangkan kepariwisataan di Kota Pariaman, dan sekaligus melestarikan budaya tradisi yang telah lama hidup di tengah-tengah masyarakat.
Ia mengapresiasi komitmen semua pihak untuk menjadikan Kota Pariaman sebagai kota wisata yang terlihat nyata. Kemudian, lanjutnya, Menteri Pariwisata mendukung niat dan cita-cita Pemko Pariaman untuk menjadikan iven Pesta Budaya Tabuik masuk 100 iven kalender pariwisata nasional.
“Ini bisa menjadi iven strategis yang efektif mempromosikan pariwisata Kota Pariaman, baik secara nasional maupun dunia. Saya melihat Pesta Budaya Tabuik mempunyai daya tarik tersendiri sehingga wisatawan berduyun-duyun datang. Hal ini perlu diiringi dengan pembenahan terhadap infrastruktur pariwisata yang ada,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan, Tabuik merupakan bagian dari budaya masyarakat Kota Pariaman, warisan dari nenek moyang yang sudah terlaksana ratusan tahun silam, dan akan terus dilanjutkan, dipertahankan dan dirayakan.
“Pesta Budaya Tabuik yang dilaksanakan Pemko Pariaman dari tanggal 1-15 September 2019 adalah agenda pariwisata, tidak ada unsur keagamaan. Iven ini akan terus dilaksanakan setiap tahun. Tabuik telah menjadi bagian dari heritage nasional, dan Pemko Pariaman berniat menjadikan Tabuik menjadi warisan dunia yang bersifat kebudayaan yang telah berlangsung ratusan tahun sejak tahun 1825 dan telah menjadi kalender iven nasional,” sebut Wako Genius.

Pada Pesta Tabuik yang dibanjiri pengunjung sebanyak kurang lebih 200 ribu orang itu turut hadir Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Forkopimda Kota Pariaman, dan banyak lainnya. Acara berlangsung sukses, sampai sorenya Tabuik dilarung ke laut di Pantai Gandoriah. (Rel)























