Forum PRB Pesisir Selatan Terbentuk

PESISIR SELATAN, forumsumbar —–Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berhasil terbentuk, melalui rapat bersama Forum PRB Sumbar dengan BPBD Pessel, Senin (22), di Painan.

Dalam sambutannya, Kalaksa BPBD Pessel Ir H Herman Budiarto menyatakan bahwa hampir seluruh ancaman bencana ada di Kabupaten Pessel kecuali gunung api.

Di antara kejadian bencana yang sering terjadi di Pessel yaitu banjir, gempa, longsor dan juga ada ancaman tsunami.

“Sehingga perlu kerjasama semua pihak dalam upaya mengurangi risiko bencana dan penyelamatan masyarakat. Maka, sangat penting pembentukan Forum PRB Pessel,” ujarnya.

Forum PRB Pessel, lanjutnya, sudah pernah dibentuk pada tahun 2013 tapi vakum. “Maka, hari ini dibentuk kembali agar kerjasama dan koordinasi bisa berjalan optimal,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Forum PRB Sumbar, Khalid Saifullah yang didampingi Kabid Humas dan Publikasi, Patra Rina Dewi, serta Antoni Kartika dari Bidang Patisipasi dan Pelembagaan, menyampaikan bahwa paskatsunami Aceh 2004, terjadi perubahan mindset penanggulangan bencana dari tanggap darurat menjadi pengurangan risiko bencana.

Sehingga kegiatan penanggulangan bencana, katanya, menjadi lebih banyak pada saat sebelum terjadi bencana, mulai dari membangun kerangka kebijakan dan melakukan peningkatan kapasitas masyarakat dalam merepson bencana secara tepat dan cepat.

“Disinilah peran Forum PRB dibutuhkan, yang landasan pendiriannya adalah resolusi PBB, konferensi Beijing, UU No 24 Tahun 2007, PP No 21 Tahun tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Perka BNPB No 3 Tahun 2008 dan Perda Sumatera Barat No 5 Tahun 2008 tentang Penanggulangan Bencana,” sebut Khalid.

Adapun, lanjutnya, pihak-pihak yang terlibat dalam Forum PRB adalah pentahelix: yakni pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media

Forum PRB murni bersifat kerelawanan dengan prinsip dasar: kerelawanan, keterpaduan, koordinasi

“Pengurus Forum PRB merupakan utusan yang berasal dari lembaga atau perorangan yang sudah menjadi anggota Forum PRB, yang kemudian di-SK kan oleh Kepala Daerah,” imbuhnya.

Untuk menjalankan fungsi dan aktivitasnya, disebutkan bahwa Forum PRB berpedoman kepada statuta forum. Program dan rencana kerja mengacu pada visi dan misi. Visi Forum PRB Sumbar yaitu ; “Forum PRB Sumbar Menjadi Wadah Profesional, Berdayaguna, Inovatif, Inklusif dan Akuntabel”

Forum PRB memiliki empat fungsi: 1. Fasilitasi, 2. Konsultasi, Koordinasi dan Mediasi, 3. Advokasi dan Rekomendasi, 4. Monitoring dan Evaluasi.

RAPAT –Suasana rapat pembentukan Forum PRB Pessel. (Foto : Patra)

Adapun susunan pengurus Forum PRB Pessel yang terbentuk ;

Koordinator;
Syafril Saputra, SH (Ketua Komisi IV DPRD Pessel),

Wakil Koordinator;
Sugeng Herianto, ST (Sekretaris Gapensi)

Sekretaris;
Yef Indra, S.H, M.M (Kabid PK BPBD), Hamijon, S.P, M.Si (ORARI)

Bendahara; Hardayanti, S.H, M.M (Diskominfo)

Ketua Bidang Regulasi dan Advokasi Kebijakan;
Mahmud Yosrizal (Ketua Komisi III DPRD Pessel)

Ketua Bidang Manajemen dan Pengetahuan Kapasitas;
Dongki Agung Pribumi, S.STP, M.M (Satpol PP dan Damkar)

Ketua Bidang Partisipasi dan Pelembagaan;
Dr. Kurniadi, SpB (IDI)

Ketua Bidang Humas dan Publikasi;
Reky Putra (RAPI Pessel)

Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi;
Kapten Arm H. Hengky Gustian (Danramil IV Jurai)

(Patra)

Tinggalkan Balasan