Yuliandre: Perlu Strategi, Promosi Wisata Lewat Digital Marketing

JAWA BARAT, forumsumbar —Merebaknya aktivitas dalam dunia digital perlahan membuat disrupsi kehidupan, dulu ketika ada undangan mengisi sebuah acara seminar dilakukan dengan hadir fisik sehingga transformasi digital itu adalah keniscayaan.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengungkapkan pentingnya literasi digital ini menjadi perkembangan teknologi yang pesat, cakupan penyebaran konten digital juga semakin luas dan beragam ini disinyalir munculnya konten-konten bermuatan negatif dan kabar bohong atau hoaks kini menjadi salah satu kekhawatiran, karena bisa membawa banyak dampak buruk sehingga pentingnya literasi digital dimulai dari sendiri.

Yuliandre yang juga aktif di dunia pariwisata ini menyebutkan, International Council of Museum (ICOM) merilis data, dimana lebih dari 10 persen museum dunia di proyeksi tidak bisa buka lagi yang artinya pertumbuhan gerak aktivitas museum saat pandemi ini sedang turun drastis berkurang.

“Di Padang, ada Museum Adityawarman, dimana pengunjung yang datang sehari paling banyak 10 orang saja, bahkan ada dalam sehari tidak ada pengunjung sama sekali,” kata Yuliandre saat menjadi pemateri dalam diskusi berbasis daring yang di selenggarakan oleh Komunitas Jelajah dengan tema “Menggali Potensi Ekonomi Museum di Era Pandemi” di Bandung, Sabtu (21/11).

Lebih lanjut, pria yang ramah disapa, Andre ini mengatakan beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam menerapkan digital marketing agar bisa efektif menarik konsumen hingga akhirnya meningkatkan penjualan produk.

Andre memandang pelaku destinasi wisata bisa memanfaatkan media sosial sebagai channel promosi. Pegiat dunia wisata khususnya harus memiliki strategi konten yang mencakup jenis konten yang dibuat

Dikatakan Andre, waktu dan frekuensi posting konten yang menarik juga menurutnya harus memiliki sebuah cerita atau story untuk membuat audience terikat atau relate dengan sebuah potensi wisata.

“Media sosial populer seperti Facebook, Instagram atau Tiktok banyak digunakan sebagai saluran promosi dan berjualan,” ungkap Andre.

(Syahrul)

Tinggalkan Balasan