JAKARTA, forumsumbar — Media sosial sudah menjadi identitas diri di dunia maya. Banyak anak remaja menganggap akan mudah bergaul dan menunjukkan eksistensinya apabila dia memiliki banyak media sosial.
Transformasi teknologi berubah dengan cepat. Perubahan terjadi di seluruh belahan dunia, sehingga fenomena ini menjadi tantangan bagi anak muda Indonesia. Semua elemen dan generasi tidak ada batas dan harus beradaptasi.
“Ada amunisi baru untuk anak muda, dengan musim media sosial ini praktek komunikasi menjadi ringan, berbeda dengan dulu, jika ingin bertemu dengan para tokoh kita harus bertemu fisik,” kata Yuliandre Darwis, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.
President International Broadcasting Regulathory Authority Forum (IBRAF) 2017-2018 ini menekankan bahwa kapasitas anak muda saat ini sudah dimudahkan dengan media baru. Generasi milenial yang dapat dikatakan dengan kelompok yang palng dekat dengan dunia digital sehingga media sosial sebaiknya digunakan untuk hal yang positif.
“Media sosial diharapkan menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan membangun jaringan,” kata Yuliandre lagi, saat menjadi pembicara dalam acara diskusi berbasis daring yang dilaksanakan KKM UIN Ciputat dengan tema “Peran Mahasiswa Rantau Kepada Minangkabau” di Jakarta, Sabtu (31/10).
Dalam kesempatan yang sama, wartawan senior Hasril Chaniago mengungkapkan, pemuda Minang dikenal memiliki semangat merantau. Hal ini sulit dipisahkan dan telah melekat pada diri masyarakat Minang.
“Alasan yang membuat orang Minang mampu bertahan di perantauan merupakan sesuatu yang patut didalami. Apakah dikarenakan nasib yang memaksa atau karena kesuksesan yang begitu mudah dicapai,” ulas Hasril.
Lebih lanjut, Hasril mengatakan pemuda Minang itu memiliki kompetensi yang besar dalam memberikan kontribusi untuk bangsa. Ia mencontohkan kepada sosok Yuliandre Darwis yang berhasil menjadi pimpinan lembaga negara KPI Pusat yang relatif muda, yakni di usia 35 tahun.
“Keoptimisan yang dimiliki pemuda Minang tidak perlu dipertanyakan lagi, sudah ada buktinya, uda Andre ini bisa dijadikan contoh untuk pemuda Minang yang ingin sukses,” pungkas Hasril.
(Syahrul)























