KPU Sumbar Serahkan Alat Peraga Kampanye untuk Paslon

PADANG, forumsumbar — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Amnasmen didampingi Komisioner Bidang Teknis Izwaryani dan Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas Aan Wuryanto serta Kasubag Teknis dan Hupmas Jumiati, menyerahkan alat peraga kampanye (APK), untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Senin (26/10), di kantor KPU Sumbar, Jl Pramuka, Belanti, Padang.

Penyerahan APK berupa baliho 57 lembar, umbul-umbul 895 lembar dan spanduk 1.158 untuk masing-masing pasangan calon.

Pada kesempatan tersebut Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan, sebagai sebuah kewajiban negara dan atas kesepakatan pasangan calon, maka diberikan bantuan APK yang akan dipasang sesuai dengan tempat dan ketentuan bersama.

“Tempat pemasangan APK sudah kita tentukan dan disepakati bersama dengan pasangan calon melalui LO dan partai pengusung, serta KPU kabupaten dan kota se-Sumbar,” terang Amnasmen.

Ia juga mengatakan, masing-masing paslon juga diberikan hak untuk membuat APK mandiri, sesuai dengan kesepakatan yang telah diputuskan bersama, dengan ukuran dan jumlahnya.

“Kita juga memberi kesempatan pada paslon untuk membuat APK sendiri, sesuai dengan kesepakatan yang telah kita lakukan bersama, juga tempat pemasangannya,” tambah Amnasmen.

Penjelasan Amnasmen dipertegas Izwaryani, dimana sebagai penanggung jawab teknis, ia akan selalu melakukan koordinasi dengan semua pihak, agar terciptanya pilkada yang bermartabat dan sukses.

“Kita akan selalu berkordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan paslon melalui LO, agar tidak ada kendala pelaksanaan dari semua tahapan,” terang Izwaryani.

Penyerahan APK dari KPU dihadiri masing-masing LO atau penghubung pasangan calon, sehingga semua bisa melihat kalau yang diserahkan itu sama jumlah dan besarnya.

“Kita sengaja mengundang paslon atau LO dalam penyerahan ini, agar semua bisa melihat kalau jumlah dan semua APK yang kami serahkan pada paslon sama,” ulas Kasubag Teknis dan Hupmas Jumiati.

Ditegaskannya, sengaja APK tersebut langsung diturunkan dari mobil pengangkut ke mobil penjemput, sehingga tidak ada kesempatan siapapun melakukan pengrusakan atau mengakali APK tersebut.

“APK ini langsung kita turunkan dari truk pengangkut langsung ke mobil penjemput dari paslon, agar tidak ada indikasi lain dan praduga macam-macam, yang bisa membuat kegaduhan,” tutup Jumiati.

(Rel/MC-KPU)