PADANG PANJANG, forumsumbar —Angka orang terpapar Covid-19 di Sumbar terus meningkat setiap hari, dimana perbandingan yang terpapar dengan yang sembuh bak siang dan malam.
Bahkan kluster Covid-19 pun merangsek ke profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau kluster perkantoran. Tidak hanya ASN saja, tapi pejabat se tingkat pimpinan di daerah tak luput dipapar virus corona.
Sejak Maret Covid-19 ditemukan pertama di Sumbar, Pemerintahan Kota Padang Panjang terus mengikuti ketentuan penanganan Covid-19 seperti protokol kesehatan dan panduan penangan pandemi dari Badan Kesehatan Dunia WHO, Padang Panjang pun menjadi kota dengan persentase tracing dan testing tes Swab tertinggi di Sumbar.
Tidak itu saja ternyata, sejak PSBB dari jilid satu sampai tiga, ASN dan pejabat serta kepala daerah Kota Serambi Mekah ini sudah puasa panjang dari yang namanya perjalanan dinas keluar daerah Sumbar.
“Tidak melakukan perjalanan dinas ke luar provinsi, itu tidak untuk ASN saja tapi pimpinan di kota ini juga puasa melakukan perjalanan dinas luar provinsi,” ujar Walikota Padang Panjang Fadly Amran kepada media di Padang, Senin (7/9).
Fadly memastikan hingga hari ini, sejak Covid-19 mewabah termasuk meledak dengan kluster RSUD Padang Panjang dulu itu, tidak ada ASN, pejabat dan pimpinan keluar daerah dengan biaya perjalanan dinas dari APBD Padang Panjang.
“Kebijakan ini diberlakukan untuk mencotohkan kepatuhan kepada masyarakat Padang Panjang. Juga untuk mengantisipasi ASN menjadi virus carier dan menyebar serta muncul kluster baru lagi di kota kami,” ujar Fadly.
Apalagi kondisi terkini, silent spreader dan orang tanpa gejala (OTG) semakin banyak.
“Kami, Padang Panjang mengalami terpapar Covid-19 karena dunsanak dari luar Sumbar yang datang tidak mengikuti aturan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang Panjang,” ujar Fadly Amran.
Puasa panjang perjalanan dinas keluar Sumbar, ASN dan pejabat di Pemko Padang Panjang, kata Fadly, adalah bagian dari komitmen untuk bersama melawan dan memutus rantai penyebaran Covid-19, ternyata juga mengefisienkan keuangan daerah.
“Efesien, efektif dan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pemulihan ekonomi pasca Covid-19,” ujar Wako Fadly.
Bahkan dua minggu terkahir eskalasi Covid-19 Padang Panjang terus menaik, tak ayal Walikota Padang Panjang Fadly Amran pun menerbitkan Instruksi Walikota tentang penghentian sementara kegiatan pesta perkawinan, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang dan meniadakan kerumunan warga.
“Kita menerbitkan instruksi setelah berkoordinasi dengan forkompida dan meminta bantuan pihak TNI dan Polri untuk menegakkan disiplin sesuai dengan instruksi ini,” ujar Fadly.
Fadly Amran dan stakeholder di Kota Padang Panjang memang tak kenal lelah melawan Covid-19 dan memastikan pemerintahan selalu ada bersama rakyat dalam hadapi wabah Covid-19. Bahkan tercatat pemberian BLT Tunai maupun Non Tunai Padang Panjang termasuk terbaik dan terbuka serta inten untuk warganya.
(Rel/Ad/Kominfo)























