BUKITTINGGI, forumsumbar —Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas mempertanyakan kemampuan KPU Bukittinggi mencapai target nasional tentang partisipasi pemilih pada pilkada, yakni 77,5 persen.
“Apa kiat KPU Bukittinggi mengejar target partisipasi pemilih nasional itu, apalagi pandemi belum berakhir, pasti pemilih khawatir ke TPS 9 Desember 2020,” ujar HM Nurnas, saat dialog dengan KPU Bukittinggi dalam rangka Monev Komisi I DPRD Sumbar tentang Pelaksanaan Pilkada Sumbar, Selasa (28/7).
Ketua Divisi Sosialisasi KPU Bukittinggi Benny Aziz menegaskan, keoptimisan jajarannya mengejar target partisipasi 77,5 persen yang telah ditetapkan KPU RI.
“Kiatnya bereskan diri kita dulu, yakni bangun kokoh integritas penyelenggara dengan berpegang teguh kepada kode etik selalu komisioner KPU,” ujar Benny.
Selanjutnya masifkan sosialisasi dan menjalin harmonisasi dengan stakehokder di Bukitinggi temasuk menggencarkan pendidikan pemilih, terutama kepada pemilih pemula atau milenial.
“Terbantu sosialisasi kekinian karena kondisi kurva landai dan Bukittinggi zona hijau Covid-19,” ujar Benny.
Selain itu juga menggandeng Kesbangpol dengan adanya anggaran sosialisi pilkada di Kesbangpol Bukittinggi, lalu ada kerja bareng dengan komunitas publik dan road show ke lapau dengan ciloteh tentang pilkada termasuk telah memaskotkan Sicampa dan Sicampi, nama Harimau di Luhak Agam.
Kemudian Ketua KPU Bukittinggi Heldo Aura mengatakan soal pencapaian target partisipasi nasional.
“Saat Pemilu 2019, partisipasi masyarakat di Bukittinggi melebihi angka partisipasi nasional, yaitu 77,9 persen dari target nasional 77,5 persen. Sehingga itu KPU Bukittinggi saat ini sangat optimis mencapai target 77,5 persen pada Pilkada 2020 ini,” ujar Heldo.
(Rel/Ad)
























