LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syamsul Bahri harus mematuhi protokol kesehatan sebelum memasuki Kantor KPU Limapuluh Kota, Selasa (28/7).
Komisi I DPRD Sumbar ke KPU Limapuluh Kota dalam rangka monitoring evaluasi (Monev) pelaksanaan tahapan Pilkada 2020.
Syamsul Bahri didampingi Sekretaris Komisi I DPRD Sumbar HM Nurnas, Anggota Komisi I, Jempol dan Zaefideson, kemudian Komisioner KPU Sumbar Nova Indra dan Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar Adrian Tuswandi, Tanti Endang Lestari dan Arif Yumardi.
“Kita ingin memastikan pelaksanaan tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, yang dilaksanakan KPU Limapuluh Kota, apa berjalan maksimal atau tidak,” ujar Syamsul Bahri saat diskusi dengan Ketua KPU Limapuluh Kota Masnijon, Komisioner Rina Fitri, Eka Lidyana dan Arwan Tri.
Selain itu Syamsul Bahri menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 beda dari Pemilu 2019 maupun Pilkada Sumbar 2015.
“Kini kita berpesta demokrasi memilih pempin negeri masih saat pandemi, vaksin corona masih diuji, sehingga itu penyelenggara pilkada di mana saja di Sumbar jangan sepelekan Covid-19. Taati dan ajak masyarakat sukseskan pilkada dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Syamsul Bahri.
Komisi I DPRD Sumbar, kata Syamsul Bahri, menegaskan komitmen komisi terhadap pelaksaan pilkada.
“Dan karena masih pandemi ini, kita tidak menginginkan ada kluster baru Covid-19 dari penyelenggara pilkada. Allhamdulillah saya ikuti tes Swab penyelengara hampir semuanya negatif,” ujarnya.
(Rel/Ad)
























