
(Mahasiswa S2 Bioteknologi Universitas Andalas. (Foto : Dok)
(Sustainable nanotechnology for food preservation: applications of zinc oxide/ZnO nanoparticles)
Oleh: Muhammad Ronaldo, SSi
(Mahasiswa S2 Bioteknologi Universitas Andalas)
NANOPARTIKEL seng oksida (ZnO) adalah bahan nano yang sangat serbaguna dengan beragam aplikasi, termasuk katalisis, optoelektronik, teknik biomedis, remediasi lingkungan, dan pengawetan makanan.
Dalam industri makanan, nanopartikel Seng Oksida/ZnO diintegrasikan ke dalamnya film kemasan dan pelapis untuk meningkatkan stabilitas mikroba, memperpanjang umur simpan, dan meningkatkan kualitas produk.
Bahan nanokomposit ini memanfaatkan sifat antibakteri dan antijamur dari partikel nano ZnO untuk menghambat berbagai mikroorganisme. Mekanisme aktivitas antimikroba yang meliputi pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS), interaksi langsung dengan membran sel mikroba, dan pelepasan ion seng yang mengganggu metabolisme sel.
Nanopartikel seng oksida (ZnO), dengan sifat fisikokimia yang unik dan aktivitas antimikroba yang kuat, telah muncul sebagai bahan yang menjanjikan dalam beragam aplikasi, khususnya dalam pengawetan dan pengemasan makanan.
Penerapan nanopartikel ZnO, menyoroti peran penting dalam meningkatkan keamanan pangan dan umur simpan. Metode tradisional untuk sistensis nanopartikel ZnO bisa menggunakan metode seperti sintesis solvotermal dan hidrotermal.
Metode sintesis nanopartikel yang ramah lingkungan, dapat menggunakan ekstrak tumbuhan dan mikroba, menawarkan alternatif ramah lingkungan yang meningkatkan biokompatibilitas dan sifat antimikroba. Integrasinya ke dalam film biopolimer meningkatkan kekuatan mekanik, sifat penghalang, dan kemanjuran biofungsional bahan kemasan.
Namun, tantangan seperti migrasi nanopartikel, sitotoksisitas, dan keamanan lingkungan memerlukan penilaian risiko yang ketat dan strategi modifikasi permukaan tingkat lanjut. Memajukan nanoteknologi berkelanjutan dan membina kolaborasi antardisiplin adalah kunci untuk membuka potensi sistem yang mengandung ZnO untuk pengawetan pangan global, memenuhi tuntutan konsumen yang semakin meningkat akan keamanan dan keberlanjutan.
Para peneliti di masa depan harus fokus pada metode sintesis ramah lingkungan yang terukur, penilaian toksikologi yang komprehensif, dan integrasi nanopartikel ZnO ke dalam solusi pengemasan inovatif yang menyeimbangkan fungsionalitas dan keamanan. *)























