• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Februari 11, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Pembangunan Masjid Terapung Sebagai Tempat Ibadah dan Penunjang Pariwisata di Kota Pariaman

30 April 2025
in Artikel
Reading Time: 6min read
Views: 525
Maket Masjid Terapung Kota Pariaman. (Foto : Dok)

Oleh: Zahrul Umar
(Dosen FTSP Universitas Bung Hatta / Alumni S3 UTM Malaysia)

PARIAMAN merupakan salah satu kota pesisir di Provinsi Sumatera Barat yang dikenal dengan keindahan pantainya serta kekayaan budaya dan nilai religius masyarakatnya.

Dalam rangka mengembangkan potensi pariwisata sekaligus memperkuat identitas Islam sebagai agama mayoritas, Pemerintah Kota Pariaman berinisiatif membangun Masjid Terapung di Kota Pariaman.

Lihat Juga

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
43
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
9
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
33

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Pariaman, tetapi juga menjadi ikon baru yang menunjang daya tarik pariwisata Kota Pariaman. Keunikan arsitektur dan lokasinya di atas laut menjadikannya berbeda dari masjid pada umumnya.

Masjid Terapung Sebagai Tempat Ibadah

Masjid Terapung dirancang dengan kapasitas yang mampu menampung ratusan jemaah. Keberadaannya memungkinkan umat Islam, baik warga setempat maupun wisatawan, untuk melaksanakan ibadah dengan suasana spiritual yang lebih kuat karena letaknya yang dekat dengan alam.

Selain salat wajib, masjid ini juga dapat digunakan untuk kajian keagamaan, buka puasa bersama, dan kegiatan keislaman lainnya.

Daya Tarik Arsitektur dan Lokasi

Masjid ini dibangun dengan desain modern yang memadukan elemen arsitektur lokal dan nuasa maritim. Letaknya yang mengapung di atas laut dengan akses menuju masjid melalui jembatan menjadi ciri khas yang menarik minat pengunjung.

Saat air pasang dan senja menjelang magrib, pemandangan di sekitar masjid menjadi sangat indah dan instagramable, menarik wisatawan domestik dan mancanegaraa.

Peran Masjid Terapung dalam Menunjang Pariwisata

Masjid Terapung bila telah selesai dibangun nantinya akan menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata religi dan budaya di Kota Pariaman. Dengan adanya masjid ini nantinya, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati alam, tetapi juga berwisata spiritual.

Pemerintah kota nantinya dapat memanfaatkan momen ini dengan menyelenggarakan iven-iven islami seperti Festival Muharram dan Safari Ramadan yang terpusat di area masjid.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Keberadaan masjid ini nantinya akan membawa dampak positif secara ekonomi dan sosial. Pedagang kecil, jasa transportasi wisata, serta pelaku usaha kuliner lokal akan mengalami peningkatan penghasilan.

Selain itu masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan nilai-nilai keagamaan karena banyaknya wisaatawan yang berkunjung nantinya.

Pentingnya AMDAL

Pembangunan Masjid Terapung di Kota Pariaman berada pada kawasan pantai yang sensitif secara ekologis. Oleh karena itu, pelaksanaan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi sangat penting sebelum pembangunan dimulai.

AMDAL bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi dampak yang mungkin timbul terhadap lingkungan, baik fisik, biotik, maupun sosial.

Masjid yang dibangun di atas air dapat mempengaruhi kualitas perairan, habitat laut seperti terumbu karang, serta aktivitas masyarakat nelayan di sekitar lokasi pembangunan masjid terapung. Dengan adanya AMDAL, potensi kerusakan lingkungan dapat diminimalisisr melalui perencanaan yang ramah lingkungan, seperti menggunakan konstruksi terapung tanpa merusak dasar laut dan menyediakan system pengelolaan limbah yang baik.

Selain itu, AMDAL juga membantu memastikan bahwa masjid tidak menimbulkan konflik sosial atau ketimpangan akses ruang publik. Pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama menyusun rencana pengelolaan lingkungan dan menjadikan masjid ini sebagai simbol harmoni antara pembangunan fisik dan kelestarian alam.

Dengan demikian, AMDAL bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan ekologis dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Adapun potensi dampak yang ditimbulkan pembangunan Masjid Terapung: Pertama, lingkungan fisik: seperti perubahan garis pantai, sedimentasi, atau pencemaran air laut.

Kedua, ekosistem laut: seperti kerusakan habitat biota laut (karang, ikan, dan mangrove).

Ketiga, sosial masyarakat pesisir: misalnya terganggunya akses nelayan atau aktivitas tradisional

Keempat, lalu lintas wisata dan kebersihan pantai: meningkatnya jumlah pengunjung juga berdampak pada sampahdan kebisingan.

Adapun manfaat dilakukannya AMDAL; Pertama, mendeteksi potensi dampak negatif sejak awal, sehingga bisa dicegah atau diminimalkan.

Kedua, menjamin pembangunan yang berkelanjutan, karena memperhatikan aspek lingkungan, social dan budaya.

Ketiga, memberikan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa proyek ini aman dan memperhatikan ekosistem lokal.

Keempat, meningkatkan kelayakan wisata religius, karena menunjukkan bahwa lokasi ibadah ini juga ramah lingkungan.

Contoh dampak dan Upaya Pengelolaannya, Pertama, Kerusakan habitat laut. Membangun pondasi apung tanpa menggali dasar laut.

Kedua, peningkatan sampah. Menyediakan tempat sampah, sistem kebersihan rutin.

Ketiga, gangguan nelayan akses. Menyediakan jalur khusus atau waktu operasional fleksibel

Keempat, kemacetan wisatawan. Pengaturan zona parkir dan transportasi laut/ penyeberangan

Potensi Gangguan Terhadap Dinamika Sedimen Pantai

Salah satu dampak yang perlu diperhatikan dalam pembangunan Masjid Terapung di kawasan pantai adalah gangguan terhadap angkutan sedimen sejajar pantai.

Angkutan ini terjadi akibat gelombang yang datang menyerong ke arah pantai dan menggerakkan partikel pasir sepanjang garis pantai.

Ketika bangunan seperti masjid terapung menggunakan tiang pancang, maka ada potensi perubahan aliran dan distribusi sedimen.

Jika tidak dirancang dengan baik, tiang pancang dapat menghalangi pergerakan sedimen, menyebabkan penumpukan di satu sisi (akresi) dan kekurangan sedimen di sisi lainnya (abrasi).

Hal ini bisa menimbulkan kerusakan pantai di bagian hilir bangunan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian teknis seperti analisis hidrodinamika pantai dan model distribusi sedimen sebelum pembangunan dilakukan.

Selain itu desain struktur harus mempertimbangkan arah dominan arus, bentuk tiang yang memenimalkan hambatan aliran, serta kemungkinan penambahan struktur pelindung pantai jika diperlukan.

Dengan perencanaan yang matang, pembangunan Masjid Terapung dapat berjalan tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem pantai dan menjaga keberlanjutan lingkungan pantai.

Mitigasi Dampak Abrasi Akibat Gangguan Sedimen

Pantai Pariaman memiliki karakteristik angkutan sedimen sejajar pantai yang dominan dari arah selatan ke arah utara, dipengaruhi oleh arah datang gelombang dan arus dominan.

Kehadiran Masjid Terapung dengan struktur tiang pancang berbentuk persegi berpotensi menimbulkan gangguan terhadap pola alami aliran sedimen tersebut.

Tiang pancang tersebut dapat berfungsi sebagai krib permeabel, yang menyebabkan penumpukan sedimen di sisi selatan (updrift) dan kekurangan sedimen atau abrasi di sisi utara (downdrift).

Untuk mengatasi dampak negatif ini, diperlukan langkah-langkah mitigasi sebagai berikut; pertama, pemasangan struktur pelindung pantai di sisi utara, seperti: Groin: Struktur tegak lurus pantai yang berfungsi menahan pergerakan sedimen, sehingga mencegah abrasi. Kemudian, Seawall: dinding pelindung di garis pantai yang mampu menahan hempasan gelombang secara langsung, meskipun perlu diperhatikan efek pantul gelombang yang mungkin mempercepat erosi dasar.

Kedua, monitoring perubahan garis pantai secara berkala, untuk mengevaluasi efektivitas struktur pelindung dan mengantisipasi perubahaan pola sedimentasi yang mungkin terjadi.

Ketiga, studi lanjutan menggunakan pemodelan hidrodinamika atau simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD), agar desain struktur pelindung disesuaikan dengan kondisi lokal arus, gelombang, dan topografi dasar laut.

Keempat, revegetasi atau penanaman vegetasi pantai, seperti cemara laut atau pohon pantai lainnya, sebagai pelindung alami dan bentuk penguatan ekosistem.

Perencanaan Breakwater

Untuk mendukung keberlanjutan dan perlindungan struktur Masjid Terapung di Kota Pariaman, salah satu solusi teknis yang dapat diterapkan adalah pembangunan breakwater sejajar pantai di laut di bagian depan masjid.

Tujuan utama dari breakwater ini adalah untuk meredam energi gelombang, menciptakan perairan yang lebih tenang di sekitar masjid, serta mengurangi potensi abrasi yang terjadi akibat hempasan gelombang secara langsung.

Namun demikian, perencanaan breakwater harus mempertimbangkan dampak morfologi pantai, khususnya terhadap pola sedimentasi. Breakwater yang dibangun terlalu panjang dan dekat dengan garis pantai dapat menyebabkan terbentuknya tombolo, yaitu endapan sedimen yang menyambung antara struktur breakwater dan daratan.

Kondisi ini tidak diharapkan karena akan menghilangkan identitas masjid sebagai bangunan terapung. Sebagai solusi, disarankan untuk menggunakan breakwater pendek atau segmented breakwater yang dirancang dengan panjang terbatas dan berjarak cukup dari garis pantai.

Breakwater dengan karakteristik ini cenderung membentuk salient yaitu tonjolan sedimen di belakang struktur, tanpa menyatu sepenuhnya dengan daratan. Dengan demikian, perlindungan terhadap bangunan tetap terjaga, namun estetika dan fungsi terapung dari masjid dapat tetap dipertahankan.

Perencanaan breakwater sebaiknya dilakukan berdasarkan studi hidrodinamika kawasan serta pengamatan terhadap arah dominan gelombang dan angkutan sedimen.

Pendekatan ini akan memastikan bahwa struktur pelindung yang dibangun sesuai dengan karakteristik lokal, dan tidak menimbulkan dampak negatif lanjutan di sisi hilir garis pantai.

Kondisi Pembangunan Masjid Terapung Saat ini

Pembangunan Masjid Terapung ini dimulai tahun 2018 semasa Walikota Muklis Rahman dan Wakil Walikota Genius, rencananya Masjid Terapung ini sudah selesai tahun 2023.

Pembangunan Masjid Terapung ini sudah tercatat di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pariaman Tahun 2018-2023. Dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan Masjid Terapung ini sebesar 36 miliar rupiah dengan rincian Rp21 miliar pada tahun anggaran 2018 dan Rp15 miliar pada tahun anggaran 2019.

Pekerjaan yang baru diselesaikan adalah pemancangan pondasi tiang pancang, dan pembangunan terhenti sejak tahun 2019. Sebaiknya pembangunan Masjid Terapung ini tetap dilanjutkan oleh Waliota yang baru dengan mengangarkan dalam APBD Kota Pariaman, di samping itu bisa juga minta bantuan dari Negara-negara Islam melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta untuk jadi donatur dalam pembangunan Masjid Terapung ini.

Inovasi Arsitektur dan Religi

Masjid terapung di Kota Pariaman merupakan sebuah inovasi arsitektur dan religi yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat islam, tetapi juga berperan dalam meningkatkan daya tarik wisata religi di Sumatera Barat.

Namun, pembangunan masjid ini di lingkungan pantai menuntu perhatian khusus terhadap aspek teknis dan lingkungan. Analisis menunjukkan bahwa keberadaan tiang pancang pesegi sebagai pondasi masjid dapat mempengaruhi pola angkutan sedimen sejajar pantai, yang berpotensi menimbulkan endapan di sisi selatan dan abrasi di sisi utara.

Oleh karena itu, diperlukan mitigasi melalui pembangunan struktur pelindung seperti groin atau seawall. Selain itu, alternatif pembangunan breakwater pendek yang sejajar pantai juga dianjurkan upaya meredam gelombang tanpa meneyebabkan terbentuknya tombolo. Sehingga citra masjid sebagai bangunan terapung tetap terjaga.

Melalui pendekatan teknis yang tepat, didukung oleh studi hidrodinamika dan lingkungan, pembangunan masjid terapung dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

Padang, 26 April 2025

ShareTweetSendShare
Previous Post

Erick Thohir Sebut Korupsi di BUMN Bisa Ditekan Tapi Tidak Mungkin Dihilangkan

Next Post

Penguatan Perlindungan HKI, DJKI Kemenkum RI Kunjungi Tanah Datar

BeritaTerkait

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
43
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
9
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting
Artikel

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
33
Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
69
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
44
Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang
Artikel

Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

20 Januari 2026
24
Next Post
Penguatan Perlindungan HKI, DJKI Kemenkum RI Kunjungi Tanah Datar

Penguatan Perlindungan HKI, DJKI Kemenkum RI Kunjungi Tanah Datar

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,003)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,100)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,268)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,241)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,469)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,680)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,616)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,411)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,405)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,146)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
137
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
317
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
473
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
218
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
109
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
138
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
120
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
118

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In