• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mahakarya Randai III Siti Manggopoh: Persembahan Kisah Heroik Perempuan Minangkabau untuk Inspirasi Negeri

12 Januari 2025
in Artikel
Reading Time: 5min read
Views: 739
Para tokoh yang hadir saat pertunjukan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh berfoto bersama. (Foto : Sastri Bakry)

Oleh: Leni Marlina

MAHAKARYA Randai III Siti Manggopoh, yang diselenggarakan oleh Yayasan Sumbar Talenta dan Gerakan Mudo Minang (GEMUMI), berhasil memukau penonton selama dua setengah jam di Teater Gedung Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Sabtu malam (11 Januari 2025).

Dimulai pukul 19.30 WIB, pertunjukan ini mengisahkan perjuangan heroik Siti Manggopoh, seorang tokoh perempuan Minangkabau yang memimpin rakyat melawan kebijakan pajak (belasting) kolonial Belanda pada 1908.

Lihat Juga

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
33
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
30
Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

20 Januari 2026
19

Dengan sentuhan seni tradisi Minangkabau yang autentik, acara ini berhasil mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton yang hadir, termasuk para tokoh penting seperti Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Sugeng Haryono, perwakilan Duta Besar Indonesia untuk Kuwait Raden Muhammad Arif, Bupati Agam Dr Andri Warman, Penasehat Ikatan Keluarga Srikandi Manggopoh (IKSM) Jakarta Dr dr Hj Aragar Putri Deli, MRDM, SpKKLP, serta anggota DPRD Sumbar Ridwan Datuak Tumbijo yang juga Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Manggopoh.

Kisah Heroik Siti Manggopoh: Simbol Perlawanan Perempuan Minangkabau

Siti Manggopoh adalah perempuan pemberani dari Nagari Manggopoh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan penjajahan Belanda. Peristiwa heroik yang dikenal sebagai Perang Belasting bermula dari kebijakan pajak yang diberlakukan Belanda, yang memberatkan rakyat kecil dan merampas hak-hak mereka.

Sebagai seorang perempuan dengan kecerdasan dan keberanian luar biasa, Siti tidak tinggal diam. Bersama para pemimpin lokal lainnya, ia memobilisasi rakyat untuk melawan penjajah. Strategi yang direncanakan dengan matang berujung pada serangan besar terhadap pasukan Belanda pada tahun 1908.

Namun, perjuangannya tidak mudah. Setelah melakukan perlawanan yang menginspirasi banyak orang, Siti ditangkap oleh Belanda. Suaminya diasingkan ke Manado, dan ia sendiri harus menghadapi penderitaan fisik dan emosional yang mendalam. Meski demikian, semangat dan pengaruh perjuangannya tetap hidup hingga kini, menjadi warisan yang terus dikenang oleh masyarakat Minangkabau dan Indonesia.

Arti Perjuangan Siti Manggopoh untuk Perempuan Indonesia dan Tanah Air

Kisah Siti Manggopoh melampaui sekadar sejarah lokal. Ia adalah simbol keberanian dan ketangguhan perempuan Indonesia yang mampu melawan ketidakadilan, bahkan dalam kondisi yang penuh keterbatasan.

Dalam konteks saat ini, perjuangan Siti menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang politik, sosial, budaya, maupun ekonomi. Ia menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin yang visioner dan penggerak perubahan, meskipun menghadapi tantangan struktural yang signifikan.

Kisah perjuangannya juga mengingatkan kita akan pentingnya keadilan sosial dan perlindungan hak-hak masyarakat kecil. Sebagai bangsa, nilai-nilai ini harus terus dijunjung tinggi agar kita tidak melupakan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya untuk masa depan yang lebih baik.

Kisah Heroik Siti Manggopoh dalam Puisi: Inspirasi Abadi Perempuan Pejuang

Selain tercatat dalam buku-buku sejarah Indonesia, nama Siti Manggopoh juga diabadikan melalui karya sastra, khususnya dalam bentuk puisi. Sosok perempuan tangguh ini terus menjadi inspirasi bagi banyak penulis dan seniman, termasuk dalam dua puisi terbaru yang menggambarkan kepahlawanannya dengan penuh kekuatan dan keindahan.

Puisi “Siti Manggopoh: Perempuan Pejuang Tangguh” karya Leni Marlina, yang diterbitkan pada tahun 2024 di media Forum Sumbar.Com, mengangkat keberanian Siti sebagai simbol perjuangan melawan penjajahan. Leni Marlina, seorang penulis dan pendidik, dengan penuh empati dan kedalaman emosional, menggambarkan ketangguhan Siti yang tetap hidup dalam ingatan sejarah bangsa.

Sementara itu, puisi “Rinduku Pada Mande Siti Manggopoh” karya Wisye Paula Deja, yang diterbitkan pada tahun 2025 di media Suara Anak Negeri News.Com, menyajikan sisi lain dari Siti Manggopoh sebagai seorang ibu bangsa yang dirindukan. Melalui bait-bait yang penuh rindu dan penghormatan, puisi ini menekankan peran Siti sebagai simbol cinta dan pengorbanan bagi tanah kelahirannya.

Kedua penulis puisi ini, selain dikenal sebagai anggota komunitas penulis Satu Pena, anggota Komunitas Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat (PPIPM-Indonesia), juga merupakan anggota aktif Forum Siti Manggopoh, sebuah wadah yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai perjuangan Siti Manggopoh melalui karya seni dan literasi. Melalui puisi-puisi ini, kisah perjuangan Siti Manggopoh tidak hanya tetap relevan dalam konteks sejarah, tetapi juga terus menggema sebagai sumber inspirasi lintas generasi dan budaya.

Peran Siti Manggopoh terhadap Arti Kekuatan Perempuan

Siti Manggopoh tidak hanya dikenal sebagai pejuang, tetapi juga sebagai simbol kekuatan perempuan yang tangguh dan penuh cinta kasih terhadap rakyatnya. Ia menunjukkan bagaimana seorang perempuan mampu mengambil peran strategis dalam perjuangan, memimpin rakyat dengan keberanian dan kebijaksanaan.

Dalam budaya Minangkabau, perempuan memiliki peran sentral, terutama dalam struktur adat matrilineal. Namun, Siti melampaui peran tradisional tersebut dengan menjadi pemimpin dalam perlawanan fisik dan simbolis terhadap penjajah. Ia membuktikan bahwa kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kemampuan untuk menjaga tradisi dan keluarga, tetapi juga dalam keberanian untuk melawan ketidakadilan.

Semangat yang ditunjukkan Siti Manggopoh adalah refleksi dari kekuatan perempuan Minangkabau yang terkenal mandiri, berdaya, dan tangguh. Perjuangannya menginspirasi generasi berikutnya untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan, tidak hanya di Sumatra Barat tetapi juga di seluruh Indonesia.

Penampilan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh. (Foto : AWR)

Pertunjukan Mahakarya Randai: Perpaduan Seni dan Sejarah

Mahakarya Randai III Siti Manggopoh menjadi medium yang efektif untuk menghidupkan kembali sejarah perjuangan rakyat Minangkabau melalui seni tradisi. Dengan melibatkan 100 pemain—50 pemain inti dan 50 pendukung—pertunjukan ini menampilkan berbagai elemen seni, seperti:

* Tari Pasambahan dan Galombang: Sebagai penghormatan kepada penonton dan simbol penerimaan tamu dalam budaya Minang.

* Randai Kreasi dan Dendang Minang: Menampilkan dialog-dialog penuh makna yang menyampaikan kisah perjuangan dengan cara yang menghibur.

* Tari Indang dan Tari Piriang: Melambangkan kerja sama dan keindahan dalam budaya Minang.

* Silat Tradisional: Menggambarkan keberanian dan ketangkasan dalam menghadapi musuh.

Sutradara Joserizal Manua dan Joharsen bersama tim kreatif, termasuk Ketua Acara Agus Siswanto, Pengawas Andha Zulfirman, dan Pengarah Sastri Bakry, berhasil menyajikan pertunjukan yang kaya akan estetika dan penuh emosi. “Persiapan hanya tiga bulan, tetapi semangat seluruh tim membuat hasilnya begitu memuaskan,” ungkap Agus.

Apresiasi Tokoh dan Penonton

Pertunjukan ini mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak. Sugeng Haryono, Kepala BPSDM Kemendagri, menilai pertunjukan ini sebagai karya seni yang memiliki nilai edukasi tinggi. “Nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan ini sangat relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan. Karya seperti ini harus disebarluaskan ke seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ridwan Datuak Tumbijo, Ketua KAN Manggopoh, menyatakan bahwa pertunjukan ini adalah penghormatan yang luar biasa terhadap sejarah perjuangan perempuan Minang. “Judulnya saja sudah luar biasa. Mengangkat kisah perjuangan melawan penindasan oleh penjajah kolonial Belanda yang dipimpin oleh seorang perempuan. Ini adalah contoh nyata perjuangan yang heroik dan patut diwariskan kepada generasi mendatang,” katanya.

Penonton lainnya, termasuk Bupati Agam Dr. Andri Warman, juga memuji pertunjukan ini. “Saya merasa sangat bangga bahwa perjuangan Siti Manggopoh bisa diangkat kembali melalui pertunjukan yang memadukan seni dan sejarah,” ungkapnya.

Kesimpulan: Menjaga Warisan Budaya, Membangun Inspirasi untuk Negeri

Mahakarya Randai III Siti Manggopoh bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengingat akan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya bangsa. Pertunjukan ini membawa pesan mendalam tentang keberanian, keadilan, dan kekuatan perempuan yang melampaui batasan zaman.

Dengan penampilan yang memukau dan pesan yang kuat, pertunjukan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya Minangkabau kepada masyarakat modern. Gedung Perfilman Usmar Ismail yang penuh sesak hingga akhir acara adalah bukti bahwa seni tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Semoga semangat Siti Manggopoh terus hidup dan menginspirasi generasi berikutnya untuk memperjuangkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Penulir adalah LM – Forum Sumbar; PPIPM-Indonesia; Satu Pena Sumbar.com; FSM, assisted by AI

 

Leni Marlina, LM – Forum Sumbar; PPIPM-Indonesia; Satu Pena Sumbar.com; FSM, assisted by AI. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Puisi-puisi Karya Abrar Yusra, Sang Penyair Indonesia Asal Ranah Minang (III)

Next Post

Masterpiece of Randai III Siti Manggopoh: A Tribute to the Heroic Tale of a Minangkabau Woman for National and Global Inspiration

BeritaTerkait

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
33
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
30
Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang
Artikel

Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

20 Januari 2026
19
Saat Bencana Menguji Ketahanan Warga: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Gelar Aksi Nyata Beri Layanan Kesehatan di Batu Busuak
Artikel

Saat Bencana Menguji Ketahanan Warga: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Gelar Aksi Nyata Beri Layanan Kesehatan di Batu Busuak

19 Januari 2026
45
Dari Trauma ke Tawa: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Pulihkan Semangat Anak-anak Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang
Artikel

Dari Trauma ke Tawa: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Pulihkan Semangat Anak-anak Lambung Bukit Kecamatan Pauh Kota Padang

19 Januari 2026
96
Menumbuhkan Harapan dan Kepedulian Lingkungan Bersama Anak-anak Terdampak Banjir Melalui Program Ecobrick Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 4 Universitas Andalas
Artikel

Menumbuhkan Harapan dan Kepedulian Lingkungan Bersama Anak-anak Terdampak Banjir Melalui Program Ecobrick Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 4 Universitas Andalas

18 Januari 2026
101
Next Post
Masterpiece of Randai III Siti Manggopoh: A Tribute to the Heroic Tale of a Minangkabau Woman for National and Global Inspiration

Masterpiece of Randai III Siti Manggopoh: A Tribute to the Heroic Tale of a Minangkabau Woman for National and Global Inspiration

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,933)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,025)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,194)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,171)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (28,940)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,616)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,492)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,347)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,335)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,083)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
133
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
301
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
464
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
210
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
105
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
134
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
117
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
177
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
116

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In