• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Mei 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Energi Terbarukan Vs Energi Tak Terbarukan

15 Agustus 2024
in Artikel
Reading Time: 4min read
Views: 668
Energi angin, salah satu energi terbarukan yamg banyak diminati (Foto: Dok)

Oleh: Patria Subuh
(Pengamat Sosial)

ENERGI tak terbarukan (Unrenewable energy) dan energi terbarukan (Renewable energy) pada dasarnya adalah dua hal yang saling berlawanan. Perlakuan terhadap kedua jenis energi ini tentu saja berbeda. Banyak orang tidak menyadari bahwa energi tak terbarukan seperti minyak bumi yang dijuluki bahan bakar fosil pada suatu saat akan habis. Sementara energi terbarukan seperti air tawar, air laut, angin atau cahaya matahari masih membutuhkan teknologi canggih untuk bisa dimanfaatkan secara optimal.

Energi Tak Terbarukan

Lihat Juga

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
33
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
59
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
47

Energi tak terbarukan tak hanya habis dipakai tetapi juga tidak dapat digantikan oleh yang lain. Seperti misal nya minyak bumi, batubara dan gas alam, jenis energi ini tak dapat dibuat sendiri oleh manusia. Jenis energi ini hanya tersedia di lokasi tertentu dan akan habis setelah ditambang sekian lama.

Minyak bumi sebagai salah satu faktor pendukung utama transportasi, misalnya, persediaannya sangat terbatas. Hanya negara-negara tertentu saja yang memiliki deposit dalam jumlah yang cukup besar seperti Amerika Serikat dan Arab Saudi. Diagram di bawah memperlihatkan gambaran dari besaran produksi minyak di 5 negara besar di dunia.

Ranking 5 tertinggi Negara besar produsen minyak dunia Tahun 2023. (sumber:detik.com)

Dari diagram diatas tercatat bahwa pemain utama minyak terbesar di dunia sampai saat ini masih tetap dipegang oleh Amerika Serikat yang menduduki posisi teratas disusul oleh Arab Saudi di posisi kedua. Dan berturut-turut setelah itu, Rusia, Kanada dan China di posisi ke lima.

Data Tahun 2022 menunjukkan bahwa lebih kurang 55 persen dari cadangan minyak dunia berada di Kawasan Timur Tengah. Ini merupakan cerminan betapa pentingnya posisi negara produsen minyak di kawasan itu dalam menunjang percaturan ekonomi global antar negara.

Ekonomi dunia relatif masih sensitif terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak sedikit saja berdampak signifikan terhadap daya beli dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Belum lagi diikuti oleh hantu inflasi yang senantiasa mengintai-intai mengikuti kenaikan harga minyak. Sementara Teknologi hi-tech yang tidak perlu mengandalkan minyak sebagai energi penunjangnya belum mengglobal dan belum signifikan kontribusinya bagi kemajuan perekonomian dunia.

Oleh karena itu, melalui organisasi OPEC (didirikan September 1960), negara produsen minyak yang tergabung di dalamnya berusaha menjamin harga yang masuk akal dan stabil. Di samping itu juga menjaga negara anggota agar pasokan minyak ke negara konsumen lebih fair dan berkeadilan.

Untuk lebih jelasnya rincian proporsi cadangan minyak antar kawasan di dunia dapat dilihat diagram di bawah ini :

Diagram 1.Proporsi deposit minyak antar berbagai kawasan di dunia. (sumber:databoks.katadata.co.id)

Secara kasat mata terlihat negara-negara di kawasan Timur Tengah berkontribusi sebesar 55.7 % . Itu artinya lebih dari separo – dari 1,5 trilyun barel cadangan terbukti minyak di dunia sesungguhnya berada di Timur Tengah. Dalam artian sedikit saja terjadi pergolakan di kawasan ini, maka akan berdampak krusial terhadap ekonomi dunia secara keseluruhan.

Ada anekdot yang mengatakan bahwa jika minyak bumi di negara-negara produsen minyak terus menerus ditambang secara boros, maka diperkirakan seratus tahun lagi dari sekarang, cadangannya akan segera menipis. Karena itu, negara produsen yang penghasilan utamanya notabene adalah dari minyak, mau tidak mau sudah harus memikirkan secara serius diversifikasi usahanya ke bidang lain.

Di satu sisi, ekonomi negara produsen bisa dipastikan akan menciut bila cadangan minyak buminya habis karena pendapatan negara dari devisa menurun. Jika perusahaan menjadi bangkrut karena tidak ada lagi minyak yang akan ditambang, maka, sejatinya, akan berdampak pada menurunnya kemampuan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyatnya. Segala macam kegiatan dan aktivitas yang berkaitan dengan dana / anggaran rutin tentu akan terancam.

Di sisi lain, minimnya pasokan minyak ke negara konsumen menyebabkan melambatnya putaran mesin ekonomi negara bersangkutan karena industri hulu dan hilirnya yang banyak melibatkan pabrik-pabrik, kekurangan bahan bakar untuk menggerakkan industrinya. Dampaknya adalah kelesuan ekonomi, kenaikan harga barang produksi dan PHK besar-besaran.

Peranan energi tak terbarukan terutama minyak bumi sebenarnya tak dapat dilepaskan dari terjadinya Revolusi Industri di Inggris (1760-1840). Pekerjaan yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara manual, meluas ke seluruh negeri menjadi secara mekanis akibat ditemukannya peralatan bermesin, seperti mesin pabrik, mesin pertanian dan mesin yang berkaitan dengan pertambangan.

Para buruh belajar berinteraksi dengan pekerjaan yang tingkat ketergantungannya relatif tinggi pada mesin. Pekerjaan menjadi lebih mudah karena dapat dilakukan secara massal dengan ongkos produksi yang lebih murah. Pekerjaan yang dilakukan sejak dari tahap pra produksi sampai pasca produksi lebih lancar dan lebih cepat dengan sistim distribusi dan transportasi barangnya yang lebih terjamin.

Energi Terbarukan

Energi terbarukan banyak dielu-elukan sebagai energi pengganti yang sangat potensial dikembangkan dengan daya tawar tinggi sebagai alternatif bila suatu saat minyak bumi habis. Tingkat efisiensi dan efektifitas yang tinggi dan bisa dengan mudah di daur ulang kembali merupakan nilai tambah yang relatif menguntungkan bagi penggunanya. Namun pengelolaannya masih relatif sulit dan mahal.

Ketersediaan air tawar dan air laut untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik sudah banyak dikembangkan di mana-mana. Energi berbasis angin terutama dikembangkan di Eropa utara seperti di Belanda, Jerman atau Finlandia. Sedangkan Energi berbasis cahaya matahari sejak dari dulu sudah banyak digunakan antara lain di Amerika, Jepang dan Eropa.

Kebijakan pemerintah dalam pendayagunaan energi terbarukan, salah satunya ditujukan untuk mengurangi dekarbonisasi dan emisi gas rumah kaca. Kebijakan ini salah satunya dibarengi antara lain dengan mengurangi pembangunan pembangkit listrik batubara.

Salah satu cerminan kepedulian pemerintah terhadap energi terbarukan adalah banyaknya dilaksanan pembangunan pembangkit listrik dengan memanfaatkan jenis energi terbarukan, seperti air, panas bumi, bio energi, tenaga surya, tenaga angin dan tenaga hibrida.

Besaran peningkatan kapasitas pembangkit listrik dalam ekosistem energi terbarukan dapat dilihat pada diagram di bawah ini :

Diagram 2. Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru Terbarukan (PLT EBT) Tahun 2021 (Sumber : renewableenergy. id)

Terlihat dari diagram di atas, energi tenaga air (6.601,9 mW) paling banyak dimanfaatkan daripada tenaga surya (200, 1 mW) atau tenaga angin (154,3 mW). Selain keberadaannya yang melimpah, energi tenaga air lebih mudah membuat, memanfaatkan dan mengelolanya. Selain itu energi ini risiko pencemaran lingkungannya sangat rendah bahkan hampir tanpa risiko.

Kebijakan penggunaan energi yang proporsional dan ramah lingkungan, pada gilirannya akan menyelamatkan lingkungan dari berbagai krisis. Generasi selanjutnya akan mewarisi keberlanjutan pembangunan yang meliputi semua sektor tanpa harus mengeluarkan banyak pengorbanan. Untuk itu perlu kehati-hatian dan kejujuran semua pihak dalam menentukan apa saja jenis energi yang akan dikelola bersama. *)

(Catatan : Disusun dari berbagai sumber)

 

Patria Subuh, Pengamat Sosial. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Resmi Dilantik Sebagai Pj Gubernur Riau, Rahman Hadi Beberkan Berbagai Program Prioritas

Next Post

Mahasiswa KKN Unand Lakukan Sosialisasi Metode Pertanian Ramah Lingkungan dan Pemberian Biosaka pada Petani

BeritaTerkait

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
33
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
59
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
47
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting
Artikel

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
41
Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
75
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
50
Next Post
Mahasiswa KKN Unand Lakukan Sosialisasi Metode Pertanian Ramah Lingkungan dan Pemberian Biosaka pada Petani

Mahasiswa KKN Unand Lakukan Sosialisasi Metode Pertanian Ramah Lingkungan dan Pemberian Biosaka pada Petani

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,308)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (35,568)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,532)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,663)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,617)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,439)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (30,484)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (29,410)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,034)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (26,150)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
165
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
343
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
493
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
233
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
148
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
129
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
127

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In