• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Juni 1, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Dampak Bom Atom dalam Perang Dunia II

5 Agustus 2024
in Artikel
Reading Time: 3min read
Views: 768
Kerusakan akibat bom di Hirosima dan Nagasaki. (Foto : Dok)

Oleh: Patria Subuh
(Pengamat Sosial)

TANGGAL 6 dan 9 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah yang tak pernah terlupakan bagi masyarakat dunia, terutama bagi Bangsa Jepang. Hari itu menjadi mimpi buruk (nightmare) yang amat menakutkan bagi penduduk Hiroshima dan Nagasaki.

Dalam hitungan menit saja, puluhan ribu penduduk kota itu tercerabut seketika dari rutinitas hidupnya akibat meledaknya bom atom yang sangat mematikan (lethal) dan merusak (destructive).

Lihat Juga

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
15
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
21
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
17

Di hari naas tersebut, pesawat B.29 Superfortress milik USAAF Amerika Serikat yang dipiloti oleh Kolonel Paul W Tibbets Jr, menjatuhkan bom atom yang berkode sandi “Little Boy” dan “Fat Man”, yang mengandung sekitar 64 kg zat Uranium 235 yang sudah diperkaya- berkekuatan 15 dan 20 kiloton TNT – berhasil dalam sekejap meluluhlantakkan Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Bom ini sengaja digunakan oleh Tentara Amerika Serikat untuk lebih menyederhanakan dan mempersingkat waktu perang yang berlarut- larut, menyita waktu dan sumber daya.

Pengeboman tersebut menghasilkan efek jangka panjang yang massif bagi bangsa Jepang dan seluruh dunia serta segera mengubah jalannya teater sejarah perang Dunia II. Diperkirakan 40.000 orang di Hiroshima dan 70.000 orang di Nagasaki meninggal seketika akibat luka bakar hebat, keracunan serius dan radiasi bom atom.

Puluhan ribu orang lainnya mengalami cedera dan penyakit mutasi genetik yang parah bertahun-tahun setelah bom meledak. Sementara mereka yang bertahan hidup menderita penyakit akibat terpapar radiasi akut seperti sesak napas, kulit melepuh, kerusakan gen DNA dan leukemia (kanker darah).

Perang dunia II antara Jepang dan Sekutu (Allied Force) sesungguhnya tidak hanya dipicu oleh serangan tiba-tiba armada Jepang ke Pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii (7 Desember 1941). Namun hal ini juga disebabkan oleh keinginan bangsa Jepang untuk menganeksasi sebagian wilayah Asia lainnya (seperti Korea, Cina, Myanmar, Kamboja, dan Indonesia) antara 1937 sampai 1945, dalam rangka menemukan sumber daya alam (natural resources) untuk memenuhi kebutuhan industrinya yang semakin meningkat.

Jepang notabene tidak memiliki cadangan deposit sumber daya yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri dasarnya (seperti besi, baja, tembaga, aluminium, dll) sehingga untuk menggerakkan industrinya itu mereka terpaksa mencarinya ke negara lain.

Di samping itu, jumlah penduduk yang meningkat secara signifikan membuat negara itu mengalami kelebihan kapasitas dan mulai melirik negara lain yang memiliki sumber daya untuk menunjang industrinya.

Restorasi Meiji (Meiji – Ishin /1866-1869 M) yang menandai dimulainya reformasi oleh Bangsa Jepang merupakan salah satu penyebab kejatuhan Shogun Tokugawa (1603-1808 M) pada awal kebangkitan Jepang menjadi negara industri.

Restorasi ini menyebabkan restrukturisasi besar-besaran pada bidang politik, sosial, ekonomi, militer dan budaya Jepang, yang berlanjut hingga ke awal zaman modern.

Sebagai seorang Daimyo, Tokugawa Ieyasu (1543 – 1616 M) berhasil memerintah Bangsa Jepang melalui berbagai macam penaklukan-penaklukan lokal atas restu kaisar.

Ia, bersama dengan Toyotomi Hideyoshi dan Oda Nobunaga adalah salah satu dari tiga pemersatu Bangsa Jepang yang disegani oleh rakyatnya. Mereka bertiga ikut andil membawa bangsa Jepang menjadi bangsa yang disegani di dunia atas pencapaiannya menjadi negara maju di Asia.

“Negara Makmur, Militer Kuat” (富国強兵, fukoku kyōhei). Slogan inilah yang menumbuhkan ambisi Jepang yang agresif untuk secara bertahap menguasai negara – negara di sekitarnya kecuali Rusia di Utara dan India di Asia Kecil, selama perang Dunia II (1939 – 1945 M) yang menghasilkan begitu banyak kesengsaraan itu.

Banyak terjadi kasus pelanggaran hak asasi manusia, kerja paksa dan pelecehan seksual yang merendahkan harkat dan martabat bangsa yang dijajah.

Jepang tumbuh menjadi negara militer aristokratik yang terus melebarkan sayapnya sampai ke wilayah Indochina dan Asia Tenggara. Hampir seluruh wilayah itu berada dalam genggamannya. Kontrol dilakukan secara ketat melalui penguasaan lembaga-lembaga negara terkait yang dianggap penting dan strategis.

Perang Asia Timur Raya yang meluas di Asia sampai ke pulau-pulau kecil di Samudra Pasifik sungguh sangat menguras energi Bangsa Jepang. Setelah 4,5 tahun berperang, situasi tiba-tiba berbalik arah pada kekalahan demi kekalahan di front depan.

Tentara Sekutu yang semakin berpengalaman merangsek maju dalam perang paling berdarah duel satu lawan satu (man to man fighting) di medan tempur seperti Guam, Iwo Jima dan pulau-pulau kecil lainnya di Pasifik dalam “Operation Detachment” yang dipimpin oleh Raymond A Spruance, dkk.

Pada tanggal 2 September 1945, di atas kapal perang USS Missouri yang lego jangkar di Teluk Tokyo, Jepang akhirnya menandatangani perjanjian tertulis tentang penyerahan diri yang menandai berakhirnya permusuhannya dengan Sekutu dalam perang Dunia II.

Instrumen penyerahan diri tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar negeri Jepang waktu itu, Mamoru Shigemitsu atas nama kaisar Jepang Hirohito, dan Jendral Douglas Mc. Arthur, Panglima tertinggi armada perang sekutu untuk wilayah Pasifik Barat Daya.

Uraian singkat di atas hanya merupakan sedikit ringkasan dari kisah yang sebenarnya terjadi pada perang Dunia II. Esensi utama dari cerita ini sesungguhnya adalah bagaimana “hukum karma” dapat berlaku terhadap sebuah bangsa yang dengan semena-mena memerangi bangsa yang lebih lemah. Karma itu dapat dialami langsung dengan memakai tangan bangsa lain (Tentara Sekutu) yang lebih kuat dan terlatih.

Tidak salah kalau pepatah Jawa mengatakan : “Crah agawe bubrah, rukun agawe santosa”, (permusuhan membuat rusak, rukun membuat sentosa) yang artinya adalah Permusuhan yang timbul akan mengakibatkan kerusakan, sementara kerukunan membentuk kesentosaan. #43

(Disusun dari berbagai sumber)

 

Patria Subuh, Pengamat Sosial. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dukungan Masyarakat Dharmasraya untuk Annisa Suci Ramadhani Jadi Bupati Semakin Menyala

Next Post

Peduli Budaya dan Kesenian, Gebu Minang Dukung Acara “Mengenang Sang Legenda Chairul Harun”

BeritaTerkait

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk
Artikel

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
15
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking
Artikel

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
21
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?
Artikel

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
17
ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

ASI Eksklusif, MPASI, dan Probiotik Dadih: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini

16 April 2026
37
Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
65
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
56
Next Post
Peduli Budaya dan Kesenian, Gebu Minang Dukung Acara “Mengenang Sang Legenda Chairul Harun”

Peduli Budaya dan Kesenian, Gebu Minang Dukung Acara "Mengenang Sang Legenda Chairul Harun"

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,230)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,425)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,680)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,134)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,815)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,047)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,763)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,371)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,803)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,165)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
355
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In