Oleh: Dr Drs Khairil Anwar, MSi
//forumsumbar//
GENERASI MUDA Andaleh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, yang tergabung dalam berbagai lembaga di nagari, seperti Karang Taruna, Pokdarwis, Posyantek, dan Sanggar Seni bertekad menjadikan Andaleh sebagai Nagari Wisata.
Walaupun Nagari Andaleh sudah terkenal dengan bunga, namun belum memiliki aura sebagai destinasi wisata.
Tekad generasi muda Andaleh itu didukung oleh Bundo Kanduang, Niniak Mamak, dan Pemerintah Nagari Andaleh.
Tim Pengabdian Membantu Membangun Nagari LPPM Universitas Andalas (Unand) yang diketuai oleh Dr Drs Khairil Anwar, MSi, dengan beberapa anggota dosen terdiri atas Dr Ir Erigas Eka Putra, MSc, Prof Dr Oktavinus, MHum, Dr Elvira Luthan, SE, Akt, serta mahasiswa S2 Bioteknologi: Drh Varhanno Khallifatul Khanh, S1 Teknik Lingkungan: Vitrya Qurratu AK, S1 Ilmu Hukum: Aufa Fikhriah, mengadakan pertemuan dalam rangka Penguatan Kelembagaan Nagari yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 14 November 2021 di Nagari Andaleh.
Dalam pertemuan itu, Tim Pengabdian LPPM Unand bersedia menampung dan siap untuk mendampingi semangat partisipatif generasi muda Andaleh yang bertekad membangun nagari berbasis wisata secara berkelanjutan.
Nagari Andaleh memiliki potensi sumber daya alam yang lengkap sebagai sebuah Nagari Wisata, dimana terdapat suasana pertanian dan view areal persawahan bertingkat dengan latar Danau Singkarak, air terjun, penangkaran rusa, hutan yang asri, perkebunan, dan tatanan sosial budaya yang mendukung.
Potensi ini belum digarap sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Nagari Andaleh, yakni menjadi destinasi wisata yang berdampak baik bagi seluruh aspek kehidupan di Nagari Andaleh, karena mengharuskan nagari jadi bersih, rapi, indah, aman, dan masyarakat memiliki keramahan dalam menerima tamu yang datang.
Di samping itu mendorong tumbuhnya berbagai industri kreatif, seperti usaha cendramata, kuliner dan kafe, pertunjukan seni tradisi dan budaya, paket dan perjalanan wisata, camp wisata, eduwisata, dan berbagai pelayanan wisata yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.
Tentu saja seluruh lapisan masyarakat harus memiliki kesiapan untuk menerima tamu tersebut, seperti sikap ramah tamah berbasiskan budaya Minangkabau
Ketua Karang Taruna Andaleh, Alfony menyampaikan, dimana selama ini “rumah nampak pintu ndak tantu“. Maksudnya masyarakat di nagari mengetahui sumber daya alam itu, tetapi tidak tahu dari mana akan memulai.
Oleh karena itu, Alfony merasa bangga Nagari Andaleh terpilih dan menyambut gembira kedatangan Tim Pengabdian LPPM Unand membantu membangun nagari.
Alfony berharap tim dapat melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Dan hal itu diaminkan oleh Y Dt Singkuto, Sekretaris Nagari Andaleh.
Dalam rangka mewujudkan tekad generasi muda tersebut, Tim Pengabdian LPPM Unand akan melaksanakan lima kegiatan pendampingan berkelanjutan dalam masa akhir tahun ini, yakni membangun branding nagari wisata, bimbingan teknis kepemimpinan Minangkabau, pembuatan paket wisata, pembuatan aneka cendramata wisata, dan hospitallity.
Kegiatan pengabdian ini merupakan kelanjutan hasil pendataan dan analisis potensi dan kelemahan Nagari Andaleh di masa pademi Covid-19 pada tahun 2020 yang lalu. *)
Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas






















