JAKARTA, forumsumbar —Disinformasi mengenai Covid-19 telah membuat panic bullying di tataran masyarakat luas sehingga itu informasi publik satu pintu harus dilkukan penguatan.
Meniadakan disinformasi ini Komisi Informasi (KI) Pusat gandeng RRI Pro3 untuk syiarkan dengan berbagai narasumber kompeten untuk eksis informasi publik di saat pandemi covid-19.
”Sudah dua kali berlangsung live talk show, bergantian pak komisoner KI Pusat tampil, mereka tumpahkan pencerahan dengan berbagai narasumber kompeten lain dihadirikan RRI Pro3,” ujar Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat KI Pusat Sukarni Lestari, Jumat (15/5).
Terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 termasuk dampak penanganannya untuk sektor kehidupan lain, tidak salah informasi yang mengakibatkan kepanikan dan tanda tanya oleh masyarakat segera disikapi.
“Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang berhubungan dengan Covid-19 dalam rangka penyelamatan manusia dan ekonomi nasional menjadi satu masalah yang menjadi perhatian bersama masyarakat luas,” ujar Komisoner KI Pusat Cecep Suryadi.
Sementara itu menurut Komisioner KI Pusat Arif Adi Kuswardono, penyampaian informasi jangan lepas dari akurasi data/informasi maupun berita tentang Covid-19.
”Hal ini menjadikan akurasi dan kepastian terhadap data/informasi maupun berita apapun terkait Covid-19 sangat bernilai penting. Dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada beberapa daerah yang mengharuskan warganya untuk membatasi aktivitas dan interaksi sosial di luar rumah, menjadikan berbagai sumber informasi yang resmi sebagai andalan untuk memantau perkembangan yang ada sekaligus referensi dalam mengambil keputusan,” ujarnya.
Pemberlakuan PSBB harus dibarengi dengan penyediaan informasi yang akurat dan cepat serta tepat terutama terkait dengan kebijakan-kebijakan maupun bantuan pemerintah bagi warga yang berdampak.
Keterkaitan ketersediaan, kebenaran serta kepastian informasi mengenai Covid-19, kata Cecep, menjadi satu peran dari KI Pusat dalam melaksanakan tugas pada keberlangsungan Keterbukaan Informasi Publik khususnya yang berhubungan dengan layanan informasi publik dasar dan khusus terkait pandemik Covid-19 harus tetap berlangsung.
Menurut Sukarni Lestari talkshow di RRI Pro 3 Jakarta
Jl. Medan Merdeka Barat No. 4-5, lantai 7 selain Arif Adi Kuswardono hadir Raditya Jati (Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB).
”Pola informasi publik dibangun Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 cukup mampu menyeimbangi pemberitaan yang tidka jelas akurasinya. Adanya keterangan pers Gugus Tugas Nasional menurut saya menjadi yang dipercaya rakyat Indonesia,” ujar Arif.
Sementara yang dihebohkan penanya talkshow terkait bantuan sosial, Arif memastikan pendataan dan daftar nama penerima adalah informasi publik terbuka.
”Berbagai badan publik pengelola bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) dampak Covid-19 silahkan berakselarasi membuka data penerima bansos, kawan komisioner KI di daerah juga berikan supervisi terkait transparansi bantuan sosial ini,” ujar Arif.
(Rel/KI)






















