• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Oktober 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Antara Pameran Modern dan Karya Purba yang Aesthetic

15 Oktober 2026
in Seni
Reading Time: 4min read
Views: 90
Fading”, karya Tsai Yu Han. (Foto : Irawan Winata)

Oleh : Irawan Winata
(Penulis dan Praktisi Seni)

SAYA tertegun ketika berkunjung ke acara “The Arby Samah Internasional Sculpture Redidency And Exhibition”, Padang 8-14 Oktober 2026 di Gallery Taman Budaya Sumatera Barat. Saya seolah di bawa ke zaman purba dengan melihat karya yang di berikan sentuhan keindahan oleh Tsai Yu Han.

Karya yang terlihat seperti keramik/tanah liat ini berjudul “Fading” (2020), karya ini seperti ingin memperlihatkan bentuk organik yang menyerupai bagian kepala hewan purba atau mahkluk endemik, khususnya bentuk paruh kuat menyerupai burung Rangkong (hornbill) atau bagian tengkorak mamalia/reptil yang memanjang dengan fokus mata melingkar atau bahkan bisa jadi tapir.

Lihat Juga

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

15 Oktober 2026
17
Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

15 Oktober 2026
28
Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman

Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman

15 Oktober 2026
18

Kepala hewan yang tergeletak pasif tanpa tubuh memberi kesan sebuah relik, fosil, atau spesimen arkeologis. Ini melambangkan sisa-sisa eksistensi dari spesies yang rapuh dan terancam terhapus dari peradaban.

Sedangkan goresan warna putih yang tampak mengelupas, meluncur, atau menutupi permukaan tanah liat cokelat di bawahnya secara tidak merata menciptakan efek visual “pemudaran” (fading).

Goresan-goresan warna putih dan cokelat tanah yang saling mengikis memvisualisasikan proses erosi, bagaimana jejak kehidupan, identitas dan pigmen alami fauna perlahan pudar terkikis waktu maupun destruksi habitat.

Ada kontras dramatis antara warna mata yang bernuansa jadite/celadon hijau kebiruan dengan dominasi warna tanah kusam di sekitarnya. Mata hijau yang jernih ini seolah menjadi seperti sisa kesadaran atau tatapan terakhir yang membeku sebelum kepunahan total menjemput.

Dan pada permukaan patung ini memperlihatkan artikulasi tekstur yang kaya dan berlapis. Seniman nampak seperti memanfaatkan karakter alami tanah liat dengan teknik goresan, guratan kasar, dan lelehan.

Kasar dan berpori pada agian belakang/punggung kepala berstruktur berbenjol-benjol dan retak-retak yang menyerupai tekstur kulit reptil, sisik keras, atau batuan karang.

Serta dapat goresan garis-garis seperti organik pada bagian samping paruh/moncong, terdapat torehan garis-garis sejajar dan goresan pahatan melintang yang memberi dinamika serat, mirip seperti tekstur tulang, kayu lapuk, atau bulu yang telah terfosilisasi.

Lelehan warna putih yang mengkilap menyelimuti bagian tertentu, menciptakan kontras tekstur antara bagian basah/licin dan permukaan tanah bertekstur kasar di sela-sela lekukan.

Berbeda dengan pengelompokan dan skema warna, penggunaan warna pada karya ini sangat terkontrol dan terfokus pada nada-nada bumi.

Kelompok warna utama cokelat terakota, cokelat oker, dan krem tanah liat alami. Warna-warna ini memberikan identitas material bumi yang mentah, hangat, dan purba.

Kelompok Warna Putih kapur, warna putih ini bertindak sebagai lapisan luar yang menutup, memberi efek kepudaran, pembekuan, atau pembentukan lapisan garam/fosil.

Kelompok warna fokus hijau pirus pada ornamen mata. Pengelompokan warna ini sangat cerdas dengan menempatkan warna dingin yang kontras di tengah dominasi warna hangat, perhatian pengamat secara instan akan tertuju pada titik fokus mata patung.

Tsai Yu Han seperti mengeksplorasi medium keramik untuk menyampaikan kritik ekologis yang puitis. Melalui manipulasi tekstur tanah yang digores kasar dan kombinasi glazur putih yang luntur melintasi warna terakota, karya ini tidak hanya menjadi objek estetis, melainkan sebuah monumen peringatan sunyi atas kepunahan makhluk hidup yang perlahan memudar dari bumi.

Melalui “Fading”, Tsai Yu Han berhasil menerjemahkan kegelisahan zaman ke dalam medium tanah liat. Karya ini menegaskan bahwa jika manusia modern terus mengabaikan tanggung jawab ekologisnya, maka apa yang tersisa dari keanekaragaman satwa di bumi kelak hanya akan menjadi bentuk-bentuk “kepudaran” artifisial sebuah artefak sunyi di galeri seni yang mengingatkan kita pada makhluk-makhluk luar biasa yang pernah ada, namun gagal kita selamatkan.

Berikut adalah penyuntingan tulisan Anda dengan alur human interest yang lebih mengalir, hangat, sekaligus tetap tajam secara kritis. Pengulangan struktur dikurangi, transisi antarparagraf disatukan secara natural, dan poin-poin teknis warna/tekstur dilebur langsung ke dalam narasi puitis:

Langkah kaki saya terhenti, tertegun di tengah keriuhan perhelatan The Arby Samah International Sculpture Residency and Exhibition di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat. Di sana, sebuah karya membawa saya melompati waktu, seolah terlempar jauh ke zaman purba. Adalah Tsai Yu Han, seniman yang berhasil memberikan sentuhan keindahan sekaligus bisikan puitis yang mengerutkan dahi lewat karya keramiknya yang berjudul Fading (2020).

Karya tanah liat ini mewujud dalam bentuk organik yang ganjil namun familier. Ia tampak seperti potongan kepala hewan purba atau makhluk endemik mengingatkan pada paruh kokoh burung Rangkong, tengkorak mamalia memanjang, hingga siluet tapir. Tergeletak pasif tanpa tubuh, kepala itu menjelma menjadi sebuah relik, fosil, atau spesimen arkeologis. Ada kesan getir yang menyeruak, ia adalah sisa-sisa eksistensi dari spesies rapuh yang perlahan terhapus dari peradaban manusia.

Kegetiran itu semakin kuat saat kita mengamati sapuan visualnya. Goresan warna putih kapur tampak mengelupas, meluncur, dan mengikis permukaan tanah liat cokelat terakota di bawahnya. Efek erosi yang begitu organik ini memvisualisasikan bagaimana jejak kehidupan, identitas, dan pigmen alami fauna dipaksa memudar oleh sang waktu dan kepungan destruksi habitat.

Namun, titik yang paling menahan napas adalah bagian matanya. Di tengah dominasi warna tanah yang mentah dan kusam, Tsai Yu Han secara cerdas menanamkan warna hijau pirus (jadite/celadon) yang dingin dan jernih. Kontras dramatis ini seolah menjadi sisa kesadaran terakhir, sebuah tatapan jernih yang membeku pasrah sebelum kepunahan total menjemput.

Menyentuh tatapan itu terasa kian emosional berkat artikulasi teksturnya yang kaya dan berlapis. Lewat teknik goresan (incising), guratan kasar, dan lelehan glaze, permukaan patung ini menghidupkan karakter tanah liat yang liar. Punggung kepalanya terasa kasar berbenjol menyerupai sisik reptil atau batuan karang, sementara torehan garis-garis sejajar di sisi moncongnya memberi dinamika serat mirip tulang lapuk atau bulu yang telah memfosil. Di sela-sela lekukan kasar itu, lelehan putih mengkilap hadir memberi lapisan basah yang memikat.

Lewat Fading, Tsai Yu Han tidak sekadar memamerkan keterampilan mengolah medium keramik, melainkan sedang menyampaikan kritik ekologis yang amat puitis. Manipulasi tekstur dan paduan nada bumi ini berdiri sebagai monumen peringatan sunyi atas kepunahan makhluk hidup yang terus mengintai.

Karya ini berhasil menerjemahkan kegelisahan zaman ke dalam bongkahan tanah liat. Ia menegaskan pesan tajam bagi kita semua: jika manusia modern terus mengabaikan tanggung jawab ekologisnya, maka keanekaragaman satwa di bumi kelak hanya akan menjadi artefak sunyi di galeri seni. Sebuah “kepudaran” artifisial yang meratapi makhluk-makhluk luar biasa yang pernah ada, namun gagal kita selamatkan. *)

 

Irawan Winata, Penulis dan Praktisi Seni. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman

Next Post

“Kasih Ibu Sekeras Batu”

BeritaTerkait

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”
Seni

“Mengheningkan Cipta Bersama Rubah Kayu dari Slovakia”

15 Oktober 2026
17
Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam
Seni

Awan yang Terperangkap, Ratapan Alam dalam Bingkai Besi Hitam

15 Oktober 2026
28
Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman
Seni

Dari Kawat Menjelma Seni, Ironi Keterasingan di Tengah Kemajuan Zaman

15 Oktober 2026
18
“Metamorfosis Cita, Cinta dan Harmoni Ekologi dalam Karya Totok Basuki”
Seni

“Metamorfosis Cita, Cinta dan Harmoni Ekologi dalam Karya Totok Basuki”

15 Oktober 2026
14
Next Post
“Kasih Ibu Sekeras Batu”

"Kasih Ibu Sekeras Batu"

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,122)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,029)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,344)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,036)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,492)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,487)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,955)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,439)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,710)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,785)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
210
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
443
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
528
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
265
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
186
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
158
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
226
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
163

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In