
Oleh: Muhammad Najmi
“SESUNGGUHNYA Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11)
Hidup adalah perjalanan panjang menuju cahaya. Setiap langkah yang kita ambil membentuk siapa kita di hadapan Allah. Ada saatnya kita terjebak dalam kebiasaan yang menyesakkan hati—kebiasaan buruk yang diam-diam menjauhkan kita dari-Nya. Namun, kasih sayang Allah tak pernah kering bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Tidak ada yang terlalu jauh untuk didekap kembali oleh rahmat-Nya, selama ada tekad untuk berubah dan hati yang tulus ingin membaik.
Mengubah kebiasaan buruk menjadi baik bukan perkara sekejap mata. Ia butuh kesabaran dan keikhlasan. Ibarat mentari yang perlahan menyingsing di ufuk timur, cahaya kebaikan akan menyapu kegelapan jika kita mulai dengan langkah kecil yang penuh niat. Hari ini, mungkin kita merasa sulit meninggalkan kebiasaan buruk—ucapan yang menyakiti, waktu yang terbuang sia-sia, atau hati yang enggan memaafkan. Namun, setiap niat baik adalah pintu menuju cahaya yang lebih besar.
Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa perubahan sejati berawal dari dalam hati. Jika hati kita bergetar menginginkan kebaikan, Allah pasti membukakan jalan. Sebab, Dia lebih dekat daripada urat leher, menyaksikan setiap niat dan usaha kita. Maka, jangan takut memulai. Setiap detik yang kita gunakan untuk melawan kebiasaan buruk adalah bukti cinta kita kepada-Nya.
Bayangkan jika hari ini kita memulai satu kebiasaan baik—membiasakan dzikir di pagi hari, melapangkan maaf untuk orang lain, atau menahan amarah yang selama ini mudah menyala. Kebiasaan kecil itu, bila dirawat setiap hari, akan menjadi jalan yang membimbing kita menuju ketenangan. Karena pada akhirnya, Allah-lah yang membolak-balikkan hati, dan Dia akan meneguhkan hati yang menginginkan kebaikan.
Meninggalkan kebiasaan buruk bukan berarti kita tak pernah gagal. Akan ada jatuh-bangun dalam perjalanan ini. Namun, selama hati kita tetap terarah kepada-Nya, Allah tidak akan membiarkan kita tersesat. Karena dalam setiap perjuangan meninggalkan keburukan, ada pahala yang menanti. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad)
Maka, beranilah melangkah menuju cahaya. Jangan biarkan masa lalu mengikat langkahmu. Berserahlah kepada-Nya, dan percayalah, setiap usaha yang engkau lakukan untuk berubah takkan pernah sia-sia. Sebab di balik setiap perubahan menuju kebaikan, ada cinta Allah yang menanti untuk memelukmu lebih erat.
Hari ini, mari kita bisikkan dalam do’a-do’a kita di waktu Subuh: “Ya Allah, bimbinglah hati ini untuk meninggalkan apa yang tidak Kau ridai, dan kuatkan langkahku untuk memulai apa yang Kau cintai. Jangan biarkan aku sendiri dalam perjalanan ini, karena tanpa-Mu, aku tak mampu berubah.”
Karena di akhir perjalanan, yang terindah bukanlah seberapa jauh kita melangkah, tetapi seberapa tulus kita menuju-Nya. Mari tinggalkan gelap yang menyesakkan, dan jemput cahaya yang menenangkan.
Muhammad Najmi
“Semesta mengalirkan kebaikan, keberkahan, keajaiban, dan kemakmuran bagi hati yang suci, ikhlas, dan yakin.” *)
























