
Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) “Persahabatan”
/1/
Jejak di Bukittinggi
Oleh: Leni Marlina
Kita seperti dua penjelajah pemula di Bukittinggi yang penuh lekukan, menyusuri jejak di Lembah Ngarai Sianok yang dalam.
Kau di satu sisi lembah, aku di sisi lain, namun puncak Gunung Singgalang memandang kita bersama.
Kawanku, kabut pagi menyelubungi, mengaburkan pandangan, tapi hatiku tahu ada tanganmu di balik awan.
Jejak kita takkan pernah pudar di bebatuan Bukittinggi ini, di jalan setapak yang menyimpan kisah kita yang tak lekang waktu.
Bukittinggi, Sumbar, 2000
/2/
Debur Ombak di Pariaman
Oleh: Leni Marlina
Kawanku, meski kita terpisah oleh samudra, ombak Pantai Gandoriah di Pariaman tetap membawa pesanmu.
Kau adalah debur yang menghantam karang, aku pasir yang selalu menantimu kembali.
Di setiap pasang dan surut, kita saling berbisik seperti rahasia yang tersembunyi dalam irama laut.
Persahabatan kita adalah laut yang tak berbatas, tak pernah hilang, meski badai datang menghampiri.
Pariaman, Sumbar, 2001
/3/
Bunga di Lembah Harau
Oleh: Leni Marlina
Persahabatan kita seperti bunga liar di Lembah Harau, tumbuh di celah bebatuan karst yang menjulang.
Meski jarak membentang luas seperti gurun, aku tahu akar kita menembus tanah yang sama, mencari aliran air kehidupan di antara cadas.
Di bawah terik yang menyengat, kau tetap mekar, memperlihatkan kekuatan di balik kelembutan kelopakmu. Dua bunga di tanah yang berbeda, namun tetap menyatu di alam lembah Harau.
Padang, Sumbar, 2002
4/
Cahaya Rembulan di Sawahlunto
Oleh: Leni Marlina
Di kota tambang tua Sawahlunto yang diselimuti malam, kau adalah rembulan yang memantulkan cahayanyaz di atas bukit batu.
Meski kita terpisah oleh gelap yang pekat, sinarmu menerobos, menembus waktu dan jarak.
Di setiap malam hening yang mencekam, aku tahu kau ada di sana, di atas langit yang sama.
Persahabatan kita seperti cahaya rembulan, menyala, bahkan di tengah kelamnya malam Sawahlunto.
Padang, Sumbar, 2004
/5/
Angin di Puncak Lawang
Oleh: Leni Marlina
Kau seperti angin yang menyapa di Puncak Lawang, menerpa wajahku dengan lembut, memberiku semangat.
Di setiap langkah mendaki bukit, aku merasakan kehadiranmu, menghembuskan keberanian untuk melangkah lebih tinggi.
Angin ini membawa cerita kita dari tempat yang jauh, berdesir di antara pohon-pohon tebu yang menjulang.
Kita adalah dua sahabat pengembara di tempat yang berbeda, namun angin Puncak,Lawang ini selalu menyatukan kita di udara yang sama.
Padang, Sumbar, 2004
/6/
Awan di Langit Danau Maninjau
Oleh: Leni Marlina
Sahabat, kita seperti dua awan yang terapung di atas Danau Maninjau, bergerak bebas, namun selalu bertemu di langit yang sama.
Kau di ujung danau, aku di ujung lainnya, membentang, namun tetap berbagi keindahan yang sama.
Meski angin kadang mengubah bentuk kita, langit Maninjau ini selalu menyatukan pandangan kita.
Persahabatan kita adalah hamparan awan yang tak berbatas, selalu hadir, melayang di atas danau dengan tenang.
Padang, Sumbar, 2003
/8/
Desir Sungai Batang Anai
Oleh: Leni Marlina
Persahabatan kita mengalir seperti Batang Anai, sungai yang tak pernah berhenti meski dihantam badai.
Kau mungkin berada di hulu, aku di hilir, tapi kita tetap bagian dari arus yang sama.
Air yang mengalir membawa pesan tak terlihat, menghubungkan hati meski tak saling menyentuh.
Di setiap lekukan dan arus deras, kita adalah dua aliran yang tak pernah kehilangan tujuan.
Padang, Sumbar, 2003
/8/
Sinar Matahari di Pantai Air Manis
Oleh: Leni Marlina
Di Pantai Air Manis, sinar matahari mengingatkanku padamu, hangatnya mengusap pasir, seolah menggenggam tangan kita.
Kawan, kau mungkin jauh di horizon lain, tapi kehangatanmu tetap terasa di sini, seperti ombak yang menyapa.
Setiap pagi, sinarmu kembali tanpa pernah terlambat, mencerahkan hari meski kita tak lagi bertatap muka.
Kita adalah dua sinar matahari yang menyinari pantai berbeda, namun bersama menciptakan kehangatan yang sama di hati.
Padang, Sumbar, 2005
/9/
Rintik Hujan di Padang Panjang
Oleh: Leni Marlina
Masih ingatkah kau Padang Panjang yang sejuk, hujan turun bagai rindu yang tak terucap.
Kau adalah rintik yang jatuh pertama, aku rintik yang menyusul kemudian.
Setiap tetes membentuk aliran, menyatu di tanah basah, menyampaikan pesan yang tak bisa diucapkan dengan kata.
Meski kita terpisah oleh badai kehidupan, hujan ini tetap menyatukan kenangan yang tersimpan dalam tanah.
Kita adalah dua tetes di hujan yang sama, jatuh di tempat berbeda, tapi selalu kembali pada akar persahabatan.
Padang Panjang, Sumbar, 2003
/10/
Langkah Kaki di Jam Gadang
Oleh: Leni Marlina
Kawanku, meski kau tak lagi di sini, langkahmu tetap terasa di Jam Gadang.
Di setiap suara jam yang berdentang, aku mendengar jejak kita bersama.
Kau mungkin telah melangkah jauh, meninggalkan kota ini, tapi kita tetap berbagi waktu yang sama, seperti detak jam di puncaknya.
Setiap denting adalah doa yang kubisikkan untukmu, mengiringi langkahmu di mana pun kau berada.
Kita adalah dua waktu yang tak pernah berhentis berdetak, selalu terhubung, meski jarak dan waktu memisahkan.
Bukittinggi, Sumbar, 2005
Catatan
Kumpulan puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2000-2005, ketika penulis kuliah di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris FBS UNP. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Saat ini, Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuks ACC Shanghai Huifeng International Literary Association.
Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat):s https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.























