
PADANG, forumsumbar —UNESCO, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (Persatuan Bangsa Bangsa), mengakui bahwa pencak silat telah menjadi identitas dan pemersatu bangsa Indonesia.
UNESCO memandang pencak silat mengandung nilai-nilai persahabatan, sikap saling menghormati dan mempromosikan kohesi sosial.
Ada pula yang berpendapat bahwa tradisi pencak silat bukan hanya sekadar bela diri, namun juga menjadi bagian dari jalan hidup bagi para pelakunya.
Pencak silat dianggap dapat menjadi energi positif untuk menjalin hubungan yang baik sesama manusia dan lingkungan. Bahkan ada pula yang mengatakan, pencak silat dapat pula menjadi jalan untuk lebih mendekatkan diri pelakunya pada Yang Maha Pencipta.
Tradisi pencak silat Minangkabau, yang merupakan salah satu rumpun utama dari tradisi pencak silat Indonesia, dengan jelas memperlihatkan berbagai unsur positif seperti digambarkan di atas.
Edy Utama sebagai seorang fotografer yang tertarik mengembangkan pendetakan etnofotografi, terutama tentang kehidupan masyarakat dan kebudayaan Minangkabau, mengusungnya menjadi sebuah pameran budaya dengan tajuk “Pauleh: A Bridge for Cultural Diplomacy”.
Pameran ini akan diadakan di Makara Art Centre, Universitas Indonesia (UI), Depok, pada tanggal 20-25 November 2024, dan berlanjut di The Asia and Pacific Museum, Warsawa, Polandia, pada 5 Desember 2024 s/d 10 Januari 2025).
Pembukaan pameran di Makarta Art Centre, UI, dilaksanakan tanggal 20 November 2024, Pukul 15.00-17.00. Pada acara pembukaan ini akan ditampilkan kepiawaian pesilat-pesilat (mahasiswa/i) dari Universitas Yarsi, Jakarta, serta silat pertunjukan “Pauleh” oleh Piter Salayan dan Jeffri Usman.
Sedangkan untuk acara pembukaan, Makara Art Centre telah melayangkan undangan kepada Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon. Turut memberikan sambutan Presiden Minang Diaspora Network-Global (MDN-G) Fasli Jalal.
Pameran budaya ini didukung oleh Kementerian Kebudayan Indonesia (Dirjenbud), Makara Art Centre, The of Institut Ethnologi and Cultural Anthropology at Warsawa University dan The Asia and Pacific Museum, Warsawa, serta Minang Diaspora Network- Global (MDN-G).
Edy Utama telah pernah memamerkan karya etnofotografinya, antara lain di Gallery East-West Centre, Honolulu (Minangkabau Procession of Sumatra, 2012), Budaya Matrilneal (Tokyo, 2015, Padang 2022), dan Minangkabau Cultural Landscape (Padang, 2021).
(Rel/Ika)























