• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Inyiak Rajo: Apa yang Dilanjutkan, Kegagalan?

12 November 2024
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 951
Tokoh masyarakat Padang Pariaman, Bahrum Rajo Sampono, atau Inyiak Rajo. (Foto : Dok)

Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)

ADA inspirasi menarik dari salah seorang tokoh masyarakat Padang Pariaman, Bahrum Rajo Sampono; bahwa tak ada yang bisa dilanjutkan di Padang Pariaman, yang mesti dilakukan adalah ganti pemimpin, menuju perubahan dan peningkatan kualitas pembangunan.

Hal itu diungkapkan, Rajo Sampono yang lebih populer dengan panggilan Inyiak Rajo, ketika bertatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, beberapa hari lalu.

Lihat Juga

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
33
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
25
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
32

Menurut Inyiak Rajo, satu periode kepemimpinan, pasca Ali Mukhni jadi Bupati, nyaris tidak ada perubahan yang berarti. Mulai dari Ibukota Kabupaten yang belum bersertifikat hingga kini, sehingga bangunan perkantoran yang ada di atasnya tidak punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena tidak punya sertifikat. Ini jelas contoh tak baik bagi masyarakat, karena perkantoran sama dengan bangunan liar.

Sampai kini, sejumlah kantor Dinas dan Instansi masih berserakan di kota Pariaman, karena tidak ada upaya untuk membangun kantor baru di Ibukota Kabupaten. Selama empat tahun terakhir, tidak ada bangunan baru, bahkan yang ada meminjam Rusunawa untuk perkantoran.

Begitu juga, gerbang ibukota pemerintahan, juga tak ada upaya sama sekali. Sehingga, IKK itu seperti kawasan terisolir. Miris sekali, untuk gerbang saja tak ada dana membangunnya.

Juga, sarana air bersih, tidak ada instalasi untuk mengalirinya di Ibukota Kabupaten. Sehingga, untuk kantor bupati dan mesjid di IKK, harus dipasok tiap hari airnya menggunakan tangki PDAM. Bayangkan, bagaimana tidak pekanya pemimpin terhadap hal yang sangat vital bagi masyarakat.

Inyiak Rajo, juga mencatat, kehadiran sekolah bertaraf internasional MAN Insan Cendikia di Sintoga, yang bangunannya sudah bertumpuk-tumpuk, karena tanahnya sudah sempit. Tak ada upaya mengganti rugi tanah di sekitar itu, padahal Pemkab Padang Pariaman menjanjikan 10 hektar kepada Kementerian Agama, kenyataannya baru bebas 3,5 hektar.

Begitu juga, Kawasan Pendidikan Tarok City, nyaris tak tersentuh. Padahal sudah masuk program strategis nasional. Jalan selebar 90 meter yang sudah dibangun masa Ali Mukhni, sudah tak ada lagi, merimba. Dan, tidak ada upaya Pemkab untuk melakukan percepatan pembangunan kawasan masa depan Padang Pariaman, baik secara ekonomi maupun pendidikan.

“Inilah, hal-hal kecil yang saya catat, sebagai program kegagalan kepemimpinan, untuk itu pemimpin yang telah gagal dalam pembangunan Padang Pariaman ini, tidak perlu dilanjutkan,” ujar Inyiak Rajo.

Dan, yang paling mendasar belakangan adalah jeritan para petani, yang sawah-sawahnya tak bisa ditanami, baik karena irigasi rusak, maupun sawah kering. Akibat perhatian lebih fokus ke pembangunan jalan, sedang untuk sarana irigasi kurang diperhatikan.

Setiap hujan deras datang, banjir dimana-mana, masyarakat pun menjerit. Seperti setiap kali hujan deras, di Kecamatan Tapakis Ulakan , terutama nagari Ulakan, Kampuang Galapuang dan Kasai, nyaris tenggelam, karena air dari muara sungai tak lancar ke laut, bertahun-tahun tak terurus. Begitu juga banyak jembatan rusak dan putus, tidak ada solusi cepat dari Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman yang tiap tahun mengalami defisit terhadap anggaran.

Juga, untuk sektor pariwisata, yang diharapkan jadi sumber PAD, banyak yang tak terurus, lihat saja pantai Tiram, pantai Ulakan, dan banyak Air Terjun tersebar di Padang Pariaman, kurang mendapat perhatian. Artinya, karena tak jelas arah dan fokus Pembangunan Padang Pariaman, maka pemimpin sekarang tak perlu dilanjutkan, melanjutkan berarti kita meneruskan kegagalan, dan kita pilih pemimpin yang memberikan solusi, pemimpin yang punya hubungan baik dengan pemerintah pusat, mampu menggaet dana dari pusat, yang diusung tujuh partai besar, demikian Inyiak Rajo.*)

 

Wiztian Yoetri, Wartawan Senior. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pjs Bupati Tanah Datar Sampaikan Pengantar Nota Keuangan APBD Tahun Anggaran 2025

Next Post

Hamas Bakal Gelar Acara “75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”, Tetap Ada Baca Puisi

BeritaTerkait

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!
Opini

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
33
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis
Opini

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
25
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat
Opini

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
32
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City
Opini

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
32
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta
Opini

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
45
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata
Opini

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

8 Oktober 2026
47
Next Post
Hamas Bakal Gelar Acara “75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”, Tetap Ada Baca Puisi

Hamas Bakal Gelar Acara "75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar", Tetap Ada Baca Puisi

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,169)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,072)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,394)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,076)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,637)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,536)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (35,006)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,491)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,753)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,832)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
212
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
450
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
532
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
267
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
149
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
193
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
159
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
228
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
165

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In