• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Makna Pepatah; Lamak Dek Awak, Katuju Dek Urang

16 Juni 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 6,115
Uswah Qoimah, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Uswah Qoimah

(Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

INDONESIA kaya akan budaya, setiap daerah memiliki nilai yang berbeda dan sangat berharga. Beberapa bertahan hingga hari ini dan yang lainnya hampir menghilang dari peradaban.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Sama di Minangkabau, budaya Minang merupakan budaya masyarakat Minangkabau yang berkembang hingga saat ini. Kekentalan budaya juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya. Ini termasuk nasihat atau peribahasa Minang yang masuk akal dalam kehidupan.

Tentu saja, bagi orang yang menuruti kata-kata peribahasa Minang merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Namun, pesan-pesan baik yang terkandung dalam kata-kata peribahasa Minang sebenarnya dapat dipelajari oleh siapa saja, bahkan jika mereka bukan orang Minang.

Pepatah ini bisa menjadi cara mengingatkan Anda untuk berperilaku baik, terutama saat berada di komunitas.

Salah satu bentuk sastra lisan Minangkabau yang berbentuk puisi, yakni pepatah petitih mengandung frase atau kalimat yang mengandung makna yang dalam, menyeluruh, tepat, halus dan metaforis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), makna peribahasa petitih terdiri dari beberapa peribahasa. Kata-kata tersebut bukan hanya pedoman hidup masyarakat Minangkabau, tetapi juga warisan aset budaya Minangkabau yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda.

Kata-kata yang digunakan dalam peribahasa Minangkabau adalah makna kiasan, perumpamaan yang mengandung makna tertentu. Peribahasa Minangkabau kadang-kadang diungkapkan dalam bentuk kalimat pendek, ada pula yang berima.

Adat Minangkabau kaya akan falsafah hidup yang mengajarkan kita bagaimana menjalani hidup dengan arif dan bijaksana. Banyak nila-nilai hidup dalam ajaran adat Minangkabau yang mengajarkan kita tentang moral, akhlak yang kini banyak tidak dipedulikan terutama generasi muda.

Salah satu yang akan penulis ambil kali ini adalah sebuah pepatah yang berbunyi; lamak dek awak, katuju dek urang.

Lamak dek awak, katuju dek urang, merupakan salah satu ungkapan dalam petuah Minangkabau yang mengajarkan kita tentang tenggang rasa.

Lamak dek awak berarti bagi kita enak, dan katuju dek urang berarti bisa diterima oleh orang lain. Singkatnya sama-sama enak, baik bagi kita maupun bagi orang lain.

Makna dari lamak dek awak katuju dek urang ini dapat disejajarkan dengan istilah “tepo seliro”, bagi orang Jawa. Walaupun mungkin tidak seratus persen sama.

Filosofi ini sangat bermanfaat untuk dijadikan pedoman dalam hidup bermasyarakat. Karena dalam perjalanan hidup, kita tidak mungkin memilih hidup dalam lingkugan yang seratus persen sama budaya dan tradisinya. Sehingga tidak dapat dihindari lagi, apa yang kita anggap baik atau dalam komunitas kita merupakan hal yang biasa, tapi bagi orang lain, akan terasa mengusik, bahkan menyakitkan mereka.

Dalam bahasa sekarang, lihatlah dari sudut pandang orang lain sebelum kita bertindak. Ada manfaat yang tidak sama dengan perbuatan orang lain, setidaknya perbuatan itu tidak “merugikan”.  Merugikan di sini bukan hanya tentang materi, tapi juga perasaan.

Seandainya orang lain yang melakukan apa yang akan kita perbuat, apakah kita akan senang, tersinggung, kesal, atau marah. Hal ini masih banyak dilupakan oleh anak-anak muda zaman sekarang. Bisa saja kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, banyak anak-anak muda zaman sekarang yang mengambil keputusan hanya sepihak tanpa memikirkan pihak lainnya.

Dan ketika pihak lain memberikan pembelaan malah di bilang tidak memikirkan pihak lain, sehingga masalah tersebut tidak akan menemukan jalan keluarnya.

Oleh karena itu menurut penulis, pepatah yang satu ini harus dilestarikan dan jangan sampai hilang, karena pepatah ini memberikan pembelajaran yang sangat penting dan sangat berguna dalam kehidupan.

Kalau kita tidak menetapkan pepatah ini, kita tidak akan menemukan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak yang sedang berseteru. Dengan kata lain, kita harus saling bertenggang rasa satu sama lain. Kebebasan diri yang kita miliki akan selalu dibatasi oleh kebebasan orang lain. Jangan sampai orang lain terdzalimi oleh sikap kita, tapi kita tidak menyadarinya karena melupakan nasihat hidup dari tetua yang berupa pepatah, ataupun peribahasa yang bukan hanya sekedar kiasan kata.

Artinya, hidup harus bertoleransi, hidup bukan suka-suka gue, karena hidup gue. Tapi kalau menyangkut ranah publik, itu juga ada gue-gue lain yang harus ditoleransi. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Hal Menarik Apasih yang Ada di Padang? Inilah 9 Fakta Menarik Tentang Padang

Next Post

Pentingnya Sopan Santun dalam Lingkungan Kampus

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Pentingnya Sopan Santun dalam Lingkungan Kampus

Pentingnya Sopan Santun dalam Lingkungan Kampus

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,352)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,408)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,656)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,791)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,257)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,174)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,734)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,217)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,931)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,144)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
351
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In