AGAM, forumsumbar —Kepada media disampaikan Taslim Dt Tambogo, SSi, SH, Rabu (20/11) sesaat sesudah pendaftaran ke DPD PAN Agam sebagai calon bupati, bahwa ia terobsesi membangun Masjid Agung Buya Hamka di Maninjau, dimana ulama besar itu dilahirkan.
Maksudnya, sebut Taslim, dibangunnya sebuah masjid yang representatif yang berada di tepi Danau Maninjau, yakni Masjid Agung yang besar dan dapat dijadikan sebagai tempat beribadah sekaligus Islamic Center yang dilengkapi museum, dan akan menjadi tempat wisata religius bagi umat muslim.
“Di samping pengembangan Danau Maninjau sebagai kawasan wisata religius, juga mengingatkan kepada generasi muda saat ini, bahwa dari tepi Danau Maninjau pernah lahir seorang ulama besar yang kharismatik,” ujar anggota DPR RI periode 2009-2014 itu.
Sebagai anak nagari yang berniat maju di Pilkada Agam 2020 untuk calon bupati, disebutkan Taslim pembangunan Masjid Agung Buya Hamka tersebut adalah salah satu program kerjanya. Program lainnya, di antaranya, menitik beratkan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Sejarahnya, Agam merupakan penyumbang SDM berkualitas, bukan saja di tingkat provinsi, tapi dari berdirinya Republik ini sebagian besarnya berasal dari Agam”, tukuk putra Sungai Angek Nagari Simarasok Kecamatan Baso itu.
Pemberian beasiswa S2 dan S3 bagi anak nagari Agam di perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, menjadi prioritas Taslim, di samping penguatan anggaran pendidikan mulai dari PAUD sampai sekolah menengah, termasuk pembangunan infrastruktur, serta sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas.
Taslim menyadari bahwa membangun Agam itu berat, karena wilayahnya yang sangat luas. Tetapi, lanjutnya, daerah yang potensinya paling lengkap itu Agam. Semua ada, mulai dari laut, danau, gunung. Kalau digarap maksimal, maka akan menjadi sumber-sumber ekonomi yang menjanjikan.
“Intinya, di bidang ekonomi itu, bagaimana Agam melakukan inovasi terhadap potensi ekonomi berbasis pariwisata, pertanian, perkebunan dan ekonomi kreatif, atau UMKM,” tutup alumni FMIPA Unand itu. (IK)






















