
PASAMAN BARAT, forumsumbar — Kapolres Pasaman Barat Agung Basuki mengimbau masyarakat Pasaman Barat agar anak-anaknya jangan dibiarkan berkeluyuran di batas waktu yang telah ditentukan.
“Jika sayang terhadap anak, pastikan pukul 22.00 Wib anak-anaknya sudah berada di rumah masing-masing,” imbau Agung Basuki, di Simpang Empat, Jumat (31/3/2023).
Hal ini disampaikan Agung Basuki sekaitan masih banyak generasi penerus berkeliaran dan melebihi batas waktu yang tepat dan pantas, seperti di kawasan Jalan Jalur 3/2 Simpang Empat, Kecamatan Pasaman Pasaman Barat.
Dikatakannya, keberadaan anak di rumah sangatlah penting daripada keluyuran tidak menentu. Selain itu, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti korban balap liar maupun pelaku kejahatan jalanan.
Jika kondisi demikian diabaikan begitu saja, pihaknya khawatir akan terjadi loss (kekosongan) generasi penerus berkualitas dan handal di masa-masa mendatang.
”Kepada orang tua, kiranya memastikan pada pukul 22.00 Wib anak-anak kita sudah berada di rumah dan berkumpul bersama keluarga. Jika pada batas ditentukan, generasi penerus yang belum pulang tanpa ada informasi. Maka ayah atau pihak keluarganya harus mengecek serta mencari informasi anak yang dimaksud”, ingat Agung Basuki.
Dilain pihak, bermain HP berkepanjangan, asik dengan teman sebaya (seusia atau sama-sama sepermainan), merokok bersama, dan sebagainya juga jadi penyebab mereka asik dan lama, bahkan menginap di rumah temannya.
Menurut Agung Basuki, mengontrol anak agar tetap di rumah pada jam malam, bukan sekedar membatasi jam keluar bagi generasi penerus bersangkutan. Tapi sebagai upaya, supaya anak terhindar dari perilaku yang membahayakan, seperti balapan liar, narkoba atau kejahatan lainnya. Karena malam hari merupakan waktu yang sangat rawan dan kurangnya pengontrolan .
“Kecendrungan pada malam hari terjadi tindak kejahatan remaja. Jadi, sebaiknya orang tua tidak mengizinkan anaknya keluar rumah pada malam hari, terutama pada bulan Ramadhan,” imbaunya.
Pada bulan Ramadhan, sambung Agung Basuki, anak-anak diarahkan pada kegiatan bermanfaat dengan amal ibadah. “Bulan Ramadhan ini, sebaiknya dapat dijadikan sebagai ladang pahala dengan beribadah kepada Allah Swt, sesuai jadwal atau waktu dan kesanggupan mereka”, tutupnya.
(gmz)























