PADANG, forumsumbar —Berlarut-larutnya pengesahan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati, yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Pesisir Selatan oleh Pemerintah Pusat, mendapatkan perhatian tokoh masyarakat setempat.
Disampaikan tokoh masyarakat Kabupaten Renah Indojati Amril Jilha, bahwa keberadaan kabupaten baru di ujung selatan Sumbar itu sudah sangat urgen. “Persoalan administrasi dan politik sudah tidak ada lagi. Jadi tinggal pengesahan,” ujar pengusaha travel umrah dan haji, penginapan GG Syari’ah, dan perdagangan itu, yang dulunya pernah menjadi anggota DPRD Padang periode 1999-2004.
Sebenarnya, imbuh Amril, Kabupaten Renah Indojati bersama beberapa DOB lainnya waktu tahun 2014 sudah hampir disahkan oleh DPR RI, tapi entah kenapa bertele-tele, sehingga akhirnya habis masa jabatan mereka, dan kemudian keluarlah moratorium dari Kemendagri.
Pemerintah Pusat harus menyikapi hal ini, desakan untuk pengesahan DOB baru sudah hampir merata di Tanah Air. “Harusnya berdasarkan skala prioritas. Bagi mereka yang duluan, dan sudah selesai segala sesuatunya, baik administrasi maupun politik, maka tidak ada kata lain, untuk segera disahkan,” tukuk Amril, yang ikut bersama tokoh lainnya sebagai inisiator Kabupaten Renah Indojati.
Bagi Kabupaten Pesisir Selatan, persoalan pemekaran ini sudah tidak ada lagi. “Sebenarnya Pesisir Selatan sudah jauh tertinggal. Lihat saja Padang Pariaman, Pasaman, Sijunjung, Solok, sudah dimekarkan. Ini Pesisir Selatan yang luasnya hampir seperempat Sumbar, belum juga dimekarkan,” ujar Amril sedikit kecewa.
Kehadiran Kabupaten Renah Indojati, sebut Amril yang berkampung di Nagari Indrapura Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan itu, diyakini akan bisa mengurangi ketimpangan pembangunan antara Sumbar bagian utara (arah ke Riau) dengan Sumbar bagian selatan, ke arah Bengkulu.
Mudah-mudahan, harap Amril, tokoh masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan yang sekarang berada di legislatif bisa menyuarakan ini, seperti anggota DPRD Sumbar Bakri Bakar, Muhayatul, Hamdanus, dan anggota DPD RI Alirman Sori, serta anggota DPR RI Darizal Basir dan Lisda Hendrajoni. (Isa)






















