• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, April 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Catatan Perjalanan Rafles: Ke Bintan Kita Pergi Jalan-jalan

20 Mei 2025
in Wisata
Reading Time: 4min read
Views: 488
Wartawan Senior Rafles bersama keluarga jalan-jalan ke Bintan. (Foto : Rafles)

Oleh: Rafles Rajo Endah
(Wartawan Senior)

BINTAN sejatinya adalah nama sebuah pulau yang berada di gugusan Kepulauan Riau. Pulau ini merupakan pulau terbesar dari sekitar 3.000 pulau yang ada di wilayah tersebut. Di pulau ini terletak Kota Tanjung Pinang, Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Ke pulau inilah kami pergi jalan-jalan seharian pada hari Minggu tanggal 18 Mei 2025 yang lalu.

Satu-satunya pilihan untuk sampai ke pulau ini dari Batam hanya lewat laut dari beberapa pelabuhan laut yang ada di Batam. Yang terdekat adalah dari Pelabuhan Telaga Punggur di Punggur.

Lihat Juga

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok #2: “Lombok Praya, Satu Bandara dengan Banyak Nama”

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok #2: “Lombok Praya, Satu Bandara dengan Banyak Nama”

6 Juli 2025
146
Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok, NTB #1: “Misteri di Balik Kabut Gunung Rinjani”

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok, NTB #1: “Misteri di Balik Kabut Gunung Rinjani”

29 Juni 2025
95
Nikmati Sensasi Alami Air Terjun Sarasah Kuau Rajo di Sungai Buluh Batang Anai

Nikmati Sensasi Alami Air Terjun Sarasah Kuau Rajo di Sungai Buluh Batang Anai

8 Desember 2024
136

Ada 2 pilihan kapal yang dapat ditumpangi dari Telaga Punggur, Batam ke Pelabuhan Tanjung Uban, Bintan. Yang pertama Kapal Roro yang dioperasikan oleh Perum Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) sebuah BUMN milik Pemerintah dan Speedboat yang dioperasikan oleh pengusaha atau pihak swasta.

Kapal Roro akan berlabuh dan sandar di Pelabuhan Roro Tanjung Uban, sedangkan Speedboat berlabuh dan sandar di Pelabuhan Bulang Linggi, juga di Tanjung Uban.

Kedua Pelabuhan ini terletak sangat berdekatan atau bersebelahan dengan jarak hanya sekitar 500 meter, dipisahkan oleh sebuah dermaga beton tempat sandar Kapal dan Speedboat yang menunggu giliran untuk diberangkatkan.

Perbedaan mencolok dari kedua pilihan ini adalah soal waktu tempuh dan harga tiket. Kalau soal kenyamanan dan keamanan tentu sangat relatif, tergantung standar penilaian masing-masing penumpang.

Rafles sedang di Kapal Roro. (Foto : Rafles)

Kapal Roro adalah Kapal penyeberangan berukuran besar yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya. Kapal ini mampu mengangkut puluhan kendaraan bermotor roda empat dan sejumlah sepeda motor serta ratusan penumpang dalam sekali jalan.

Harga tiketnya cukup murah dan sangat terjangkau. Hanya Rp27.000,-/sekali jalan. Cuma saja waktu tempuhnya cukup lama, lebih dari satu jam. Berbeda jauh dengan Speedboat yang hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan harga tiket Rp57.000,-/sekali jalan.

Selain itu tersedia pula Speedboat dengan ukuran yang lebih kecil dengan kapasitas 10 sampai belasan orang penumpang. Hanya saja Speedboat jenis ini khusus untuk charter. Soal harga tergantung situasi dan kondisi serta hasil negosiasi. Yang pasti harganya tidaklah terlalu mahal-mahal amat.

Untuk keberangkatan dari Batam ke Bintan, saya bersama isteri, seorang anak laki-laki dan seorang menantu perempuan memilih untuk menumpang Kapal Roro saja. Alasannya karena kami tidak terburu-buru dan ingin menikmati suasana pagi dengan santai. Bahkan, kami sudah berada di Pelabuhan sejak pukul 06.30 WIB pagi.

Hanya 15 menit berselang Kapal Roro sudah mulai angkat sauh dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam menuju Pelabuhan Tanjung Uban, Bintan. Suasana pagi yang sejuk dan hembusan angin laut yang sepoi-sepoi benar-benar membuat kami terlena menikmati perjalanan membelah laut yang sangat nyaman ini.

Di Lagoi Bay. (Foto : Rafles)

Menjelang pukul 08.00 WIB pagi, kapal sudah merapat dan sandar di dermaga Pelabuhan Roro Tanjung Uban. Disana sudah menunggu sebuah mobil Avanza warna hitam yang akan membawa kami berwisata seharian di Pulau Bintan.

“Silahkan Pak”, kata Foni, pemandu wisata dari MyTrip Batam yang sudah menemani kami sejak dari Pelabuhan Telaga Punggur. “Ini mobil kita. Saya yang langsung bawa. Jadi Bapak di depan saja”, sambung Foni kepada saya. Dalam hati saya membatin, berarti perjalanan wisata kami ini sudah dipersiapkan sedemikian rupa.

Tujuan pertama kami begitu menginjakkan kaki di Tanjung Uban adalah melihat Patung Budha Tidur atau Sleeping Budha yang berada di dalam Komplek Peribadatan Umat Budha Vihara Dharma Santhi yang berjarak hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil dari Pelabuhan Kapal Roro.

Vihara ini sepertinya baru saja direnovasi menyeluruh dengan penambahan bangunan baru berupa Patung Budha Tidur. Tempat peribadatan yang sekaligus menjadi objek wisata ini cukup ramai didatangi wisatawan, baik lokal, nusantara maupun mancanegara. Sebelum kami, serombongan besar wisatawan dari Korea Selatan baru saja meninggalkan lokasi.

Patung Sleeping Budha. (Foto : Rafles)

Target kunjungan kami berikutnya adalah Gurun Pasir dan Telaga Biru di Desa Busung, masih di Kecamatan Tanjung Uban. Gurun pasir ini sebenarnya adalah sisa penggalian Pasir Silika yang ditinggalkan oleh sebuah perusahaan setelah adanya larangan ekspor oleh Pemerintah.

Karena areal tambangnya yang cukup luas dan tumpukan Pasir Silika yang cukup tinggi dan berunduk-unduk menjadikannya sebuah pemandangan gurun pasir yang eksotik. Cukup bagus untuk latar belakang berfoto dan sangat Instagramable.

Danau Biru terletak bersebelahan dengan Gurun Pasir, hanya berjarak sekitar 300 meter dari Gunung Pasir. Namun untuk mencapainya cukup sulit, apalagi kalau cuaca sedang panas terik. Tapi jangan khawatir ada penyewaan payung di kios-kios seharga Rp5.000,- sekali pakai. Ada juga Becak Tenda dan Odong-Odong yang siap mengantar pengunjung ke lokasi. Tarifnya Rp10.000,-/orang PP.

Danau Biru ini sebenarnya adalah lubang bekas penggalian Pasir Silika. Kedalamnya bervariasi antara 2 sampai 5 meter dengan panjang yang cukup lumayan, sehingga bisa dilayari oleh Kapal Wisata yang didisain seperti rumah berjalan. Sama halnya dengan Becak Tenda dan Odong-Odong, Kapal Wisata ini juga bertarif Rp10.000,- sekali jalan.

Penat berkeliling dibawah terik matahari, kamipun berupaya mencari tempat yang sejuk dan nyaman untuk berteduh sambil bersantai menikmati makan siang. Pilihan yang paling tepat adalah Hotel Treasure Bay yang terletak di tepi Kolam Air Asin atau Crystal Lagoon di daerah Lagoi Bay, Bintan Resort.

Telaga Biru bekas tambag silika. (Foto : Rafles)

Dengan luas lebih dari 6 hektare dan panjang hampir 1 kilometer, menjadikan Crystal Lagoon ini sebagai Kolam Air Asin buatan terbesar di dunia yang cocok untuk berbagai kegiatan dan olahraga air. Sayangnya saat kedatangan kami di lokasi disambut hujan deras dan petir menyambar, sehingga seluruh kegiatan yang berkaitan dengan perairan, dilarang.

Hampir 2 jam terkurung karena hujan membuat kami kehilangan banyak waktu untuk menikmati wisata di Pulau Bintan bagian Utara ini. Menjelang pukul 16.00 WIB sore hujan mulai reda. Kamipun mulai bergerak meninggalkan Hotel Treasure Bay. Tujuan kami kali ini adalah Lagoi Bay atau Pantai Lagoi yang terletak tidak terlalu jauh dari Kolam Air Asin alias Crystal Lagoon.

Harus diakui pantai di Lagoi Bay ini sangatlah bersih dan indah. Mungkin inilah salah satu sebab para pengusaha pariwisata rela menanamkan modalnya untuk membangun hotel mewah dan kawasan wisata di lokasi ini. Hampir semua hotel yang ada di Bintan Resort menghadap ke pantai Lagoi. Konon tarif hotelnya ada yang mencapai Rp10 juta per kamar per malam.

Usai menikmati keindahan Lagoi Bay, kami harus segera kembali ke Pelabuhan Tanjung Uban untuk memesan tiket kapal kembali ke Batam. Pilihan kami kali ini adalah Speedboat yang berangkat setiap 30 menit dari Pelabuhan Tanjung Uban, Bintan ke Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.

Hanya berselang 15 menit sejak kedatangan kami di Pelabuhan, Speedboat mulai menjauhi dermaga Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjung Uban, Bintan dan berangkat menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Keberangkatan Speedboat berpenumpang 40 orang ini diiringi rintik hujan dan angin laut yang berhembus lembut, seakan berhiba hati melepas keberangkatan kami.

Selamat Tinggal Tanjung Uban. Selamat Tinggal Bintan. Kami akan kembali lagi, menjejakkan kaki langkah demi langkah ditanahmu yang subur dengan segala keindahan objek wisatanya yang belum sempat kami kunjungi…!

(Batam, 20 Mei 2025)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ayo Ikuti! SatuPena Sumbar Gelar Lomba Menulis Surat Bagi Guru dan Siswa

Next Post

Medikids Wakaf Raih Penghargaan Internasional dari Islamic Development Bank

BeritaTerkait

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok #2: “Lombok Praya, Satu Bandara dengan Banyak Nama”
Wisata

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok #2: “Lombok Praya, Satu Bandara dengan Banyak Nama”

6 Juli 2025
146
Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok, NTB #1: “Misteri di Balik Kabut Gunung Rinjani”
Wisata

Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah ke Lombok, NTB #1: “Misteri di Balik Kabut Gunung Rinjani”

29 Juni 2025
95
Nikmati Sensasi Alami Air Terjun Sarasah Kuau Rajo di Sungai Buluh Batang Anai
Wisata

Nikmati Sensasi Alami Air Terjun Sarasah Kuau Rajo di Sungai Buluh Batang Anai

8 Desember 2024
136
Next Post
Medikids Wakaf Raih Penghargaan Internasional dari Islamic Development Bank

Medikids Wakaf Raih Penghargaan Internasional dari Islamic Development Bank

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,268)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,472)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,606)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (33,793)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,552)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,123)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,979)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (28,706)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (27,627)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (24,365)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
158
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
336
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
490
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
190
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
125

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In