• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Juni 26, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Ikhsan Rosha, Ketika Puisi Menemukan Nadanya

25 Juni 2026
in Seni dan Budaya
Reading Time: 2min read
Views: 81
Ikhsan Rosa sedang perform. (Foto : Dok)

Oleh Boyke Sulaiman

ADA anak-anak yang mewarisi nama besar orang tuanya. Ada pula yang mewarisi semangatnya. Bagi saya, Ikhsan Rosha adalah yang kedua.

Putra almarhum sahabat saya itu tidak hidup di bawah bayang-bayang ayahnya, tetapi tumbuh menjadi seniman dengan jejaknya sendiri.

Lihat Juga

Eki Chaniago, Lukisan dan Virus Taman Budaya

Eki Chaniago, Lukisan dan Virus Taman Budaya

24 Juni 2026
47

Jika sang ayah dikenal sebagai pemusik lagu-lagu berirama Latin dan Melayu, Ikhsan melanjutkan kecintaan itu dengan cara yang berbeda.

Ia membuat puisi bernyanyi.

Saya mengenal Ikhsan bukan hanya sebagai seorang musisi, melainkan sebagai kawan dalam proses kreatif.

Ketika berada di Padang, saya berkesempatan bekerja bersamanya menggarap beberapa puisi karya saya dan karya penyair Syarifuddin Arifin.

Puisi-puisi itu dimusikalisasikan untuk ditampilkan dalam kegiatan “Unand Berpuisi”, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 70 tahun Universitas Andalas sekaligus 70 tahun usia penyair Syarifuddin Arifin.

Kegiatan itu diprakarsai oleh HAMAS (Himpunan Media Sumbar) di bawah kepemimpinan Bung Isa Kurniawan.

Dalam pertunjukan tersebut kami tampil bersama sebagai Kelompok 3 Tambud: yakni; Boyke Sulaiman, Ikhsan Rosha dan Nurul Widya Ningsih.

Dari sanalah saya melihat bagaimana Ikhsan bekerja. Ia bukan tipe pemusik yang tergesa-gesa mencari melodi. Ia membaca puisi berulang-ulang, menangkap irama yang tersembunyi di balik kata-kata, lalu perlahan menyusun komposisi yang tidak menutupi puisi, tetapi justru menghidupkannya.

Saya percaya, tidak semua pemusik mampu melakukan itu. Musikalisasi puisi bukan sekadar memberi nada pada larik-larik sajak. Ia membutuhkan kepekaan membaca makna, kesabaran mendengar bunyi bahasa, dan kerendahan hati untuk tidak menjadikan musik lebih dominan daripada puisinya.

Ikhsan memiliki kepekaan itu.

Kecintaannya terhadap musikalisasi puisi kemudian pada tahun 2024 melahirkan kelompok IKOBANA. Bersama kelompok ini, ia terus mengolah puisi menjadi pertunjukan yang komunikatif tanpa kehilangan kedalaman maknanya.

Ikhsan Rosa, Seniman. (Foto : Boyke Sulaiman)

Kerja keras itu membuahkan hasil ketika IKOBANA berhasil meraih prestasi pada lomba musikalisasi IMLF#4 kemarin.

Festival tersebut merupakan bagian dari peringatan 100 Tahun Jam Gadang dan mempertemukan peserta serta delegasi dari puluhan negara.

Bagi saya, kemenangan itu bukanlah keberuntungan, melainkan buah dari proses panjang yang dijalani dengan tekun.

Di luar IKOBANA, Ikhsan juga aktif bersama grup musik Barabah di bawah pimpinan B. Andoeska, seorang pencipta lagu minang yang legendaris di Padang.

Keterlibatannya di berbagai ruang kesenian menunjukkan bahwa ia tidak pernah berhenti belajar. Ia membuka diri terhadap kolaborasi, memperkaya pengalaman, dan terus mengasah kemampuan bermusiknya.

Di tengah zaman ketika banyak anak muda lebih tertarik pada karya-karya yang serba cepat dan sesaat, Ikhsan memilih jalan yang sunyi. Ia tetap setia merawat puisi, membawanya ke panggung, mempertemukannya dengan musik, lalu memperkenalkannya kepada generasi baru.

Pilihan itu mungkin tidak selalu menghadirkan sorotan, tetapi justru di sanalah nilai seorang seniman diuji.

Sebagai orang yang pernah bekerja bersamanya, saya berharap Ikhsan Rosha terus menjaga semangat berkesenian yang dimilikinya.

Dunia sastra membutuhkan musisi seperti dirinya, yang memahami bahwa setiap puisi memiliki nadanya sendiri. Dan ketika nada itu berhasil ditemukan, puisi tidak lagi hanya dibaca. Ia akan hidup, bernapas, dan tinggal lebih lama di dalam ingatan para pendengarnya.

Teruslah berkarya Ikhsan.
Salam om dari Rantau.

Jakarta, 25 Juni 2026.

 

Boyke Sulaiman, Seniman. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

DPD RI Soroti Penyempitan Ruang Otonomi Daerah dan Kompleksitas Tata Kelola Pembentukan Perda

BeritaTerkait

Eki Chaniago, Lukisan dan Virus Taman Budaya
Seni dan Budaya

Eki Chaniago, Lukisan dan Virus Taman Budaya

24 Juni 2026
47
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,622)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,543)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,831)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,517)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,957)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,432)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,941)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,894)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,201)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,300)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
177
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
364
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
242
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
121
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
160
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
137
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
199
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
133

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In