• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Februari 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Selamat Jalan Maestro Tari

12 Februari 2026
in Sastra
Reading Time: 3min read
Views: 132
Ery Mefri (alm). (Foto : Dok)

Selamat Jalan Maestro Tari

oleh: rizal tanjung

Ia pergi seperti gerak terakhir seorang penari di ujung panggung senja—perlahan, khidmat, dan menyisakan sunyi yang panjang.
Ery Mefri, maestro tari kontemporer yang berakar pada napas tua kebudayaan Minangkabau, telah wafat.
Namun kepergiannya bukan sekadar kematian seorang seniman—ia adalah padamnya sebuah mercusuar gerak yang selama puluhan tahun menerangi lintasan seni Nusantara hingga dunia.

Lihat Juga

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
47
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
35
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
50

Ia bukan hanya penari.
Ia adalah arsitek tubuh.
Ia membangun peradaban kecil lewat telapak kaki, lewat lengkung tangan, lewat hentakan yang berbicara lebih jujur dari ribuan kata.

—

Tubuh yang Menjadi Tanah, Gerak yang Menjadi Doa

Ery Mefri tumbuh dari tanah Minangkabau yang penuh legenda, dari sawah yang berkilau seperti cermin langit, dari surau-surau sunyi yang menyimpan hikmah leluhur.
Di sanalah tubuhnya belajar bahasa pertama: bahasa gerak.

Gerak yang lahir bukan dari teknik semata,
melainkan dari napas adat, dari irama randai, dari ketegangan silek, dari kesyahduan dendang kampung yang menyusup ke tulang.

Ketika banyak seniman memisahkan tradisi dan modernitas seperti dua kutub yang bertengkar,
Ery Mefri merajut keduanya seperti ibu merajut kain songket:
emas masa depan disulam pada benang masa silam.

Di tubuh para penarinya, Minangkabau tidak menjadi museum—
ia menjadi denyut hidup.

—

Sang Penggubah Sunyi Menjadi Bahasa Dunia

Nama Ery Mefri melintas batas negeri.
Pentas demi pentas dunia menyaksikan bagaimana tradisi yang dianggap lokal justru berbicara universal.

Ia mengajarkan dunia bahwa: budaya bukan barang antik,
melainkan sungai yang terus mengalir, berubah, dan memberi kehidupan.

Di Eropa, di Asia, di panggung internasional,
orang-orang terpukau melihat bagaimana tubuh-tubuh menari seperti angin di Bukit Barisan,
seperti ombak di pantai Pariaman,
seperti doa yang bergerak.

Ia membuat Minangkabau dikenal bukan sebagai cerita masa lalu,
tetapi sebagai energi kreatif masa kini.

Popularitasnya tidak lahir dari sensasi,
melainkan dari kesetiaan pada akar.

Ia membuktikan:
semakin dalam engkau menancap pada tanah leluhur,
semakin tinggi engkau tumbuh ke langit dunia.

—

Maestro yang Menyatukan Lintas Profesi dan Jiwa

Di kalangan seniman lintas profesi—teater, musik, sastra, rupa—nama Ery Mefri bukan sekadar koreografer.
Ia adalah simpul pertemuan.

Tempat para gagasan beristirahat.
Tempat tradisi dan eksperimentasi berdialog tanpa saling membunuh.

Ia bukan diktator gerak.
Ia pendengar sunyi yang membiarkan tubuh menemukan maknanya sendiri.

Bagi murid-muridnya, ia bukan hanya guru teknik,
tetapi guru keberanian:
berani menggali akar, berani berinovasi, berani jujur pada tubuh dan sejarah.

—

Wafatnya Seorang Maestro, Retaknya Langit Kebudayaan

Kini ia pergi.

Seperti pohon tua yang tumbang di tengah hutan peradaban,
meninggalkan rongga besar di lanskap seni Indonesia.

Dunia kehilangan arsitek gerak Minangkabau kontemporer.
Indonesia kehilangan salah satu penjaga jiwanya.
Minangkabau kehilangan salah satu denyut nadinya.

Sunyi terasa lebih panjang.
Panggung terasa lebih luas namun lebih kosong.

Namun sesungguhnya Ery Mefri tidak benar-benar pergi.

Ia hidup dalam setiap langkah penari yang pernah disentuh ilmunya.
Ia hidup dalam setiap karya yang berani menyatukan tradisi dan zaman.
Ia hidup dalam keberanian generasi baru menari tanpa memutus akar.

—

Gerak yang Tak Pernah Mati

Seorang penyair pernah berkata:
manusia mati, karya menjadi keabadian.

Ery Mefri telah menulis keabadiannya dengan tubuh.

Selama ada penari yang menghentakkan kaki dengan kesadaran sejarah,
selama ada koreografi yang menafsir adat menjadi bahasa masa kini,
selama ada panggung yang menjadikan budaya sebagai napas—
di sanalah Ery Mefri masih menari.

Ia tidak berbaring di tanah semata.
Ia berdiri di setiap tubuh yang bergerak jujur.

—

Elegi untuk Sang Penjaga Gerak

Wahai maestro,
engkau telah menjadikan tubuh sebagai kitab kebudayaan,
menjadikan panggung sebagai ladang doa,
menjadikan gerak sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan.

Kini engkau menari di ruang yang tak lagi kita lihat,
di pentas cahaya yang tak lagi dibatasi waktu.

Namun di sini—
di tanah Minangkabau,
di panggung Indonesia,
di ingatan dunia—
gerakmu tak pernah usai.

Selamat jalan, Ery Mefri.
Arsitek sunyi peradaban tubuh.
Engkau telah pulang,
namun tarianmu akan terus hidup—
sepanjang manusia masih menghormati akar,
dan seni masih mencari jiwa.

_____

Sumatera Barat, Indonesia, 2026

 

Rizal Tanjung, Penyair/Seniman. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Serahkan Buku Tabungan SimPel, Wabup Rahmat Hidayat Ajak Pelajar Bangun Kemandirian Finansial Sejak Dini

Next Post

Pastikan Layanan Prima dan Operasional Aman, KAI Divre II Sumbar Lakukan Inspeksi Keselamatan Lebaran 2026

BeritaTerkait

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
47
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
35
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
50
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
45
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
61
Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”

11 Desember 2025
63
Next Post
Pastikan Layanan Prima dan Operasional Aman, KAI Divre II Sumbar Lakukan Inspeksi Keselamatan Lebaran 2026

Pastikan Layanan Prima dan Operasional Aman, KAI Divre II Sumbar Lakukan Inspeksi Keselamatan Lebaran 2026

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,025)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,127)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,290)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,264)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,635)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,703)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,649)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (22,695)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,437)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,434)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
138
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
319
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
473
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
218
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
109
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
139
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
121
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
118

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In