• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Januari 30, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Si Upiak Gadih Minang, Bukan Miss Teen of the Universe Telanj*ng

13 November 2025
in Sastra
Reading Time: 3min read
Views: 238
Gadih Minang. (Foto : Era Nurza)

Oleh: Era Nurza

Remuk hati Bundo di puncak bukit Cindua Mato
merah muka menahan malu di bawah cahaya matohari
Raso takanai baragiah, lah dapek mangko ka seso
gumamnya lirih menatap layar kaca
yang menyiarkan wajah gadis berpakaian tapi telanjang
Katanya: “Gadih Minang juara dunia.”
Katanya lagi: “Kemajuan zaman.”
Tapi adakah kemajuan
jika aurat dilelang di atas panggung
dan tepuk tangan jadi harga kehormatan?

Oh, Upiak Gadih Minang kesayangan
gelar itu tidak semurah buih ombak di laut
Ia bukan tanda kemenangan tubuh
melainkan cahaya akal, adab, dan malu
yang ditanam dalam dada sejak di pangkuan Bundo

Lihat Juga

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
44
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
33
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
48

Baju Kuruang Basiba: Simbol Marwah, Simbol Jiwa

Jika kau ingin disebut Gadih Minang
maka kenakanlah Baju Kuruang Basiba
pakaian yang menutup bukan hanya tubuh
tapi juga pandangan dan niat buruk manusia
Pakaian longgar dan panjang
dengan Kikiak yang berkilau seperti daun budi
bukan sekadar kain
melainkan perisai yang menjaga kehormatan
Ia tidak dijual di butik-butik mode
karena nilainya tidak bisa dibeli
Ia ditenun dari malu
dijahit dengan benang marwah
dan disulam oleh tangan ibu-ibu di surau nagari

Gadih Minang: Bukan Sekadar Cantik, Tapi Beradat

Gadih Minang bukan boneka catwalk
Ia bukan tubuh yang ditakar oleh kamera
Ia suntiang akal bagi nagari
yang pandai sirek jo tatiang manatiang
teguh bagai ikan di lauik
walau asin airnya
dagingnyo manih juo
Dia beradat, beradab,
berbudi dalam tutur dan langkah
Dia tidak latah meniru gaya dunia
yang kehilangan rasa malu dan pareso
Sebab baginya, malu bukan beban
melainkan mahkota yang tak ternilai

Tingkuluak Tanduak dan Tanggung Jawab

Tingkuluak di kepalanya
bukan sekadar kain penutup
Ia simbol akal tanda kebijaksanaan
Desainnya menyerupai tanduk kerbau
seperti gonjong Rumah Gadang
yang menjulang gagah ke langit
Itulah lambang ketegasan dan tanggung jawab
Bahwa wanita Minang
meski lembut kata dan langkahnya
namun baja di dalam jiwanya
Ia menopang keluarga
menjaga marwah kampung halaman
menjadi limpapeh rumah nan gadang

Kain, Selendang, dan Bahasa Tubuh yang Bermaruah

Kain panjang dan selendang lembut itu
tak sekadar pelengkap busana
Ia adalah penanda bahwa tubuh adalah amanah
bukan pajangan
Gerak langkahnya pelan, penuh arti
karena setiap lipatan kain
mengandung pesan sopan santun
dan setiap simpulnya menandai batas harga diri

Gadih Minang Sejati: Warisan Bundo, Pewaris Marwah

Gadih Minang sejati bukan sekadar cantik
tapi pandai menjaga harga diri di hadapan dunia
Dia modern tanpa kehilangan akar
anggun tanpa kehilangan iman
Ia bisa bicara tentang dunia
tanpa harus membuka aurat
bisa menembus panggung internasional
tanpa menanggalkan adat dan agama
Sebab ia tahu
modern bukan berarti melacurkan moral
dan kemajuan bukan berarti kehilangan arah

Pesan untuk Zaman dan Cermin

Wahai dunia yang memuja telanjang
ingatlah: tidak semua kulit yang terbuka adalah keberanian
kadang itu tanda hilangnya arah dan malu
Wahai generasi yang haus pengakuan
ketika tepuk tangan reda
yang tersisa hanyalah pandangan kosong
dan marwah yang tercecer di kaki peradaban
Gadih Minang sejati tidak perlu panggung
karena ia sudah bersinar dari dalam jiwanya
Ia tidak perlu mahkota plastik
karena akalnya sudah menjadi bintang yang sebenarnya

Penutup: Suara dari Ranah Bundo

Dari balik kabut Gunung Marapi
suara Bundo terdengar lagi
“Nak, jangan gadaikan adat hanya untuk popularitas.
Jangan jual malu demi disebut modern.
Sebab kalau aurat sudah jadi tontonan,
marwah pun ikut terbakar di mata dunia.”
Dan langit Minangkabau seakan turut bergetar
memeluk warisan yang hampir hilang
sambil berbisik pada angin dan anak negeri
Kalau ingin disebut Gadih Minang
maka peliharalah marwah
sebagaimana Bundo memelihara nagari

Padang, November 2025

Referensi; https://www.facebook.com/share/p/16SsFdrHR3/
Aura Quanaisha (Indonesia): Memenangkan gelar Miss Teen of the Universe 2025 berasal dari Ranah Minang, Padang

Sebagai informasi; 

Aura Quanaisha (Indonesia): Memenangkan gelar Miss Teen of the Universe 2025. Dan katanya berasal dari Ranah Minang. Sementata bajunya seperti Telanj*ng

Sekilas Penulis

Edrawati, M.Pd., yang dikenal dengan nama pena Era Nurza, adalah sosok guru inspiratif yang percaya bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, tetapi membentuk karakter dan menyalakan semangat belajar.

Ia membimbing murid-muridnya untuk berani menulis dan mengekspresikan gagasan melalui karya. Hingga kini, ia telah melahirkan beberapa buku tunggal dan lebih dari 50 antologi, karyanya fiksi maupun nonfiksi.

Aktif di komunitas literasi seperti PERRUAS, WPM, WPI, PLS, Satu Pena, SAN, Media Guru, PPP, KISI, Era Nurza terus menebarkan cahaya literasi dan motivasi agar generasi muda mencintai ilmu dan menulis dengan hati.

Era Nurza, Sastrawati, Penyair dan Penulis. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

122 Orang Kepala Sekolah dan Komite se-Tanah Datar Ikuti Bimtek Tentang Hukum, Etika Digital dan Bank Sampah

Next Post

Pecah, 300 Mahasiswa UNP Antusias Bertemu dengan Seskab Teddy Indra Wijaya di Jakarta

BeritaTerkait

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
44
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
33
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
48
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
40
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
60
Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”

11 Desember 2025
62
Next Post
Pecah, 300 Mahasiswa UNP Antusias Bertemu dengan Seskab Teddy Indra Wijaya di Jakarta

Pecah, 300 Mahasiswa UNP Antusias Bertemu dengan Seskab Teddy Indra Wijaya di Jakarta

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,968)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,061)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,237)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,204)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,207)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,643)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,557)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,377)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,369)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,115)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
135
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
308
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
467
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
211
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
107
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
135
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
118
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
178
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
117

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In