
10 November: Saat Api Tak Padam
Oleh: Era Nurza
(dengan suara tenang namun tegas)
Pagi itu…
Surabaya tidak hanya berasap
ia menyala!
(jeda pendek)
Bukan oleh api senjata
tapi oleh tekad manusia
yang menolak tunduk pada ketakutan
(naikkan suara, bersemangat)
Mereka tidak menunggu pahlawan…
Mereka menjadi pahlawan!
Dengan bambu runcing
dengan darah yang berani mendidih,
dengan teriakan yang memecah langit
MERDEKA!
(turunkan nada, perlahan tapi tajam)
Dan hari ini…
api itu belum padam
Ia menyala di dada petani
di jemari guru
di napas anak muda yang menolak diam
(suara menguat lagi)
Kita adalah terusannya!
Kita pewaris nyala yang tak pernah padam
selama masih ada kejujuran
kerja
dan cinta pada tanah ini
(dengan nada dalam dan mantap)
Jika suatu hari semangatmu nyaris padam
ingatlah…
di tanah ini
pernah ada darah yang rela menetes
agar kita bisa berdiri tegak
dan bermimpi bebas!
(diam sejenak , lalu dengan tegas dan lantang)
10 November!
Hari ketika bangsa ini bersumpah
Selama nyawa masih menyala
api itu… takkan pernah padam!
Padang, 3 November 2025
Sekilas Penulis
Era Nurza merupakan nama pena dari Edrawati, MPd. Seorang pendidik/guru sekaligus penulis, lulusan UNY yang aktif menekuni dunia literasi.
Kecintaannya pada dunia literasi membawanya bergabung dengan berbagai komunitas penulis nasional, mengikuti iven puisi dan cerpen, serta meraih beragam penghargaan bergengsi.
Di sekolah, bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswanya agar berani menulis dan berkarya. Baginya, menulis adalah sarana untuk menumbuhkan imajinasi, membangun kesadaran, serta meninggalkan jejak pemikiran dengan gaya yang modern dan penuh semangat.
(Putrie)























