• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kilau Mutiara dan Kilap Palsu di Panggung Politik

21 April 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 649
Ilustrasi. (Foto : Dok)

Oleh: Prof Henmaidi, ST, MEng.Sc, PhD
(Wakil Rektor IV Universitas Andalas)

KETIKA musim politik datang, muncullah tokoh-tokoh “baru” yang tiba-tiba menjadi seakan harapan rakyat. Mereka hadir di baliho, spanduk, dan reels Instagram, lengkap dengan senyum ala iklan pasta gigi. Slogan manis yang seolah siap menyelamatkan negeri dari keterpurukan. Tapi tunggu dulu—apakah mereka benar-benar pemimpin, atau hanya aktor politik dengan skenario yang sudah ditulis oleh tim pencitraan?

Dalam dunia yang serba bisa diatur ini, tidaklah sulit menciptakan sosok pahlawan instan. Cukup tambahkan satu-dua momen “turun ke pasar”, “marah-marah melihat kesalahan staf” , padu padan busana yang merakyat, dan narasi pengabdian yang dikemas apik—selesai. Publik terpesona, tapi seperti pepatah lama, “tak semua yang berkilau itu emas.” Dalam hal ini, tak semua yang viral itu asli.

Lihat Juga

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
20
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
89
Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

17 Desember 2025
53

Tokoh sejati ibaratkan mutiara. Ia tetap berkilau walau tak digosok. Ia tetap berharga walau terjebak dalam lumpur. Ia tidak perlu panggung buatan untuk bersinar, karena kualitasnya tumbuh dari dalam—dari rekam jejak yang panjang, dari konsistensi idealisme, dan dari kerja nyata yang tak selalu terekam kamera. Sementara tokoh palsu, ya… kilapnya seperti pelapis emas sepuhan. Mungkin silau sebentar, tapi cepat pudar ketika terkena air kenyataan.

Lantas, bagaimana cara membedakannya?

Pertama, lihat rekam jejaknya. Tokoh asli biasanya sudah bekerja jauh sebelum ia terkenal. Ia bukan baru muncul saat mendekati pemilu. Ia tak tiba-tiba muncul dari balik panggung dengan “video pencitraan” yang sempurna dari segala sudut. Ia tumbuh bersama masalah, bersama rakyat. Sementara tokoh palsu? Muncul seperti sulap. Tiba-tiba jadi perhatian, padahal kemarin kita bahkan tak tahu siapa dia.

Selanjutnya, kedua, perhatikan konsistensinya. Tokoh sejati tidak gampang berubah haluan hanya karena survei atau tekanan partai. Ia memegang prinsip meski itu tidak populer. Tokoh palsu? Pagi tempe, sore kedele. Hari ini bicara keadilan, besok jadi juru bicara oligarki. Lidahnya lentur tak bertulang, bicara ikut arah angin.

Lalu, ketiga, lihat reaksinya saat krisis. Pemimpin asli tidak kabur saat rakyat butuh. Ia hadir, bukan untuk menyalahkan atau membuat drama, tapi untuk menyelesaikan masalah. Sementara tokoh palsu biasanya malah sibuk mencari angle kamera yang pas sebelum memberi pernyataan. Kalau bisa bikin vlog dari lokasi bencana, kenapa tidak? Bersihkan situasi, atur posisi, jaga mimik dan postur tubuh dan… action!

Keempat, cek siapa yang mengelilinginya. Tokoh sejati dikelilingi oleh orang-orang yang juga punya rekam jejak kuat, bukan barisan penggemar atau “tim tukang tepuk tangan profesional”. Ia tidak takut dikritik, bahkan mengundang kritik untuk memperbaiki diri. Sementara tokoh palsu… kritik dianggap ancaman. Yang tidak memuji, langsung dicap haters atau dianggap tidak nasionalis.“ Kita bisa menilai seseorang dari circle terdekatnya. Makanya, perhatikan baik-baik siapa orang-orang yang paling sering ia berkumpul.

Terakhir, kelima, teliti dengan seksama dan jujur: apakah dia benar-benar dekat dengan rakyat, atau hanya sedang “dekat-dekatan”? Tokoh sejati dekat dengan rakyat karena memang ia berasal dan tumbuh bersama rakyat. Ia paham betul masalah di lapangan karena pernah mengalaminya. Sementara tokoh palsu? Biasanya baru kenal harga cabe dan bawang kalau ada wartawan.

Sebagai warga, kita tidak boleh malas berpikir. Jangan biarkan pilihan politik kita ditentukan oleh algoritma media sosial atau desain baliho. Negara ini terlalu besar untuk diserahkan pada tokoh palsu yang cuma pandai berbicara dan bergaya.

Jadilah rakyat yang skeptis, tapi rasional. Jangan buru-buru jatuh cinta hanya karena gaya. Cari yang bisa bekerja, bukan sekadar bicara. Karena yang kita butuhkan bukan pahlawan layar kaca, tapi pemimpin nyata yang tahu rasanya berkeringat dan bertanggung jawab pada ummatnya.

Kilau sejati tak butuh lampu sorot. Dan ketika tirai panggung ditutup, hanya mutiara yang akan tetap bersinar. Yang palsu? Akan kembali ke kotaknya, menunggu musim panggung berikutnya. *)

Prof Henmaidi, ST, MEng.Sc, PhD, Wakil Rektor IV Universitas Andalas. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Eka Putra Sebut Peran Perantau Sangat Strategis dalam Membangun Tanah Datar

Next Post

Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

BeritaTerkait

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat
Opini

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
20
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau
Opini

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
89
Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi
Opini

Polisi di Jabatan Sipil Melukai Hati Birokrasi

17 Desember 2025
53
Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya
Opini

Mengapa Bencana Dinyatakan Nasional? Kriteria dan Prosesnya

16 Desember 2025
92
Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa
Opini

Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa

12 Desember 2025
99
Banjir Bandang dan Longsor; Perlu Penegakan Hukum Lingkungan yang Tegas
Opini

Banjir Bandang dan Longsor; Perlu Penegakan Hukum Lingkungan yang Tegas

3 Desember 2025
416
Next Post
Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,934)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,025)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,194)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,171)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (28,941)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,616)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,492)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,348)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,335)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,084)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
133
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
301
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
464
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
210
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
105
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
134
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
117
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
177
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
116

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In