• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kilau Mutiara dan Kilap Palsu di Panggung Politik

21 April 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 760
Ilustrasi. (Foto : Dok)

Oleh: Prof Henmaidi, ST, MEng.Sc, PhD
(Wakil Rektor IV Universitas Andalas)

KETIKA musim politik datang, muncullah tokoh-tokoh “baru” yang tiba-tiba menjadi seakan harapan rakyat. Mereka hadir di baliho, spanduk, dan reels Instagram, lengkap dengan senyum ala iklan pasta gigi. Slogan manis yang seolah siap menyelamatkan negeri dari keterpurukan. Tapi tunggu dulu—apakah mereka benar-benar pemimpin, atau hanya aktor politik dengan skenario yang sudah ditulis oleh tim pencitraan?

Dalam dunia yang serba bisa diatur ini, tidaklah sulit menciptakan sosok pahlawan instan. Cukup tambahkan satu-dua momen “turun ke pasar”, “marah-marah melihat kesalahan staf” , padu padan busana yang merakyat, dan narasi pengabdian yang dikemas apik—selesai. Publik terpesona, tapi seperti pepatah lama, “tak semua yang berkilau itu emas.” Dalam hal ini, tak semua yang viral itu asli.

Lihat Juga

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
34
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
25
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
32

Tokoh sejati ibaratkan mutiara. Ia tetap berkilau walau tak digosok. Ia tetap berharga walau terjebak dalam lumpur. Ia tidak perlu panggung buatan untuk bersinar, karena kualitasnya tumbuh dari dalam—dari rekam jejak yang panjang, dari konsistensi idealisme, dan dari kerja nyata yang tak selalu terekam kamera. Sementara tokoh palsu, ya… kilapnya seperti pelapis emas sepuhan. Mungkin silau sebentar, tapi cepat pudar ketika terkena air kenyataan.

Lantas, bagaimana cara membedakannya?

Pertama, lihat rekam jejaknya. Tokoh asli biasanya sudah bekerja jauh sebelum ia terkenal. Ia bukan baru muncul saat mendekati pemilu. Ia tak tiba-tiba muncul dari balik panggung dengan “video pencitraan” yang sempurna dari segala sudut. Ia tumbuh bersama masalah, bersama rakyat. Sementara tokoh palsu? Muncul seperti sulap. Tiba-tiba jadi perhatian, padahal kemarin kita bahkan tak tahu siapa dia.

Selanjutnya, kedua, perhatikan konsistensinya. Tokoh sejati tidak gampang berubah haluan hanya karena survei atau tekanan partai. Ia memegang prinsip meski itu tidak populer. Tokoh palsu? Pagi tempe, sore kedele. Hari ini bicara keadilan, besok jadi juru bicara oligarki. Lidahnya lentur tak bertulang, bicara ikut arah angin.

Lalu, ketiga, lihat reaksinya saat krisis. Pemimpin asli tidak kabur saat rakyat butuh. Ia hadir, bukan untuk menyalahkan atau membuat drama, tapi untuk menyelesaikan masalah. Sementara tokoh palsu biasanya malah sibuk mencari angle kamera yang pas sebelum memberi pernyataan. Kalau bisa bikin vlog dari lokasi bencana, kenapa tidak? Bersihkan situasi, atur posisi, jaga mimik dan postur tubuh dan… action!

Keempat, cek siapa yang mengelilinginya. Tokoh sejati dikelilingi oleh orang-orang yang juga punya rekam jejak kuat, bukan barisan penggemar atau “tim tukang tepuk tangan profesional”. Ia tidak takut dikritik, bahkan mengundang kritik untuk memperbaiki diri. Sementara tokoh palsu… kritik dianggap ancaman. Yang tidak memuji, langsung dicap haters atau dianggap tidak nasionalis.“ Kita bisa menilai seseorang dari circle terdekatnya. Makanya, perhatikan baik-baik siapa orang-orang yang paling sering ia berkumpul.

Terakhir, kelima, teliti dengan seksama dan jujur: apakah dia benar-benar dekat dengan rakyat, atau hanya sedang “dekat-dekatan”? Tokoh sejati dekat dengan rakyat karena memang ia berasal dan tumbuh bersama rakyat. Ia paham betul masalah di lapangan karena pernah mengalaminya. Sementara tokoh palsu? Biasanya baru kenal harga cabe dan bawang kalau ada wartawan.

Sebagai warga, kita tidak boleh malas berpikir. Jangan biarkan pilihan politik kita ditentukan oleh algoritma media sosial atau desain baliho. Negara ini terlalu besar untuk diserahkan pada tokoh palsu yang cuma pandai berbicara dan bergaya.

Jadilah rakyat yang skeptis, tapi rasional. Jangan buru-buru jatuh cinta hanya karena gaya. Cari yang bisa bekerja, bukan sekadar bicara. Karena yang kita butuhkan bukan pahlawan layar kaca, tapi pemimpin nyata yang tahu rasanya berkeringat dan bertanggung jawab pada ummatnya.

Kilau sejati tak butuh lampu sorot. Dan ketika tirai panggung ditutup, hanya mutiara yang akan tetap bersinar. Yang palsu? Akan kembali ke kotaknya, menunggu musim panggung berikutnya. *)

Prof Henmaidi, ST, MEng.Sc, PhD, Wakil Rektor IV Universitas Andalas. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Bupati Eka Putra Sebut Peran Perantau Sangat Strategis dalam Membangun Tanah Datar

Next Post

Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

BeritaTerkait

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!
Opini

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
34
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis
Opini

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
25
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat
Opini

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
32
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City
Opini

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
33
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta
Opini

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
45
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata
Opini

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

8 Oktober 2026
47
Next Post
Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

Dicatat Ya, Bupati Dharmasraya Luncurkan Layanan Pengaduan Masyarakat “LAPOR KAK ANNISA”

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,170)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,072)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,395)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,076)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,641)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,536)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (35,006)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,492)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,753)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,832)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
212
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
450
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
532
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
267
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
149
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
194
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
159
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
228
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
165

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In