PADA dasarnya, masyarakat Sumbar sudah mulai jenuh dengan penampilan para calon pemimpin yang itu ke itu saja sosoknya. Masyarakat ingin adanya calon-calon yang fresh dan mumpuni dari sisi kepemimpinan, mempunyai lobi yang kuat serta jaringan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri, sehingganya bisa membawa Sumbar untuk berlari mengejar ketertinggalan.
Pasca-ditolaknya permohonan Faldo Maldini di Mahkamah Konstitusi (MK), sepertinya Pilkada Sumbar 2020 kehilangan sosok milenial yang bisa memberikan alternatif pilihan kepada masyarakat Sumbar. Tapi jangan kecewa dulu, sebenarnya ada satu nama yang dari dulu sudah berkibar, yakni Yuliandre Darwis, M.Mass.Comm, PhD.
Yuliandre Darwis? Ya. Ia merupakan generasi kedua dari Keluarga Besar Darwis yang sudah malang melintang di Pemprov Sumbar. Ada almarhum Darwin Darwis, Yal Darwis dan Chairul Darwis, yang merupakan sosok-sosok ASN yang tidak kenal lelah mengabdi untuk Sumbar, sesuai dengan bidangnya. Darah pengabdian itu sepertinya menurun ke Yuliandre Darwis.
Yuliandre yang kelahiran 1980 (berumur 39 tahun), sarat prestasi. Mulai dari gelaran Uda Uni Sumbar, bisnis dan sampai kepada prestasi akademik. Saat ini sarjana komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad), yang berhasil meraih gelar doktor pada usia 30 tahun di Universitas Teknologi Mara Malaysia itu, merupakan Komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2019-2022.
Pada periode sebelumnya 2016-2019, Yuliandre menjabat Ketua KPI Pusat. Eksistensi Yuliandre di KPI sangat membanggakan orang Minang, karena di usia mudanya sudah mampu tampil di pentas nasional. Selama jadi Ketua KPI Pusat, banyak terobosan-terobosan yang digulirkan oleh Yuliandre, untuk penyiaran yang lebih baik lagi di Indonesia.
Dosen Ilmu Komunikasi Fisip Unand ini pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), dan mengingat kapasitas serta rekam jejak kepemimpinan Yuliandre, saat penyusunan kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin yang baru lalu, sempat beredar namanya untuk mewakili kaum milenial yang duduk menjadi menteri.
Saya cukup beruntung bisa kenal dengan sosok milenial yang matang (tenang dan tidak meledak-ledak), enerjik dan kreatif ini. Kebetulan kami sama-sama menjadi staf Ketua DPD RI Irman Gusman saat itu di tahun 2014-2016. Banyak orang menganggumi kecerdasan dan tutur kata Yuliandre saat tampil di podium atau sebagai pembicara. Mengalir dan mudah dipahami.
Walaupun berusia muda, kepemimpinan Yuliandre itu sudah teruji. Ia memiliki lobi yang kuat, serta jaringan yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Soal dukungan, moril maupun materiil, tentunya akan mudah didapat Yuliandre. Lihat saja waktu ia mengadakan resepsi di Padang tempo hari, banyak tokoh-tokoh nasional dan artis papan atas yang datang ke Hotel Pangeran Beach. Yuliandre kenal Chairul Tanjung, Hary Tanoesudibjo, Nirwan Bakrie dan banyak lainnya.
Seharusnya partai politik membuka ruang bagi sosok Yuliandre untuk menjadi pemimpin Sumbar ke depan. Tidak sebagai gubernur, mungkin sebagai wakil gubernur. Dengan merepresentasikan sosok pemimpin milenial, “menjual” Yuliandre di masyarakat Sumbar yang banyak kaum milenialnya (usia muda / pemilih pemula), tidak susah-sudah amat. Untuk itu, sosok anak muda Yuliandre Darwis ini patut diinap-inapkan, atau dipertimbangkan.
Ditulis oleh :
Isa Kurniawan
Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)























