• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, September 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Mandi Balimau di Minangkabau

15 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 5,992
Nadia Nasmita Ramadan, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Nadia Nasmita Ramadan

BALIMAU adalah tradisi turun temurun yang diwariskan nenek moyang Minangkabau dan biasanya dilakukan masyarakat di air sungai yang mengalir dan sekarang banyak dilakukan di tempat-tempat pemandian umum.

Tradisi mandi Balimau yang dipercaya sejak dulu sampai sekarang masih banyak melakukan mandi Balimau menggunakan jeruk di sungai dan tempat pemandian untuk tujuan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan.

Lihat Juga

Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?

Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?

15 September 2026
79
Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang

Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang

13 September 2026
13
Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang

Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang

10 September 2026
15

Balimau adalah salah satu hal wajib yang untuk di lakukan sebelum menunaikan ibadah puasa Ramadhan bagi sebagian masyarakat yang mempercayainya. Kepercayaan masyarakat dengan balimau masih sangat banyak dan setiap menjelang bulan suci Ramadhan banyak masyarakat mandi Balimau ke tempat-tempat wisata pemandian.

Mandi Balimau menjadi tujuan sekaligus pergi jalan-jalan sebagai penutupan untuk pergi main karena sebulan penuh beribadah di bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan.

Balimau dilakukan untuk tujuan menyucikan diri dan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan. Balimau dilakukan dengan mengguyurkan air jeruk dan bunga-bunga yang sudah diracik ke seluruh tubuh, dari kepala sampai jari kaki, seperti mandi wajib.

Tradisi mandi Balimau tidaklah menentang hukum agama Islam jika dilakukan dengan benar. Tetapi seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, pada saat ini banyak sekali dijumpai masyarakat mandi Balimau, tetapi satu tempat dengan yang bukan muhrimnya (laki-laki dan perempuan), yaitu anak muda-mudi yang mandi Balimau di tempat pemandian umum yang banyak sekali dijumpai.

Mandi Balimau hanya sebagai omong kosong. Balimau sudah jelas tujuannya untuk menyucikan diri dan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan, sedangkan banyak muda-mudi di tempat pemandian umum mengatakan ia sedang mandi Balimau tetapi satu tempat dengan yang bukan muhrimnya.

Tradisi mandi Balimau sudah menjadi kontroversi karena banyak muda-mudi mandi Balimau bercampur dengan yang bukan muhrimnya hal ini tentu saja tidak diperbolehkan dan tidak wajar bagi umat muslim.

Balimau sudah jelas tujuannya untuk menyucikan diri dan membersihkan diri tetapi banyak yang tidak mengartikannya ke hal-hal yang ia lakukan, seperti mandi Balimau tetapi satu tempat dengan yang bukan muhrimnya yaitu bercampur laki-laki dan perempuan di tempat wisata pemandian.

Mandi bercampur dengan orang yang bukan muhrimnya sudah menjadi hal biasa ditemukan pada saat ini, terutama di tempat pemandian umum yang terkenal dan tentunya banyak yang mengunjunginya dan mandi di dalam kolam dan bercampur di dalamnya laki-laki dan perempuan.

Mandi bercampur antara laki-laki dan perempuan apakah bisa menjamin semua pengunjung yang mandi itu orang yang sehat? Tentu tidak kan, tetapi semua orang yang mandi di tempat pemandian umum tidak memperhatikannya dan cuek atau tidak mau tau akan hal itu.

Mandi Balimau sudah menjadi hal yang harus dilakukan dengan benar, tetapi banyak yang tidak mengikuti tradisi Balimau sesuai dengan yang menjadi tujuan Balimau tersebut. Mandi Balimau hanya sebagai tujuan berwisata ke tempat pemandian umum yang terkenal dan bukan untuk menyucikan diri dan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan.

Hal ini tentu salah besar yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti terhadap masyarakat yang telah sesat jalannya dan harusnya diperbaiki dengan tegas agar tidak melakukan hal yang salah itu.

Mandi Balimau saat ini hanya sebagai omong kosong yang sudah menyimpang dari tradisi yang dipercaya dari dahulu. Sekarang mandi Balimau hanya untuk mandi-mandi biasa di sungai atau di tempat wisata pemandian umum. Balimau tidak ada ia lakukan. Tujuannya hanya pergi berwisata bukan untuk menyucikan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

Mandi Balimau sekarang ini sudah mulai memudar karena penyimpangan yang terjadi. Mandi Balimau di tempat yang sama dengan lawan jenis dan tentunya bukan muhrimnya hal ini bukanlah ajaran agama Islam dan ini bisa menjadi tradisi yang sesat jika dilakukan dengan cara mandi Balimau tetapi satu tempat dan waktu yang sama dengan lawan jenis.

Tujuan mandi Balimau adalah untuk menyucikan diri sendiri untuk menyambut bulan suci Ramadhan tentunya penyimpangan yang terjadi saat ini tidak akan menyucikan diri karena sudah tidak ada kesadaran akan penyimpangan yang dilakukannya, yaitu mandi Balimau tetapi satu tempat dan satu waktu dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya.

Mandi Balimau sudah dari dulu tujuannya untuk menyucikan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan, bukan untuk main-main atau melakukan hal menyimpang dengan mandi dengan yang bukan muhrimnya. Jika Balimau masih dilakukan seperti ini tentu saja banyak masyarakat yang sesat dengan tradisi yang sudah pasti salah dan tidak boleh dilakukan seperti itu.

Boleh saja mandi Balimau tetapi tidak satu tempat dan waktu yang sama dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya seperti mandi di tempat wisata pemandian umum terkenal banyak masyarakat yang datang ke tempat pemandian.

Lebih baik dan benar lakukan di rumah saja dan tentunya benar-benar lakukan dengan niat yang di hati untuk menyucikan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan melakukan ibadah puasa Ramadhan untuk mendapatkan pahala dan ridho-Nya Allah SWT.

Mandi Balimau adalah tradisi yang dipercaya sejak dulu sampai sekarang dan masih banyak dilakukan oleh masyarakat Minangkabau, tetapi sekarang menyimpang dari tradisi yaitu mandi Balimau tetapi satu tempat dan satu waktu dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya hal ini yang harus diperhatikan agar tidak dilakukan lagi dan tidak berkembang lagi di masyarakat.

Sebagai umat muslim kita yang harus memperhatikan segala penyimpangan yang terjadi di sekitar kita dan mengatasi penyimpangan yang terjadi minimal mengingatkan yang di sekitar kita agar tidak melakukan penyimpangan sosial yang terjadi dan tidak berkembang lebih besar penyimpangan sosial tersebut. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Merantau dan Bahasa Kasar

Next Post

Majelis Komisioner KI Sumbar Gabung Tiga Register, Atasan PPID Solsel Jadi Termohon

BeritaTerkait

Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?
Opini

Akankah Jalur Kepala Daerah Kembali Menduduki Tahta Sumbar Satu?

15 September 2026
79
Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang
Opini

Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang

13 September 2026
13
Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang
Opini

Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang

10 September 2026
15
Ahmad Syaukani, Putra Ulama Chairuman Isa jadi Camat Pariaman Timur
Opini

Ahmad Syaukani, Putra Ulama Chairuman Isa jadi Camat Pariaman Timur

10 September 2026
25
Evaluasi MBG: dari Sentralisasi ke Desentralisasi
Opini

Evaluasi MBG: dari Sentralisasi ke Desentralisasi

9 September 2026
24
Uneg-Uneg Kepala Daerah
Opini

Uneg-Uneg Kepala Daerah

9 September 2026
22
Next Post
Majelis Komisioner KI Sumbar Gabung Tiga Register, Atasan PPID Solsel Jadi Termohon

Majelis Komisioner KI Sumbar Gabung Tiga Register, Atasan PPID Solsel Jadi Termohon

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,977)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,889)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,180)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,858)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,341)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,976)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,801)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,267)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,562)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,642)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
200
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
412
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
521
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
263
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
141
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
178
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
157
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
215
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
156

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In