PADANG, forumsumbar —Kedai atau lapau sebutannya, di Sumbar adalah media efektif untuk menularkan ide positif.
Di lapau, diskusi menjadi hidup dan bahkan bisa alot, sampai bisa bersitegang urat leher segala. Model diskusi lapau inilah yang dilakukan paslon pilkada dari PKB Faldo Maldini-H Febby Dt Bangso menularkan ide memimpin Sumbar ke depan.
“Dialog hidup meski alot tetap ada suasana kekeluargaan dan keminangan,” ujar Faldo Maldini di sebuah kedai di bilangan Jl Pramuka Belanti – Kota Padang, Senin (13/7).
Bahkan di lapau, kata Faldo, tidak ada sekat dalam berdiskusi, komunitas lapau di Sumbar itu kritis.
“Jangan dikira kita tokoh dan punya segudang ilmu, lalu orang di lapau akan manut dan oke saja. Tidak. Justru di lapau-lapau Minang itu semuanya pakar. Ada apa lu mau gua ada, itu psikologi lapau di Sumbar,” ujar Faldo.
Faldo memang pejuang aspirasi. Muda usia, 30 tahun jebolan Inggris, tapi di lapau Faldo tidak bisa menepuk dada dalam berdiskusi.
“Jangan sampai itu terjadi, kalau ma aden di lapau akibatnya miris. Kita masuk lapau, orang di lapau bisa baranjak ciek-ciek se jadinyo. Kalau itu terjadi, maka ini bentuk hukum sosial yang kejam di pergaulan kedai di Sumbar,” ujarnya.
Berinteraksi dari lapau ke lapau dilakukan Faldo tidak saat mau maju pilkada saja. “Sudah dilakukan jauh-jauh hari karena saya tahu ada ide dan aspirasi orisinil di lapau-lapau Minang,” ujarnya.
Sementara itu Cawagub PKB Febby Dt Bangso mengatakan bahwa ke lapau menjadi satu dari banyak mode untuk menjual ide kepemimpinan di Sumbar.
“Saya dan Faldo kemana saja bergerilya politik tetap menyempatkan diri berinteraksi di lapau-lapau di Sumbar,” ujarnya.
Paslon ‘duo rang mudo‘ ini telah dideklarasikan PKB, dan semakin hari terus menunjukkan grafik naiknya popularitas dan elektabilitas mereka.
Bahkan banyak pihak beranggapan kalau menjadi paslon dengan “Koalisi Jalan Pikiran” maka Faldo-Febby bisa mengejutkan pentas politik Sumbar.
(Rel/Ad)























