JAKARTA, forumsumbar —Kelebihan orang Minangkabau itu adalah kemampuannya beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungannya, karena dilandasi budaya egaliternya.
Hal itu disampaikan Yuliandre Darwis, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, saat tampil di diskusi yang dilaksanakan secara virtual oleh Minang Diaspora Networking-Global (MDN-Global), dengan bahasan “Mempersiapkan Generasi Emas Minangkabau untuk Mengguncang Dunia”, Sabtu (27/6).
Disebutkan Yuliandre, orang Minangkabau itu paling gampang beradaptasi, jadi kemanapun pergi, atau merantau, tidak banyak mengalami kendala, dan diterima oleh masyarakat setempat.
“Orang Minangkabau itu, dalam proses kehidupannya, pada dasarnya mempunyai kekuatan spiritual. Mempunyai kekuatan moral dalam melangkah,” ujar Yuliandre.
Dalam proses kehidupan itu, lanjut doktor ilmu komunikasi tamatan Malaysia ini, orang Minangkabau mempunyai tujuan utama adalah bagaimana meraih pendidikan setingginya.

Jadi, kata tokoh muda Minangkabau di tingkat nasional ini, tidak heran kita melihat orangtua di Minangkabau berjuang tak kenal lelah, dan berkorban materi, agar anaknya bisa berpendidikan tinggi.
“Pendidikan, bagi orang Minangkabau adalah prioritas nomor satu untuk mengarungi kehidupan,” pungkas Yuliandre, yang pernah menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Malaysia.
Dengan pendidikan dan kemampuan beradaptasi dengan cepat membuat orang Minangkabau, dulunya, dan mudah-mudahan ke depan, menjadi orang-orang yang sukses di bidangnya masing-masing, dimana pun berada.
Diskusi virtual ini dipandu oleh Prof Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Diknas yang sekarang menjadi Rektor Universitas Yarsi di Jakarta, dan diikuti oleh diaspora Minangkabau dari berbagai negara seperti Amerika, Jerman, Hongaria, Mesir, Saudi Arabia, Australia, dan banyak lainnya.
Kemudian diskusi dengan peserta 269 orang ini, diikuti pula tokoh-tokoh masyarakat Minangkabau, seperti Irman Gusman, Gamawan Fauzi, Andrinof Chaniago dan Burmalis Ilyas, serta milenial berdarah Minangkabau yang sukses dalam dunia ekonomi kreatif, sosial dan politik, di tingkat nasional.
(Ika)






















