JAKARTA, forumsumbar —Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan simpang siur sebuah informasi merupakan hal yang sering terjadi seiring dengan kemajuan teknologi. Dewasa ini di era digital, menurut Yuliandre sebuah berita dan informasi tersebar begitu cepat, terkadang kebanyakan orang tidak menyadari pentingnya untuk menyaring dan meneruskan sebuah informasi.
“Dengan semakin majunya teknologi dan tak adanya batasan sehingga seseorang kapan pun bisa menyebarkan informasi,” kata Yuliandre saat acara diskusi berbasis daring dengan tema “Mengantisipasi Hoaks di Era Konvergensi” di Jakarta, Kamis (4/6).
Pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat periode 2016-2019, Andre sapaan akrabnya mengungkapkan, dahulu sebuah informasi dan pesan yang akurat ketika fakta yang terkumpul akan menjadi sebuah opini. Namun Andre merasakan bahwa beda kondisi saat ini lebih terkesan terbalik, dimana opini yang selalu dibahas dengan kesamaan situasi dan kondisi akan menjadi sebuah fakta.
Dalam kenyataannya, hal yang patut dilakukan saat ini adalah mengedukasi diri agar lebih protektif dalam menerima dan meneruskan informasi. Andre menekankan bahwa pentingnya untuk menjaga keseimbangan berfikir agar menjadikan diri pribadi sebagai dapur redaksi informasi yang diterima maupun di teruskan ke orang lain.
“Kebanyakan sudah menjadi kebiasaan sesorang untuk menjadi pelopor dalam memperoleh sebuah informasi. Padahal kebenaran informasi tersebut belum tentu akurat sesuai fakta yang ada,” tuturnya.
(Syahrul)






















