Jangan Berkecil hati Diharap Wabah Pergi

Oleh : Suhatri Bur

// forumsumbar //

LEBARAN Idul Fitri kali ini kita tak mungkin sama dengan tahun-tahun sebelumnya, disebabkan kita sedang diuji dengan kedatangan wabah Covid-19. Biasanya kita merayakannya dengan bersuka-ria, kali ini harus dalam keadaan yang berbeda. Semua orang, tidak terkecuali menaati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Maanfaatnya untuk bersama, tidak untuk pemerintah saja. Atas rasa hormat yang besar kepada perantau, kirim saja uang kepada dunsanak di kampung tak perlu pulang. Sekalipun dapat pulang, lebaran juga tidak seperti biasa.

Pelarangan ini atas nama kasih sayang demi keselamatan bersama, agar wabah tidak menular sehingga penanggulangan yang tengah dilaksanakan segera selesai cepat. PSBB sangat ditentukan oleh kesadaran disiplin kita semua. Virus ini sangat rentan bagi mereka yang memiliki tingkat imun yang rendah, sudah punya penyakit sebelumnya, karenanya bersabarlah untuk tidak pulang lebaran kali ini.

Pemkab Padang Pariaman telah berkoordinasi dengan Pemprov melalui rangkaian rapat-rapat secara online bersama seluruh pemerintah kota dan kabupaten, kita sepakat agar perantau tak perlu pulang kampung lebaran ini. Jangan berkecil hati, kita berharap sekali wabah ini segera pergi, setelah itu silahkan sekehendak hati kita pulang pergi kampung – rantau.

Pintu masuk kini diperketat, baik kawasan Padang Pariaman maupun kota dan kabupaten lain di Sumbar. Ini sudah keputusan. Sebuah keputusan tentu saja memiliki dampak bagi siapapun, kita harus hormati itu, bersabar, ikhlas, sebagaimana kita dilatih dalam ibadah puasa. Jangan coba-coba untuk mengakali pintu masuk kota dan kabupaten itu, sekalipun lolos, tiba di kampung halaman masyarakat dan dunsanak akan was-was dengan kedatangan orang baru. Jadi, alangkah baiknya tetap di rantau.

Gunakan teknologi informasi, semisal video call untuk menjalin silaturrahmi dengan dunsanak di kampung halaman, begitu pula sebaliknya. Semua orang terdampak, tak perlu mengutuk keadaan ini, lebih baik menerimanya, mempelajarinya dengan seksama, mematuhi peraturan dan protokol agar tidak terpapar Covid-19. Kuncinya hiduplah bersih, selalu waspada, serta memperbanyak kesabaran.

Pemerintah telah membentuk pos-pos pengamanan di setiap perbatasan. Pemeriksaan akan dibantu pihak Polri, Satpol PP, BPBD, Dishub, serta tenaga kesehatan. Lebih baik di rumah saja, dari pada antri di pos pemeriksaan. Bila pemeriksaan diduga terjangkit, bisa-bisa diisolasi selama 14 hari, baik di rumah maupun di rumah sakit.

Semi lockdown yang kita lakukan di Padang Pariaman menunjuk kedisiplinan masyarakat memang terlihat rendah. Sangat rawan terpapar Covid-19. Ke depan mungkin akan diambil tindakan demi tercapainya target mengusir Covid-19, serta selamatnya dunsanak-dunsanak kita yang rentan.

Kita sangat maklum dengan peran perantau selama ini di Padang Pariaman. Apalagi di hari baik bulan baik, mereka bersedeqah, berzakat, berwakaf, di kampung halaman. Mereka pulang membawa uang setelah satu tahun penuh bekerja di perantauan. Kali ini, atas nama pemerintah daerah, meminta agar tidak pulang kampung lebaran kali ini.

Menurut laporan, perantau yang telah pulang sudah mencapai angka 2.744, akhir bulan lalu. Alasan yang dikemukakan karena mereka juga tidak mendapatkan pekerjaan, serta usaha mereka tutup di perantauan. Kita maklum tetapi angka ini sepertinya tidak akan bisa ditambah karena keadaan, dimana angka-angka positif teridap Covid-19 terus menanjak. Jika bertambah terus perantau pulang, berarti kita terus menunda penyelesaian masalah wabah ini.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah menyiapkan secara maksimal agar PSBB ini bisa berjalan efektif. Masyarakat harus membantu dengan mendisiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan. Adapun kebutuhan barang pokok, tenaga kesehatan, serta peralatan kesehatan, koordinasi tidak pernah putus dengan pemerintah provinsi dan pusat agar kelancaran penanganan tak terganggu.

Koordinasi di atas normal ini harusnya dipahami sebagai perjuangan untuk menyelesaikan masalah. Termasuk dana jaminan pengamanan sosial (JPS), ayo bersabar, ayo tawakkal, ini cobaan untuk kita semua di bulan suci ramadan ini. Tak perlu marah, benci, mencaci-maki, sebab tak menyelesaikan masalah. Semua orang terdampak di negeri ini, obatnya adalah bersabar, bukan bagak-bagak, bangga melawan aturan, serta bisa lolos dari pengawasan di pintu masuk.

Jalan terbaik itu adalah tidak pulang kampung lebaran ini, tunda setelah selesai wabah ini diusir dari kampung halaman kita. Jika ingin membantu dunsanak di kampung, sekali lagi, kirimlah. Lebaran kali ini, lebaranlah dengan sederhana dan seadanya. Semoga lebaran tahun depan bisa diganti lebih meriah lagi. Amin ya Rabb. *)

 

Penulis adalah Wakil Bupati Padang Pariaman

Sumber : Tulisan yang sama telah dimuat di TERAS RAMADAN Harian Padang Ekspres, Rabu 20 Mei 2020