• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Rapat Evaluasi PSBB, Ini yang Disampaikan Gubernur Sumbar ke Presiden Jokowi

13 Mei 2020
in Berita
Reading Time: 5min read
Views: 4,694

PADANG, forumsumbar —Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ikut rapat evaluasi membahas Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama dengan Presiden RI Jokowi, Selasa (12/5), yang dilaksanakan melalui video conference (vidcon) bersama dengan kepala daerah lainnya di Indonesia.

Disampaikan Presiden Jokowi, bahwa PSBB telah dilaksanakan di 4 provinsi dan 72 kabupaten / kota di seluruh Indonesia. Efektivitas pelaksanaan PSBB ini masih bervariasi.

Ada daerah dengan kasus Covid-19 turun secara gradual, konsisten, namun tidak drastis. Ada yang turun namun fluktuatif. Ada yang tidak berubah sebelum dan sesudah PSBB.

Lihat Juga

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

1 Mei 2026
11
Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

30 April 2026
52
Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

30 April 2026
13

“Karena itulah, pelonggaran PSBB hendaknya dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa. Semuanya didasarkan pada evaluasi atas data dan pelaksanaan PSBB di lapangan,” ujar Presiden Jokowi mengingatkan para kepala daerah yang menerapkan PSBB.

Adapun rapat evaluasi Presiden RI Jokowi dengan kepala daerah ini dimoderatori Menseskab Pramono Anung.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan, seperti dilansir di laman setkab.go.id, bahwa kekuatan testing, tracking, isolasi, dan treatment yang dilakukan di Sumbar bersama dukungan dari para bupati dan wali kota untuk menangani pandemi Covid-19.

“Bahwasanya di Sumbar, terakhir data data kemarin 299 yang positif. Namun demikian dari 299 positif ini, 72% adalah ODP dan OTG. Jadi sisanya 27 koma sekian itu adalah PDP. Dari 299 yang positif itu sebenarnya tanggal 22 April, mulai pertamanya PSBB di Sumbar yang pertama, tidak ada lagi yang impor,” ujar Gubernur Sumbar saat memberikan keterangan.

Jadi, sebut gubernur, kasusnya tidak ada lagi impor sejak tanggal 22 April, impor itu datang dari luar Sumbar. Dimana mengawali dari 299 itu adalah semuanya impor dari pendatang dan jumlahnya hampir 40.

“Dan kemudian itu menunjukkan bahwa dari PSBB tanggal 22 April yang disambut tanggal 24 April larangan mudik Permenhub No. 25 Tahun 2020, kita dianggap cukup efektif dalam artian tidak muncul lagi impor positif dari luar Sumbar,” imbuhnya.

Dari 299 yang ada itu, menurut Gubernur Sumbar, tidak muncul klaster baru setelah tanggal 22 April berdasar kajian yang dibuat dari tim Dinas Kesehatan Provinsi bersama Dinas kota/kabupaten, kemudian juga dikuatkan dari hasil laboratorium dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).

“Data dokter Andani menyebutkan bahwa dari 299 itu tidak ada kasus baru penambahannya tapi dari yang sebelum tanggal 22 April dengan klaster-klaster yang sudah muncul sebelumnya dan itu terjadinya transmisi lokal. Dan kemudian berikutnya setelah tanggal 22 April ketika PSBB, PDP pasien yang ada dalam pengawasan dari 14% menurun jadi 12%, menurun menjadi 4%. Jadi PDP menurun pada saat PSBB ini,” kata Gubernur Sumbar.

Provinsi Sumbar, menurut gubernur, melaksanakan sesuai dengan arahan Presiden, sebagai berikut:

Pertama, melakukan testing secara dini, cepat dan itu sudah dilakukan di Fakultas Kedokteran Unand, laboratorium semenjak tanggal 23 Maret sampai saat ini kita sudah lebih dari 9.000 spesimen yang kita periksa di lab.

“Dan 1 hari pun bisa sampai lebih 758 spesimen dan rata-rata bisa 300 spesimen. Dan kita 2 minggu terakhir bahkan hampir 3 minggu kita sudah masuk ke ODP-OTG dan perantau datang 20 hari, selama 20 hari,” urai Gubernur Sumbar.

Jadi, menurut Gubernur Sumbar, PDP dalam waktu 6 jam itu insyaallah sudah keluar hasilnya dan itu sudah ada di rumah sakit, kalau positif langsung di-tracking yang terpapar.

“Dan kemudian kalau yang ODP-OTG mungkin bisa 24 jam dan itupun kalau tahu positif langsung kita tracking. Jadi kekuatan testing ini sudah ada di Sumbar dan memang saat ini kita masih menunggu mesin ekstraksi yang insyaallah dari BNPB akan dibantu. Itu bisa sampai 1.500 nanti dan kita bisa membantu provinsi tetangga untuk melakukan testing,” tandas Irwan.

Kedua, adalah melakukan tracking masif.

“Jadi tracking masif ini kami bersama bupati dan wali kota melakukan tracking masif ini, sehingga 1 yang positif itu bisa minimal 50 spesimen Swab yang diambil bahkan sampai 500. Sehingga demikian bisa terkendali mereka-mereka yang terpapar dari yang positif tersebut, dan dari situ kita bertindak cepat untuk melakukan pengendalian dan pemutusan transmisi terhadap yang positif yang kita ketahui cepat tersebut,” jelas Irwan.

Ketiga, adalah langkah isolasi.

“Isolasi ini tentu mereka yang sudah terpapar itu kita isolasi, kita siapkan tempatnya di karantina-karantina provinsi dan kota/kabupaten. Selama itu kita langsung hari pertama masuk di Swab dan kemudian hari ke-2 dan ke-3 di Swab yang ke-2,” papar Gubernur Sumbar.

Kalau seandainya hasilnya negatif, menurut Gubernur Sumbar, maka yang bersangkutan pulang, tidak diisolasi, yang positif masuk dalam yang keempat: perawatan.

Keempat, adanya suatu treatment.

“Nah ini treatment yang kita lakukan alhamdulillah tingkat kesembuhan kita meningkat, mungkin minggu depan akan semakin banyak karena Covid ringan yang banyak dengan perawatan di karantina pun sudah bisa mencukupi,” ujarnya.

Sebagai informasi, lanjut Gubernur Sumbar, bahwa dari 19 kota/kabupaten, masih 3 yang negatif, yaitu Sawahlunto, Sijunjung, dan Kota Solok.

“Dan kemudian yang sudah mulai menurun yaitu Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman Timur, dan kemudian Pariaman. Dan kemudian yang sedang berjuang tapi berbagai klasternya sudah mulai terputus yaitu antara lain Kota Padang,” urainya.

Kota Padang ini, menurut Gubernur Sumbar, dari sekitar 15-16 klaster, 8 sudah terputus, sisanya itu mungkin masih bentuknya beberapa rumah yang berkembang sedikit keluar.

“Dan kemudian yang menjadi episentrum ada 2 titik setidaknya Pasar Raya dan Pegambiran. Ini pun oleh walikotanya luar biasa, di-tracking sampai lebih 1.000 yang diambil spesimennya. Ini upaya-upaya yang kita lakukan. Dan kemudian di Payakumbuh dan Agam ini 1 klaster,” katanya.

Padang Panjang dan Tanah Datar ini, lanjut Gubernur Sumbar, satu klaster yang kemudian berkembang, saat ini pun sebetulnya sudah mulai menurun, landai, tidak muncul lagi yang positif secara signifikan.

Kekuatan di PSBB dengan pembatasan ini, menurut Gubernur Sumbar, tentu merupakan pencegahan agar tidak terpapar di luar dan tetap terisolasi di rumah, untuk mengurangi keluar dan tetap di rumah.

“Maka kami di Sumbar cukup ringan bekerja karena mengatasi yang sifatnya di dalam saja, yang di provinsi saja dengan memperbanyak testing, memasifkan tracking. Insyaallah kalau 2 ini kita lakukan insyaallah sampai pengendaliannya detail kita ketahui,” sambung Irwan.

Disampaikan Gubernur, di Sumbar 299 positif itu tahu by name by address-nya masing-masing sehingga dalam kajian epidemiologi diketahui si A sampai kepada generasi 1, 2, 3, 4 dan alhamdulillah semuanya di-tracking.

“Kalaupun ada penambahan 1-2 saat ini, itu mungkin tracking–nya belum maksimal sempurna. Karena peningkatan eksponensial pada kajian epidemiologi karena kita di bawah surveilans dan juga tingkat kota/kabupaten belum terangkumi, mencakupi dan sempurna,” sambungnya.

Jadi kalau satu yang kena, menurut Gubernur, itu terpapar dengan siapanya, di keluarga, teman dan sebagainya itu sudah oke, betul dilakukan Swab kepada mereka.

“Tapi yang kita lupakan adalah ketika kena dengan satu orang, satu orang memang kita Swab tapi satu orang ini bertemu dengan yang lain, ini yang kurang kita lakukan. Nah ini sekarang tidak merambah ke level kedua,” jelasnya.

Kemudian juga yang sudah negatif, sambung Irwan, dari yang negatif yang kita Swab itu pun ternyata sudah sembuh dia sempat menularkan.

“Jadi level 2 dan 3 ini yang kita tracking sehingga demikian akan semakin mudah untuk mengendalikan dan memutus rantai. Selama ini kita tracking cuma level satu, (yaitu) yang si A positif (maka) keluarganya, temannya siapa itu yang kena,” tandasnya.

Kadang, tambah Gubernur Sumbar, temannya punya teman, yang orang kerja punya, ini yang belum.

“Sekarang ini kita rambah sehingga memang menjadi ratusan dan kekuatannya ada ditesting di PCR. Sehingga demikian kita bisa kendalikan dan bisa putus cepat,” tambahnya.

Adapun isolasi itu, lanjut Gubernur Sumbar, adalah konsekuensi setelah ketahuan, yang ringan dikarantinakan, sedang dan berat masuk rumah sakit.

“Jadi dengan pendekatan seperti ini insyaallah kami yakin di Sumbar akan muncul pelandaian yang cepat. Dan kemudian satu hal yang penting kami sampaikan, kita punya pendekatan metode pool test di lab FK Unand yang mana nanti ketika kita ingin melakukan relaksasi terhadap PSBB kita, dari pool test ini kita lihat daerah-daerah negatif kemudian kita putuskan relaksasikan,” sebut Gubernur Sumbar.

Kemudian juga pembebasan PSBB, Gubernur Sumbar akui juga menggunakan pool test dengan pendekatan multistage random sampling dengan pendekatan statistik survei.

“Sehingga dengan gabungan antara kegiatan hasil tes kemudian epidemiologi dan statistik survei, kita akan bisa mengetahui mana yang akan kita bebaskan dari PSBB, dia hijau daerahnya,” katanya.

Pendekatan ini, lanjut Gubernur Sumbar, sudah dilakukan kepada beberapa daerah yang negatif di Sumbar dan ini juga sudah dirilis.

“Mudah-mudahan pendekatan-pendekatan ini bisa memberikan sesuatu dukungan untuk mengambil kebijakan bagi kepala daerah dalam konteks meneruskan tidaknya PSBB nantinya ke depan,” pungkas Gubernur Sumbar.

(Tim)

 

Sumber : setkab.go.id

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dinilai Dzalim, Afrizal Minta Gubernur Pecat Direksi Grafika

Next Post

Kisah Haru Dokter Cici, Nakes RSUD Padang Panjang yang Sembuh dari Corona

BeritaTerkait

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022
Berita

Zero Findings, Divre II Sumbar Sukses Jalani Surveillance ke-1 ISO 27001:2022

1 Mei 2026
11
Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan
Berita

Pagelaran Busana Tradisional Tempo Dulu di Padang Pariaman, Bupati JKA: Lestarikan Budaya dan Wujudkan Kesetaraan Perempuan

30 April 2026
52
Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang
Berita

Muhadarah PPMINI Tandikek Padang Pariaman Dihadiri Mahasiswa PKLT Korong Lubuak Aro dari Poltekkes Kemenkes Padang

30 April 2026
13
Hari Puisi Nasional 2026: Chairil Anwar Serasa Hidup Kembali di Taman Budaya Sumbar
Berita

Hari Puisi Nasional 2026: Chairil Anwar Serasa Hidup Kembali di Taman Budaya Sumbar

29 April 2026
54
Gelar Forum SLHD 2026, Bupati JKA: Pembangunan Tidak Boleh Abaikan Kelestarian Lingkungan
Berita

Gelar Forum SLHD 2026, Bupati JKA: Pembangunan Tidak Boleh Abaikan Kelestarian Lingkungan

28 April 2026
23
Pemkab Padang Pariaman Dukung Penuh GERMAS SAPA 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Pangan Aman dari Nagari Hingga Sekolah
Berita

Pemkab Padang Pariaman Dukung Penuh GERMAS SAPA 2026, Perkuat Sinergi Wujudkan Pangan Aman dari Nagari Hingga Sekolah

27 April 2026
46
Next Post
Kisah Haru Dokter Cici, Nakes RSUD Padang Panjang yang Sembuh dari Corona

Kisah Haru Dokter Cici, Nakes RSUD Padang Panjang yang Sembuh dari Corona

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,303)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,523)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (35,262)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,656)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,607)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,376)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (30,175)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (29,104)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,028)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (25,844)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
164
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
342
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
493
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
232
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
148
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
129
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
126

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In