PADANG, forumsumbar —Kalau memang sebagian DNA negara ini adalah kebudayaan sekaligus tulang punggung bangsa ini, maka wajar kita kembali berpikir ulang agar potensi yang ada dapat bermanfaat dengan nyata untuk negeri ini.
Demikian imbauan seniman besar Ranah Minang, koreografer internasional, Ery Mefri, untuk yang mau berpikir ulang, serta buat pengambil keputusan dan pemegang kebijakan ke depan, di laman fesbuknya, Minggu (3/5).
Menurut Ery, sudah waktunya kita punya gerakan budaya di seluruh provinsi melalui iven kebudayaan secara berkesinambungan yang diselenggarakan dengan benar serta dikerjakan secara profesional hingga layak dikunjungi dan dinikmati masyarakat dunia.
“Bukan mengerjakan sebatas yang telah orang lakukan dan asal terlaksana tanpa terpikir dampak sesudahnya atau sekedar acara reuni serta pesta kawinan yang diketahui tetangga dan keluarga,” sindir Ery.
Lebih lanjut disampaikan Ery, mari kita hentikan dulu misi-misi budaya tahunan di setiap provinsi dan di pusat yang sama-sama kita ketahui selama ini tidak punya dampak apa-apa bagi bangsa ini selain terkesan berfoya-foya untuk memenuhi hasrat dan selera mengelilingi dunia dengan anggaran negara.
Membawa anggaran negara keluar negeri, sebutnya, tanpa pernah mampu agak sedikit mengembalikan lagi ke Indonesia. “Kenapa tidak dengan anggaran tersebut kita buat iven yang cukup bergengsi di seluruh daerah di setiap tahunnya?” tukas pimpinan Nan Jombang Dance Company ini.
Disuruh masyarakat dunia datang melihat dan mendengarnya, ungkap Ery, dan dengan ramah serta beretika diajak mereka mengenali keindahan yang ada.
“Kalau ada yang tersentak dengan kualitas kesenian atau karya seniman kita, mereka akan undang dengan biaya dari mereka tanpa perlu kita sodorkan bagai barang murahan atau dagangan tak laku saja dengan berkedok misi budaya menghabiskan uang negara,” pungkas pria berusia 61 tahun ini, yang merupakan pelopor tarian kontemporer yang berakar tradisi Minang.
Tetapi Ery juga membatin, sebenarnya untuk program misi budaya memang wajar disodor-sodorkan karena yang dibawa hasil karya seniman cetakan dalam kantor atau olahan Penegang.
(Ika)























