AGAM, forumsumbar —Perkataan Anggota DPR RI Mulyadi yang membanding-bandingkan bantuan dampak Covid-19, saat wawancara dengan wartawan seperti di video yang sekarang beredar luas, ternyata membuat banyak masyarakat Agam marah.
“Saya dengar paketnya sangat lengkap. Ada beras, sarden, telur dan minyak goreng,” ujar Mulyadi, mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias ke warganya.
“Bukan beras sama garam? Saya dengar ada juga yang kelaparan beras sama garam. Mungkin penduduk disuruh makan nasi sama garam. Kalau Pak Wali saya rasa, sudahlah, beliau sangat sensitif terkait kepentingan masyarakat,” ucap Ketua Partai Demokrat Sumbar ini.
Perkataan Mulyadi yang membanding-bandingkan bantuan itu, oleh sebagian masyarakat Agam dianggap menyindir bantuan yang diberikan Pemkab Agam ke warganya berupa beras dan garam.

Setelah video itu beredar luas, banyak masyarakat Agam yang protes di media sosial, salah satunya, tokoh pemuda Baso, Dt Tiko Basa Caniago yang menumpahkan amarahnya di laman fesbuknya, Jumat (24/4).
“Kualah kecek angku go, lah jaleh masyarakat alah panik jo kondisi covid-19 masalah bareh jo garam nan angku bahas. ado selah sukur kamia mah….!!!
Nan dari angku alah ado babagian nan labiah dari bareh jo garam ko…..????
Dunsanak kami urang agam tamasuak sato maantaa angku duduak di kursi dprri 3 priode ingek selah itu….!!!!,” tulis Dt Tiko Basa Caniago, yang juga aktif di GNPF-Ulama Bukittinggi-Agam itu.
(Ika)























