PADANG, forumsumbar —-Bakal calon Gubernur Sumbar Irjen Pol Fakhrizal memberikan bantuan berupa 2100 lembar masker kain dan 1200 hand sanitizer kepada Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Sumbar. Bantuan itu diserahkan kepada Pendamping Desa dan Relawan Penanganan Wabah Corona di Sumbar, untuk disalurkan kepada seluruh TPP dan Relawan Desa di kabupaten/kota se-Sumbar, Senin (20/4).
Fakhrizal mengatakan, penyerahan sumbangan masker dan hand sanitizer tersebut sebagai wujud kepeduliannya terhadap keberadaan TPP Desa yang berada di garda terdepan dalam memfasilitasi pemerintahan nagari dan desa se-Sumbar.
“Mudah-mudahan harapan kami, masker dan hand sanitizer ini dapat bermanfaat bagi Tenaga Pendamping Profesional Desa semua dan semoga wabah virus corona segera berakhir,” jelasnya.
Sementara itu, Pendamping Desa mengatakan bahwa mantan Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal telah ambil bagian untuk peduli kepada TPP Desa, dalam melakukan pencegahan memutus mata rantai penyebaran virus corona yang diwujudkan melalui penyerahan bantuan masker dan hand sanitizer.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi TPP Desa karena dengan adanya masker maka TPP Desa tidak perlu lagi cemas dan khawatir dalam melaksanakan tugasnya di nagari dan desa di Sumbar, dan para Pendamping Desa serta Relawan Desa bisa lebih safety dalam bekerja,” tukas Pendamping Desa.
Bantuan yang disampaikan Fakhrizal tersebut diberikan langsung kepada TPP Desa melalui Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) kabupaten dan kota. Kemudian distribusinya akan diberikan kepada Pendamping Desa (PD) di kecamatan dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di nagari/desa, pada 14 kabupaten dan kota, 156 kecamatan dan 928 desa/nagari di Sumbar.
“Atas bantuan masker dan hand sanitizer yang diberikan kepada Pendamping Desa ini membuat kami nyaman saat mendampingi pemerintahan nagari dan desa dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di nagari”, ungkap mereka di lapangan.
“Terima kasih banyak kepada bapak Fakhrizal yang telah peduli dengan kami para Pendamping Desa yang hingga saat ini tetap bertugas mendampingi nagari dan desa serta tidak mengenal Work From Home,” ujar mereka.
(Rel/Ad)























