JAKARTA, forumsumbar —Pengusaha nasional asal Minang yang juga salah seorang Ketua LKAAM Sumbar, Ricky Donals Dt Paduko Marajo menilai imbauan Gubernur Sumbar agar perantau tidak pulang kampung dulu di saat wabah virus corona (Covid-19) sedang merebak, adalah kebijakan yang sudah tepat.
”Ajakan Pak Gubernur Irwan Prayitno yang dibuat dengan berbagai versi dan viral di media sosial, saya pikir itu pilihan pahit. Tapi tepat dan pas di tengah krisis Covid-19 melanda negeri saat ini,” ujar Dt Ricky Donals kepada media lewat pesan WhatsApp, Senin (30/3).
Kata Ricky Donals lagi, imbauan Gubernur Sumbar itu sinergi dengan kebijakan pemerintah pusat. ”Sangat segaris dengan ajakan pemerintah pusat dan ajakan Pemprov DKI Jakarta,” ujar Datuk Ricky.
Pasalnya kondisi hari per hari serangan Covid-19 yang terus merangsek berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Sumbar pun sejak Kamis lalu sudah ditetapkan sebagai zona merah. Terakhir 8 orang Sumbar terkonfirmasi positif Covid-19.
Karena cara paling efektif memutus rantai Penyebaran Covid-19, menurut Datuk Ricky, adalah menyetop orang keluar dan masuk dari sebuah daerah red zone Covid-19. Perantau pulang sehat atau corona carier masuk ke Sumbar yang juga sudah zona merah maka migrasi virus dari orang ke orang pasti akan semakin cepat.
“Sudahlah meski pahit dilarang pulang ke Ranah Bundo, demi sayang kita ke kampung dan keluarga di kampung sebaiknya urungkan keinginan pulang ke Padang,” ujar putra Tanjung Alam Tanah Datar ini.
Akan lebih baik, kata Ricky Donals, para perantau membantu kampung halaman, dokter dan para medis di Sumbar yang tengah berjuang menahan meruyaknya penyebaran virus corona.
”Bisa lewat penggalangan donasi dan mencari alat kesehatan APD di Jakarta atau lewat relasi orang Minang di dunia untuk menyuppor kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan fasilitas kesehatan di kampung halaman, saya dengar banyak rumah sakit dan puskesmas di Sumbar hari ini kosong APD-nya,”ujar Ricky Donals.
Padang di situasi krisis wabah virus corana sekarang sama saja dengan Jakarta ini, keluar rumah pun tidak bisa karena setiap orang tengah physical distancing dan social distancing.
“Sarancaknyo jan pulang, dipaksakan juga ke Padang, kalau tidak lolos pemeriksaan kita di-isolasi, kalau pun lolos masuk kampung kita melakukan physical dan social distancing juga,”ujar Datuak Ricky.
Selain ajakan jangan pulang ke Padang meski Ranah Minang maimbau, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga menerapkan pemeriksaan selektif bagi siapa saja orang masuk Sumbar. Malah tujuh gedung pemerintah disiapkan untuk karantina bagi perantau yang ODP atau PDP Covid-19.
(Rel/Koko)























