PADANG, forumsumbar —Setelah mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan bupati / walikota, Dirut RSUP M Djamil Padang, Dirut RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi, dan stakeholder lainnya, Senin (16/3) di Istana Gubernuran Jl Sudirman Padang, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan bahwa Sumbar masih aman dari wabah virus corona (Covid-19).
Disampaikan Gubernur Irwan setelah rakor tersebut, bahwa pihaknya telah meminta laporan dari bupati / walikota se-Sumbar, dan juga kepala rumah sakit yang menjadi rujukan, yakni RSUP M Djamil Padang dan RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi, maka tidak didapati di Sumbar yang positif virus corona.
“Sampai Senin pagi, laporan dari RSUP M. Djamil Padang dan RSUD Achmad Muchtar, Bukittinggi belum ada yang positif virus corona. Tadi disampaikan oleh pihak RSUP M. Djamil, bahwa memang ada 10 orang yang masuk untuk diisolasi. 7 pasien Mers dan 3 baru suspect corona, termasuk yang di RSUD Achmad Muchtar, setelah dicek hanya demam biasa,” ujar Irwan.
Masalah libur sekolah, lanjut Irwan, informasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui surat yang diedarkan, disampaikan untuk dibagi beberapa tingkatan, yakni ringan, sedang dan tinggi di satuan pendidikan.
Tingkatan ringan maksudnya belum ada ada yang terjangkit, maka hal dilakukan adalah dengan menjaga kesehatan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Untuk tingkat sedang berarti sudah ada yang terduga terkena dan yang harus dilakukan adalah diperiksa atau dicek. Sedangkan tingkat tinggi merupakan yang sudah terjangkit.
Pada tingkat tinggi, hal yang dilakukan adalah meliburkan satu kelas selama 14 hari, dan selama 14 hari tersebut dilakukan pemeriksaan kepada teman-teman sekolah, sehingga dapat terpantau. Dengan arti lain tidak secara umum sekolah atau kota yang diliburkan, karena perlu suatu kebijakan yang proposional.
Karena masih belum ada yang positif terkena hingga saat ini, sebut Irwan, maka peserta rakor sepakat sekolah masih belum diliburkan, karena berkaitan dengan pelaksanaan ujian nasional SMK, SMA dan SMP.
“Namun bila ada, maka melalui protap yang disampaikan Menteri tadi, satuan pendidikannya mungkin diliburkan, belum tentu juga semua sekolah diliburkan, perlu dilakukan SOP-nya,” terangnya.
(Ceng)























