JAKARTA, forumsumbar —Istri Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Ny Hetty Andika Perkasa, mengapresiasi dan memuji tekad serta semangat Serda (k) Desi Setiasari untuk mewujudkan cita-citanya menjadi anggota Korp Wanita Angkatan Darat (Kowad).
Dulu ia sering di-bully tetangganya karena kondisi ekonomi keluarga yang berkekurangan. Tapi putri tukang ojek ini pantang patah semangat, dan ia berhasil raih pangkat di Kowad TNI.
Tekad dan perjuangannya dapat pujian dari istri Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.
Sebelum Desi lulus jadi anggota Kowad, dia sering di-bully tetangganya karena kondisi ekonomi keluarga. Bapaknya berprofesi sebagai tukang ojek. Namun karena tekadnya yang kuat, Desi berhasil lulus pendidikan, bahkan Kasad Andika Perkasa pun turut memujinya.
“Keterbatasan ekonomi tidak membuat wanita satu ini menyerah untuk menggapai mimpinya menjadi seorang anggota militer. Ini memang harus diapresiasi,” ungkap Ny. Hetty Andika Perkasa.
Sebelum berhasil menjadi Kowad, rupanya ia harus melalui kisah hidup yang cukup getir. Terungkap kalau Desi ini kerap di-bully oleh orang-orang di sekitarnya atau tetangganya sendiri.
Cerita inilah yang sampai ke telinga Ny Hetty, istri Kasad Andika Perkasa saat sedang berkunjung ke Pusdik Kowad. Momen tersebut terjadi 4 hari sebelum Desi dilantik di Pusdik Kowad.
Dalam video yang dibagikan kanal Youtube TNI AD, Ny Hetty Andika Perkasa ini menghampiri Desi. “Ini yang apa papanya,” tanya Hetty. “Siap, ojek,” jawab Desi. Hetty pun kemudian secara khusus memberikan motivasi kepada Desi yang orangtuanya bekerja sebagai seorang tukang ojek.
“Yang di-bully ya sama tetangga-tetangganya, enggak apa-apa karena apa kita kan harus bangkit, tapi bangkitnya yang positif,” ujarnya. Mendengarkan hal tersebut Desi langsung tampak bersemangat sambil berkata siap.
Selain itu nampak pula momen lain saat Desi berbincang berdua di sebuah ruangan dengan Hetty. Mereka pun terlihat sedang duduk berdampingan di atas sofa yang sama sambil berbincang. Hetty juga nampak memberikan pujian atas tekad besar Desi yang berjuang menjadi prajurit TNI.
Meski sempat di-bully, Desi kini berhasil membuktikan kalau dirinya menjadi anak yang dibanggakan. Hetty pun mendoakan Desi Setiasari nantinya bisa menjadi Perwira TNI.

“Karena dia anak tukang ojek tadi ya enggak bisa kaya temen-temennya untuk kursus-kursus yang lainnya tapi jadinya belajar sendiri karena dia punya tekad, dia tidak mau membalas teman-temannya yang mem-bully dia tapi dia punya tekad dia ingin buktikan dia berbuat yang terbaik, berhasil,” ujar Hetty.
Ini baru permulaan lho, lanjut Hetty, setelah berhasil jadi bintara Kowad ditunggu selanjutnya dia akan menjadi apa lagi. “Saya lihat dari matanya Desi ini akan berprestasi. Saya berharap dan saya berdoa Desi bisa menjadi Perwira. Pasti bisa karena dia tekadnya kuat.” ungkap Hetty.
Setelah mengatakan hal tersebut, istri Andika Perkasa pun berpelukan dengan Desi. Selain itu, di kanal Youtube itu juga ditayangkan pernyataan Desi yang bangga atas pencapaiaan yang telah diraihnya.
“Waktu saya pendidikan di Pusdik Kowad sangat menyenangkan karena di sana banyak mendapatkan pengalaman banyak mendapatkan ilmu dari para pembina, pelatih, memberikan motivasi terus-menerus kepada saya, menjalani pendidikan ini sampai akhirnya alhamdulillah telah selesai dilantik. Perasaan saya saat penyumpahan terharu karena tidak menyangka akan menjadi prajurit dan dilantik di Pusdik Kowad. Saya bangga sama diri saya sendiri, tapi itu juga berkat doa dan dukungan dari orangtua ketika penyumpahan rasanya seperti tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.” ucap Desi.
Video ini juga ditunjukkan sebuah momen haru saat desi berhasil dilantik. Ia menangis memeluk kedua orangtuanya. Selain itu, terlihat pula momen saat desi pulang ke rumahnya di kawasan Padalarang, Bandung. Sang ibu yang bernama Ati Kusmiati mengaku bangga melihat putrinya berhasil menjadi Kowad. Sambil terisak, sang ibu mengaku ta menyangka karena mulanya keluarganya dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Kini, berkat sang putri, Ati menyebutkan kalau sikap orang-orang di sekitarnya kini berubah. “Saya merasa bangga dengan anak saya saya merasa tidak pernah menyangka bahwa mungkin yang tadinya semua orang menganggap atau memandang kami sebelah mata, sekarang berbalik semuanya, bahkan pada saat penayangan Desi di Youtube itu pandangan orang terhadap kami jadi berbeda, tapi bagi saya tidak merasa gimana gitu. Saya cuma merasa bangga saja sama anak saya, saya berterimakasih sama Allah karena berkat anak kami ini mungkin pandangan orang terhadap kami berbeda,” ujarnya.
(Rel/Aang)























