PADANG, forumsumbar —Pascamusda Partai Golkar Sumbar yang memilih secara aklamasi Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumbar Khairunnas sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumbar, pada hari Jumat-Sabtu, 6-7 Maret 2020 di Hotel Imelda Ulu Gadut Padang, ditenggarai akan berdampak kepada konstelasi politik menjelang perhelatan Pilkada Sumbar 2020 mendatang.
Melalui akun fesbuknya, Sabtu (7/3), kader senior Partai Golkar Sumbar Erion Saad menyampaikan bahwa terbuka peluang Mulyadi berpasangan dengan Khairunnas, dan kemudian disusul dengan penyataan, “kabar terakhir pasangan Mulyadi-Khairunnas hampir jadi”.
Ketika ada yang bertanya bagaimana dengan Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman yang juga Ketua DPW PAN Sumbar) yang diberitakan akan berpasangan dengan Mulyadi, disampaikan Erion Saad, “soalnya suara S3 (Solok Saiyo Sakato) meliputi Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan dan Kota Solok lebih signifikan dibanding Piaman Laweh. Apalagi ada Genius di pihak lain”.
Sekiranya Khairunnas bertekad maju di Pilkada Sumbar 2020, maka berpasangan dengan Mulyadi, dimana Mulyadi bakal calon gubernur dan Khairunnas sebagai bakal calon wakil gubernur tentunya tidak begitu sulit. Apalagi secara geografis dan sebaran dukungan menjadi lebih luas.
Tetapi hal ini tentunya membuat Ali Mukhni harap-harap cemas (H2C), sebab kalau jadi Mulyadi berpasangan dengan Khairunnas, berat bagi Ali Mukhni untuk mencari pasangan yang bisa serasi dan berpotensi memenangkan Pilkada Sumbar 2020.
Sebab dari nama-nama yang beredar, sudah mulai mengerucut pasangan-pasangan yang akan berlaga, seperti dari pasangan jalur perseorangan Fakhrizal-Genius Umar, kemudian berpotensi pasangan Nasrul Abit-Indra Catri, Riza Falepi-Febby dan Mahyeldi-Audy Joinaldy. Tetapi sampai ditutupnya pendaftaran oleh KPU Sumbar nanti pada 16-18 Juni 2020, yang namanya politik itu masih cair, bisa saja sewaktu-waktu berubah. (Ik)






















