PADANG, forumsumbar —Saat ini ketersediaan air bersih masih menjadi kendala bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai terus bertekad untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat.
Terkait hal itu Kepala Dinas Kesehatan Mentawai Lahmuddin Siregar, Jumat, (6/3), menyambangi Institut Teknologi Padang (ITP), guna menjajaki kerjasama terkait penerapan teknologi tepat guna tentang pengolahan air bersih. Diketahui akademisi ITP sebelumnya berhasil menciptakan mesin pengolahan air bersih.
Dalam kunjungan itu, rombongan Pemkab Mentawai langsung melakukan audiensi dengan Rektor ITP dan jajaran pimpinan lainnya, terkait rencana kerjasama penerapan teknologi tepat guna di desa dan dusun di “Bumi Sikerei” itu.
“Kami sangat tertarik dengan alat pengolahan air bersih karya ITP yang mungkin bisa kita gunakan di dusun-dusun di Mentawai, karena di sana kita masih kesulitan air bersih,” ungkap Lahmuddin Siregar.
Selain Lahmuddin Siregar, rombongan Pemkab Mentawai juga didampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB) Mentawai Puji Rahayu, serta Tenaga Ahli Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Doni Kasnaidi.
Sementara itu, Sekrtetaris Dinas PMDP2KB Mentawai Puji Rahayu mengungkapkan, bahwa daerah mereka memiliki potensi besar, seperti sektor perikanan dan sebagainya. Dan ia meyakini dengan adanya teknologi tepat guna, potensi besar yang selama ini belum tergarap bisa dimaksimalkan dan akan bisa menggenjot perekonomian masyarakat.
“Kita sebenarnya potensi terbesar itu ikan, hanya saja masyarakat Mentawai lebih banyak yang berladang dan kurang terampil dalam pengolahan ikan. Mungkin jika ada teknologi tepat guna yang bisa membuka mindset masyarakat akan lebih baik,” ujar Puji.
Menanggapi hal tersebut, Rektor ITP Hendri Nofrianto menyambut baik niat kerjasama Pemkab Mentawai dengan ITP yang juga memiliki program ITP Mitra Nagari sebagai bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Program ITP Mitra Nagari, tujuannya memang melakukan kerjasama dengan nagari-nagari atau desa dalam penerapan teknologi tepat guna ITP sehingga bisa dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat,” kata Rektor.
“Kita akan coba diskusikan dengan dekan dan dosen terkait, alat apa yang bisa kita terapkan di sana untuk memudahkan masyarakat di Mentawai,” imbuhnya.
Agenda ini juga dilanjutkan dengan presentasi alat teknologi tepat guna yang telah diciptakan oleh ITP, seperti alat pengering tenaga tata surya, alat pengolahan air bersih, dan alat pengasapan ikan.
Sebelumnya mesin pengolahan air bersih yang diciptakan ITP juga sudah dilirik 10 nagari di Kabupaten Pesisir Selatan. (Rel/Lif)























